Tetangga.


Seungwoo mengusap kasar wajahnya sambil sesekali mengusak rambutnya kasar. Setidaknya sudah seminggu ini tidur Seungwoo terganggu karena ulah tetangga barunya.

“hhh dia tuh gatau apa kalo dinding di flat ini tuh tipis banget? kenapa harus mandi sambil nyanyi? dan kenapa harus selalu mandi tengah malem?”

Seungwoo yang kesal akhirnya memutuskan keluar dari kamarnya untuk menemui tetangga barunya itu tanpa memperdulikan jam yang sudah hampir menunjukan pukul sebelas malam.

Setidaknya sudah tujuh ketukan Seungwoo daratkan pada pintu kayu dihadapannya dan nihil, sang pemilik tidak menunjukan batang hidungnya. Seungwoo memutuskan pergi dan kembali ke kamarnya setelah ketukan kesepuluh yang masih tanpa hasil.

“Besok gue harus ketemu sama dia! Bilang kalo suaranya false dan engga enak sama sekali”

Seungwoo berucap kesal dalam hatinya dan kembali masuk ke kamar pribadinya. Dirinya memastikan bahwa tetangga barunya sudah tidak bernyanyi lagi.


Tok! Tok! Tok!

“Dewi bulan! Siapa yang bertamu pada akhir minggu di jam delapan pagi sih?”

Lagi, Seungwoo berdecak sebal. Setelah semalam tidurnya tergangu karena ulang tetangga barunya, pagi ini ia kembali diganggu oleh tamu yang dengan kurang ajarnya bertamu pada pagi hari di hari sabtu.

“Hallo, selamat pagi!! Maaf menganggu tidurnya... Saya Byungchan tetangga sebelah dan baru pindah seminggu ini...”

Seungwoo dengan wajah khas bangun tidurnya itu mencoba memfokuskan pandangannya kepada pria tinggi di depannya. Tubuh Seungwoo sempat oleng saat pria dihadapannya tersenyum cerah.

“Sejak kapan matahari terbit di depan kamar gue?”

Seungwoo tersadar kembali dari lamunannya saat pria dihadapnnya melambaikan telapak tangannya tepat di depan wajahnya.

“Ah, iya perlu bantuan apa?“ucap Seungwoo dibuat senatural mungkin.

“Hm... Saya engga perlu bantuan apapun kok, mas....”

“Seungwoo. Han Seungwoo”ucap Seungwoo tersenyun.

“Oh iya Mas Seungwoo, saya gabutuh bantuan apapun. Cuma mau nganterin buah tangan buat tetangga saya aja”ucap lelaki dihadapan Seungwoo yang bernama Byungchan itu.

“Oh makasih. Mau masuk dulu?“tanya Seungwoo yang bersikap sopan tetapi Byungchan menggeleng dan memilih pergi karena ia sudah punya janji setelahnya.


“Please... Byungchan, malam ini jangan mandi malan ya? Apalagi sambil nyanyi, karena saya butuh tidur...”

Sebelum tidur, Seungwoo merapalkan doan. Ia melihat jam di nakas yang menujukan hampir pukul satu dini hari.

“Udah jam satu, ga mungkin dia mandi semalem ini!!”

Seungwoo tersenyum tenang sebelum menarik selimutnya. Tetapi sepuluh menit kemudian, sayup-sayup Seungwoo mulai mendengar suara Byungchan serta guyuran air dari shower yang dinyalakan.

“HUAAAAA BYUNGCHAN!!!!!!”

Teriakan Seungwoo berhasil membuat Byungchan menghentikan nyanyiannya dan mematikan aliran air dari showernya, guna memastikan teriakan yang ia dengar samar. Tetapi setelahnya, Byungchan kembali melakukan aktivitasnya tanpa terganggu.


Minggu pagi, Seungwoo memilih pergi ke sebuah kedai kecil dibawah flat yang ia tinggali. Langkahnya pelan, semalam ia baru dapat tidur lewat pukul dua dini hari, setelah Byungchan menghentikan nyanyiannya.

