Tempat kecil.
D-3 to Wedding Day
Jinhyuk dengan tiba-tiba mengatakan bahwa dia ingin ke Busan malam itu juga. Seungwoo tidak bisa menahan Jinhyuk dan memilih mengantar Jinhyuk ke terminal bus terdekat. Jika Jinhyuk sudah mempunyai sebuah tujuan, ia akan mencapai tujuan tersebut bagaimanapun caranya, terlebih jika hal itu berhubungan dengan Wooseok.
“Lo yakin?“tanya Seungwoo ketika Jinhyuk jalan terburu-buru menuju loket penjualan tiket.
“Jalan terakhir, gue engga tau kalo dia engga ada disana”ucap Jinhyuk panik.
“Tiket ke Busan satu”ucap Jinhyuk ketika sudah berada di depan loket penjualan tiket tersebut.
“Bis terakhir ke Busan sudah berangkat sepuluh menit yang lalu Tuan. Anda bisa kembali lagi besok pagi”ucapan petugas tersebut membuat tubuh Jinhyuk lemas.
Seungyoun yang berada tepat di sebelah Jinhyuk segera membawa tubuh Jinhyuk menjauh dari loket penjualan tersebut. Jinhyuk terduduk lemas di sebuah kursi dengan tangan yang terus menerus menarik-narik rambutnya.
“Ini minumnya”Byungchan memberikan sebuah botol mineral kepada Seungwoo untuk kemudian diberikan kepada Jinhyuk.
“Kita balik aja. Besok pagi, kita semua ke Busan”ucap Seungwoo meyakinkan Jinhyuk.
“Udah tidur?“tanya Sejin ketika Seungyoun keluar kamar Jinhyuk dan menutup pintunya rapat. Seungyoun pun mengangguk.
“Kalian tidur dikamar tamu aja, gue sama Seungyoun biar tidur disini”ucap Seungwoo ke arah Byungchan dan Sejin yang sudah terlihat lelah.
“Bangunin aku kalo butuh apa-apa”ucap Byungchan, sebelum mengecup singkat pipi Seungwoo, Seungwoo pun mengangguk dan mengusak puncak kepala kekasihnya tersebut.
D-2 to Wedding Day
[06.07 KST]
“Seungwoo.... Seungyoun.... Bangun....”
“Kok pada tidur disini?”
Seungwoo dan Seungyoun tertidur di sofa ruang tamu milik Jinhyuk. Mereka terlalu lelah sehingga tidak menyadari jika sedari tadi ada orang yang membangunkan mereka.
“Loh? Chan.... Sejin....”
“Hm... Bentar sayang, aku masih ngantuk”ucap Byungchan setengah merajuk.
“Kok pada nginep disini ya? Emang Jinhyuk habis ngadain apa? Bukannya Bachelor Party baru nanti malam?”
Seseorang yang tidak berhasil membangunkan satu orang pun itu memutuskan untuk masuk ke kamar utama apartment tersebut.
“Kamu bobo sebelah papi dulu yaaaa”
Orang misterius tersebut menidurkan seorang anak lelaki berusia 11 bulan tepat di sebelah tubuh Jinhyuk yang sedang meringkuk. Orang misterius tersebut tersenyum saat melihat wajah tenang Jinhyuk yang tertidur. Jari jemarinya mulai merapihkan rambut Jinhyuk yang mulai memanjang.
“Hm... Kamu harus potong rambut nih, Hyuk!“ucapnya pelan.
“Kenapa keliatan engga keurus gini sih kamu, Hyuk?“ucapnya lagi ketika menemukan rambut halus di sekitar wajah Jinhyuk.
“Kamu agak demam, semalem kalian pesta ya?“tanya orang tersebut lagi.
“Jinwoo sama papi dulu ya! papa mau bikin sarapan dulu”orang misterius tersebut memberikan kecupan ringan di kening Jinhyuk serta anak bayi bernama Jinwoo tersebut.
