Stupid.
Jinhyuk berdiri di depan rumah Wooseok. Setelah chat terakhirnya dibaikan dan berakhir tidak di baca oleh Wooseok, akhirnya Jinhyuk memutuskan kembali mendatangi rumah Wooseok. Jinhyuk harus menunggu lama di depan rumah Wooseok hinga ibunda Wooseok menyadari kedatangan Jinhyuk dan mempersilahkan Jinhyuk masuk.
“Naik aja keatas ya, Wooseok mungkin lagi baca novel makanya chat kamu engga dibales”ucap ibunda Wooseok ramah.
Jinhyuk berjalan menaikin anak tangga yang akan mengantarkannya ke kamar Wooseok. Ini adalah pertama kalnya Jinhyuk masuk ke dalam kamar Wooseok. Koreksi, hampir masuk. Jinhyuk berhenti di depan sebuah kamar dengan dekorasi kucing di depannya yang tertulis “Selain kucing, dilarang masuk”. Jinhyuk tersenyum membaca tulisan tersebut.
Pintu kamar Wooseok terbuka sedikit dan Jinhyuk dapat dengan jelas melihat Wooseok diatas tempat tidurnya, tiduran membelakangi Jinhyuk. Akhirnya Jinhyuk mengetuk pelan pintu kamar Wooseok. Dua kali hingga tiga kali ketukan, Wooseok tidak bergeming.
“Masuk aja nak, mungkin Wooseok kupingnya disumpel headset“ucap ibunda Wooseok dari lantai satu.
“Iya bun! Bentar lagi turuuuun”Jinhyuk tersentak.
“Ah pasti Wooseok mengira ibundanya baru saja memanggilnya” ucap Jinhyuk dalam hati
Jinhyuk baru saja membuka pintu kamar Wooseok ketika bertepatan dengan Wooseok yang berbalik dan bertatapan dengan JInhyuk. Jinhyuk tersenyum, Wooseok terdiam, kaget.
“Jinhyuk?“ucap Wooseok kaget.
Wooseok meletakan headset yang menggantung ditelinganya dan meletakannya tepat diatas novel yang sedang ia baca. Dengan langkah cepat, Wooseok menghampiri Jinhyuk yang masih berdiri di depan kamar Wooseok.
“Ngobrol di taman belakang aja yuk? kamar aku berantakan”ucap Wooseok kikuk dan menarik Jinhyuk turun dan berjalan ke taman belakang.
“Dek. temennya bikinin minum. Sama itu ada brownies ya di kulkas”ucap ibunda Wooseok ketika melihat Wooseok menarik Jinhyuk ke taman belakang.
“Iya bun, bentar!“ucap Wooseok cepat.
(xposhie).