“Pagi mas seungwoo!“Seungwoo menoleh dan tersenyum saat dirinya berpapasan dengan Byungchan di depan kedai kelontong tersebut.

“Mas Seungwoo punya masalah tidur ya? Kantung matanya tebal banget!“Seungwoo hanya dapat tersenyum seadanya ketika Byungchan berbicara.

“Ini kan gara-gara lo yang karaokean tiap malem!!!”Seungwoo mengeluh di dalam hatinya.

“Oh iya! Mas Seungwoo tau ga orang yang suka benerin saluran air flat? Saluran air di flatku suka mati, baru nyala pasti kalo tengah malem”ucap Byungchan mengeluh.

“Oh! Makanya kamu kalo mandi malem terus ya?“ucap Seungwoo asal yang membuat Byungchan kaget.

“Kok... Mas Seungwoo tau?“wajah Byungchan seketika memerah saat bertanya hal tersebut.

“Hm... Dinding flat kita terlampau tipis, Chan! Jadi...”

“Mas Seungwoo suka denger aku nyanyi? Ah! Pasti karena aku ya, Mas Seungwoo jadi susah tidur tiap malam?“Belum sempat melanjutkan perkataannya, Byungchan memotong kalimat Seungwoo.

“Maaf ya mas... Soalnya air di flat aku suka mati dan nyala pas tengah malem! Aku gabisa tidur kalo ga mandi dulu, terus karena malem sepi jadinya aku mandi sambip nyanyi...“ucap Byungchan menjelaskan yang membuat Seungwoo tersenyum.

“Oh... Kirain saya kamu habis mentuntaskan sesuatu“ucap Seungwoo dengan memberi tanda kutip pada kata sesuatu yang ia ucapkan.

“Hah? Eh! Engga mas!!! Engga gituuu”ucap Byungchan panik dan Seungwoo tertawa.

“Hahaha saya bercanda kok! Kamu mau nomer telfon orang saluran air? Mampir ke flat saya ya? Handphone saya ada dikamar soalnya”Byungchan pun mengangguk dan mengikuti Seungwoo kembali ke kamarnya setelah berbelanja.


Byungchan mengedarkan pandangannya ke sekeliling flat milik Seungwoo yang besarnya sama dengan flat miliknya, hanya beda beberapa penempatan furniturenya saja.

“Mas Seungwoo udah berapa lama tinggal disini?“tanya Byungchan saat melihat Seungwoo keluar dari kamarnya.

“Udah dua tahun lebih sih, Chan. Walaupun tempatnya sepi terus dindingnya tipis, tapi flat ini paling dekat sama kantor saya”ucap Seungwoo menjelaskan.

“Mas... Sekali lagi maaf ya? Pasti seminggu ini kurang tidur karena ulah saya deh?“ucap Byungchan yang kembali merasa bersalah.

“Hahaha ga apa-apa kok, Byungchan! Kalo saya tau air di flat kamu suka mati, saya ga akan marah-marah sama kamu kalo kamu nyanyi malem-malem”ucap Seungwoo tertawa.

“Hm... Jadi yang waktu itu sempat teriak, suara Mas Seungwoo ya? Maaf ya mas sekali lagi?“ucap Byungchan pelan.

“Oke daripada kamu merasa bersalah terus, gimana kalo kamu temani saya belanja hari ini? Sebagai permintaan maaf kamu? Tapi setelah ini, kamu jangan terus-terusan minta maaf sama saya lagi ya?“ucap Seungwoo mencoba berdiskusi dan Byungchan setuju.

Sejak saat itu, Seungwoo dan Byungchan semakin dekat. Tidak jarang Byungchan meminta tolong Seungwoo saat sesuatu di flatnya bermasalah.

“Mas... Saya boleh numpang nginep disini? Kamar tidur saya langit-langitnya bocor dari kamar mandi flat atas...”

Seperti malam ini, kala Byungchan berdiri di depan flat Seungwoo dengan setelan piyama serta membawa bantal dan selimut.

(xposhie)