Special Arena.
Entah sudah kali ke berapa, Seungwoo harus kembali berhadapan dengan Seungyoun di arena. Luka di wajahnya tidak membuat ia gentar dan mundur begitu saja. Harga dirinya dan juga harga diri Byungchan, harus ia pertaruhkan malam ini. Beberapa menit setelah Seungsik datang membawa mobil pribadi milik Seungwoo, Seungwoo pun langsung duduk dibelakang kemudi.
“Woo, jangan emosi....“Jaebum dan Namjoon berdiri tepat disebelah jendela mobil yang masih terbuka. Seungwoo mengabaikan suara Jaebum, karena matanya menatap kedepan, melihat Byungchan yang berdiri lemah bersama teman-teman Seungyoun.
“Aku sayang kamu....”Byungchan tidak bersuara, tapi gerak bibirnya, mampu Seungwoo baca dan gerak bibir tersebut mampu membuat Seungwoo menarik nafas panjang untuk menetralkan emosinya.
“Demi Byungchan... Kalo lo emosi, hasilnya ga akan baik”Seungwoo menoleh kala Namjoon membuka suara dan ia mengangguk pelan.
“Iya demi Byungchan dan demi menyelesaikan permainan super menjijikan milik Seungyoun”ucap Seungwoo dalam hatinya.
Arena malam itu bukannlah jalan lurus beraspal sepertinya. Tetapi sebuah gedung yang sudah tidak terpakai. Gedung parkir tua dengan ketinggian 20 lantai. Seungwoo dan Seungyoun harus mengendarai mobil mereka naik ke lantai 20, dengan kondisi gedung berdebu serta gelap.
“Sampai ketemu di rooftop!!“ucap Jaebum dan Namjoon sebelum mengendarai mobil mereka menuju lantai tertinggi gedung tersebut.
Setidaknya masing-masing anggota Oasis, Q serta Dionysus berjaga di setiap lantai. Kelicikan Seungyoun dan teman-temannya membuat mereka harus ekstra hati-hati terlebih, arena malam ini adalah arena yang asing bagi Seungwoo.
Seungwoo memicingkan matanya kala melihat Seungyoun menarik paksa Byungchan masuk ke dalam mobilnya. Ia keluar dari mobilnya dan menghampiri Seungyoun yang menatapnya sinis.
“Jangan maksa! Lo bukan siapa-siapanya!!“ucap Seungwoo emosi.
“Ka... udah... engga apa-apa...“ucap Byungchan pelan.
“see? dia sendiri yang bilang ga apa-apa. Dia tuh suka kalo gue main kasar sama dia”ucap Seungyoun menampilkan seringai tipisnya.
“Masuk!!“ucap Seungyoun dengan nada keras, membuat Seungwoo memijat pelipisnya. Belum saatnya ia melampiaskan emosinya kepada Seungyoun, belum saatnya.
“Byungchan! Ikut sam gue dan nunggu di rooftop“Seungwoo dan Seungyoun menoleh saat Sunho datang bersama anggota Blue Rose lainnya.
“Habis ini, lo masih ada urusan sama gue! And Good Luck!“ucap Sunho sebelum menarik Byungchan masuk ke mobilnya dan membawanya ke garis finish.
Tidak menunggu waktu lama, Seungwoo dan Seungyoun kembali ke mobilnya dan memposisikan mobil mereka di posisi masing-masing. Layaknya gedung parkir pada umumnya, jalan yang digunakan untuk menuju lantai atas maupun sebaliknya berbeda jalur dan jalur tersebut yang digunakan masing-masing oleh Seungwoo dan Seungyoun.
(Note: Kalian dapat membayangkan gedung parkir agar masuk ke dalam arena)
Di setiap lantai, mereka tidak dapat menggunakan jalur seperti gedung parkir pada umumnya. Seungwoo dan seungyoun harus memutar kemudi mereka 180 derajat tepat pada setiap tikungan di setiap lantai, yang mana hal tersebut tidak dapat dilakukan seseorang yang belum mahir mengendarai kendaraan.
Suara tembakan terdengar hingga rooftop membuat beberapa orang menarik nafas mereka panjang. Begitu juga dengan Byungchan yang sekarang sedang memejamkan mata dan berdoa demi kelancaran pertandingan yang sedang ia tunggu hasilnya.
Seungwoo menggertakan giginya, menahan emosi karena pada empat lantai pertama ia posisinya tertinggal jauh dari Seungyoun. Seungwoo yang belum mengenal arena dengan baik, menjadi susah mengendalikan kemudi mobilnya. Tetapi, pada lantai ketujuh akhirnya Seungwoo dapat menyamakan posisinya dengan Seungyoun setelah mengetahui trik bagaimana ia dapat menaklukan setiap tikungan.
“Ah! Shit!!”
Roda mobil yang Seungyoun kendarai slip saat dirinya memutar kemudi terlalu cepat sehingga ia harus sedikit memundurkan mobilnya tepat di lantai 10 gedung parkir tersebut dan membuat Seungwoo memimpin posisi saat ini. Seungwoo dengan tenang mengemudikan laju kendarannya, ia tau bahwa ia tidak boleh gegabah dan harus menahan emosinya.
Lima lantai terakhir. Jika sebelumnya terdapat dua jalur terpisah, pada lima lantai terakhir menuju rooftop dua lajur pada gedung parkir tersebut menyatu dan bersisian. Membuat jarak Seungwoo dan Seungyoun terlihat semakin tipis.
Seungyoun dan segala fikirian liciknya sengaja menempatkan mobilnya tepat ditengah jalur sehingga membuat Seungwoo susah menyalip posisi Seungyoun yang berada di depannya.
Seungwoo menarik nafas panjang, ia tau bahwa ia akan kalah jika ia masih mengikuti permainan kotor Seungyoun tersebut dan akhirnya pada dua lantai terakhir, Seungwoo menambah kecepatan laju kendaraannya agar Seungyoun tidak dapat menutupi laju mobilnya.
“Bang!!“Seungsik yang berada di lantai kedelapan belas serta Sejun yang berada di lantai sembilan belas berteriak kaget, kala mobil Seungwoo tidak sengaja menyenggol body mobil milik Seungyoun. Kedua mobil tersebut bersenggolan dan membuat laju keduanya tak tentu arah.
“Njir! Tipis”ucap Sejun yang berlari ke rooftop setelah kedua mobil tersebut melewati lantai terakhir dengan insiden kecil tersebut.
Seungwoo keluar dari mobilnya dengan nafas terengah. Ia melirik ke arah Seungyoun yang berhenti tepat disebelahnya. Mobil keduanya tidak terlihat baik, karena asap mengepul akibat gesekan yang ditimbulkan dua kendaraa tersebut.
(xposhie)