[07.23 KST]
“Woo... Youn... Bangun yuk! Kita sarapan bareng-bareng”Orang misterius tadi sudah menyelesaikan kegiatannya di dapur dan mulai membangunkan satu persatu mahluk yang masih bergelung di dalam selimut mereka masing-masing.
“Bentar.... Ngantuk....“ucap Seungwoo yang kembali menarik selimutnya. Orang misterius tersebut memutuskan masuk ke dalam kamar tamu untuk membangunkan orang lain.
“Chan... Jin... Bangun yuk. Kita sarapan bareng”ucapnya sambil menarik tirai agar cahaya matahari masuk ke dalam kamar tamu tersebut.
“Ka sejin! Iseng amat sih ngapain buka-buka jendela!!!“Byungchan meracau ketika cahaya matahari mulai mengganggu tidurnya.
“Bukan gueee”ucap Sejin pelan sambil menarik selimutnya agar menutupi seluruh wajahnya.
“Siapa sih, iseng.... ANJIR?!!?!?!? KA WOOSEOK?!?!?!?!?“Byungchan hampir saja terjatuh dari tempat tidur ketika mendapati Wooseok berdiri tersenyum di depan jendela.
“Biasa aja Chan, lo kayak ngeliat apaan sih”ucap Wooseok tenang.
“Ka.... sumpah ini beneran lo?“tanya Byungchan lagi dan Wooseok mengangguk, “yaaaa lo maunya gue siapa?“tanya Wooseok sinis.
“Bangunin sejin... Tuh laki lo juga pada bangunin”ucap Wooseok sembari meninggalkan Byungchan yang masih belum sepenuhnya sadar.
“Eh udah pada bangun! Good morning!!!“ucap Wooseok santai ketika melewati Seungwoo dan Seungyoun yang masih mengumpulkan nyawa mereka di atas sofa. Seungwoo dan Seungyoun hanya dapat saling beradu tatap.
Wooseok berjalan santai masuk ke dalam kamar utama dan mendapati anak lelaki yang tertidur tadi sudah terbangun.
“Anak papa udah bangun! Pinter engga nangis... Ih pasti karena bobo sama papi ya?“ucap Wooseok yang perlahan naik ke atas kasurnya.
“Papi banguun!! Jinwoo udah bangun papiiii”ucap Wooseok menirukan suara anak bayi. Jinhyuk hanya menggeser tubuhnya sedikit tanpa berniat untuk membuka matanya.
“Papiiii, papi engga mau ketemu Jinwoo ya? Ayok bangun papiiii”ucap Wooseok lagi.
Jinhyuk mulai bergerak tidak nyaman karena Wooseok menempelkan pipi Jinwoo ke wajahnya. Jinhyuk mulai membuka matanya dan melihat Wooseok yang sedang duduk di sebelahnya dengan seorang bayi dalam gendongannya.
“Wooseok?“tanya Jinhyuk setengah tidak percaya.
“Hallo! Papi udah banguuun. Papi cium Jinwooooo”Wooseok menyerahkan Jinwoo ke Jinhyuk, tetapi respon JInhyuk malah menjauhi bayi tersebut.
“Kok kamu engga mau gendong Jinwoo sih Hyuk? Kan Jinwoo anak kita!!“ucap Wooseok merajuk.
“Seok... Ini beneran kamu”tanya Jinhyuk tapi Wooseok masih diam dan hanya memperdulikan Jinwoo dalam dekapannya.
“Seok... jawab aku, ini beneran kamu?“tanya Jinhyuk lagi dan Wooseok menatap Jinhyuk sinis.
“Bukan! Aku bukan Wooseok, Aku papahnya Jinwoo”ucap Wooseok datar.
“Iya lahhhh Jinhyuk!! Aku ini Wooseok, Kim Wooseok. Tunangan kamu, Calon suami kamu, suami kamu dalam dua hari kedepan, papahnya Jinwoo”ucap Wooseok menjelaskan.
Jinhyuk menatap Wooseok tidak percaya dan detik kelima, JInhyuk menarik pelan tubuh Wooseok dan memeluknya. Gerakan Jinhyuk yang tiba-tiba, membuat Jinwoo menangis.
“Jinhyuk... ih ini Jinwoo nangis, lepas”ucap Wooseok, melepas pelukan Jinhyuk.
Wooseok pun bangun dan menimang-nimang Jinwoo agar berhenti menangis.
“Maaf yaaa sayang, papi kamu emang suka peluk-peluk papa. Kamu kalo mau protes, nangis aja engga apa-apa”ucap Wooseok santai.
Wooseok menoleh ke depan pintu kamarnya yang sedikit terbuka dan mendapati keempat temannya beridir termenung di depan kamar.
“Hallo om seungwoo! om seungyoun! om byungchan! om sejin!“ucap Wooseok kearah empat temannya tersebut.
“Ka...“ucap Byungchan dan Wooseok kembali menoleh.
“Lo mau cerita ke kita engga?“tanya Byungchan lagi.
“Cerita apaan? Minggir bentar, gue mau bikinin Jinwoo susu. Ah iya! Gue udah bikinin sarapan, yuk sarapan udah mau jam delapan”ucap Wooseok tenang sambil berjalan santai keluar kamar.
[08.45 KST]
“Seok, lo gatau gimana gilanya JInhyuk pas engga bisa nemuin lo dimanapun”ucap Seungwoo setelah mendengarkan cerita Wooseok.
“Ya gimana... Gue awalnya emang mau bikin kejutan, tapi maksud gue engga sampe segininya sih”ucap Wooseok menatap Jinhyuk yang terlihat lelah itu.
“Handphone gue masuk ke closet, trus urusan gue di Busan tuh banyak karena harus ngurusin surat-surat Jinwoo”ucap Wooseok kembali menjelaskan.
“Kenapa kamu engga bilang sebelumnya ke aku? Kenapa engga minta temenin aku? Kita bisa urus surat-surat Jinwoo bareng-bareng”tanya Jinhyuk lemah.
“Kan aku mau buat kejutan, taunya kalian semua bener-bener terkejut”ucap Wooseok mengerucutkan bibirnya.
“Wahhh gue mau marah, tapi engga bisa. Tapi gue mau marah beneran, asli”ucap Byungchan sambil mengatur nafasnya.
“Yang penting kan gue udah balik?“ucap Wooseok lagi.
“Aku udah balik Jinhyuk, aku engga bakal ilang-ilangan lagi”ucap Wooseok memeluk Jinhyuik erat.
“Jangan pernah ilang-ilangan lagi”ucap Jinhyuk yang semakin mengeratkan pelukannya.
“Iya aku janji!“ucap Wooseok.
“Malam ini harus bener-bener party gede-gedean nih, gue engga mau tau”ucap Seungyoun yang disetujui oleh Sejin.
“Ada Jinwoo.....hehe”ucap Wooseok sambil melirik baby bouncher di sebelahnya.
“Kenapa lo engga ngangkat anak habis kawin aja sih Seok!!!!“teriak Seungyoun frustasi.
“Gue udah kawin dari tiga tahun yang lalu yaaa Youn”ucap Wooseok tenang.
“TMI! Gue engga butuh”ucap Sejin malas dan Wooseok hanya tertawa melihat teman-temannya frustasi.
Di sisi lain, jinhyuk tidak pernah sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Wooseok yang sekarang sudah kembali duduk disebelahnya. Tangan Jinhyuk menggenggam erat tangan Wooseok dengan ibu jari yang mengusap lembut punggung tangan Wooseok.
“Aku sayang kamu”ucap Jinhyuk berbisik yang membuat Wooseok menoleh.
“Aku tau. Karena aku juga”ucap Wooseok tersenyum.
Jinhyuk menarik Wooseok dan menyandarkan tubuh Wooseok di dadanya. Jinhyuk dan Wooseok sesekali tertawa melihat sikap Byungchan. Mereka juga sesekali melirik kearah Jinwoo yang sedang lelap tertidur.
[Wooseok kembali. Wooseok tidak benar-benar pergi. Dia baik-baik saja. Jinhyuk juga baik-baik saja. Kalian dapat melihat perjuangan Jinhyuk untuk menemukan Wooseok]