The Night.


Byungchan dan Seungwoo berjalan sepanjang hari di Seoul. Menikmati hari terakhir mereka, sebelum esok mereka harus kembali lagi dengan kehidupan nyata. Sepanjang perjalanan itu juga, Byungchan sama sekali tidak melepas genggaman Seungwoo. Jika memang genggamannya lepas, Byungchan akan segera menarik lengan Seungwoo seperti enggan kehilangan.

“Kamu clingy ya ternyata, Chan?“ucap Seungwoo pelan yang membuat Byungchan melepas genggamannya di lengan Seungwoo.

“Kok dilepas? biarin aja, enak begini”ucap Seungwoo menarik tangan Byungchan dan meletakannya kembali di lengannya.

“Lagian ka seungwoo bilang aku clingy, aku takut ka Seungwoo risih”ucap Byungchan pelan dan Seungwoo tertawa.

“Enak ih ngerjain kamu! Ngambeknya lucu”ucap Seungwoo mencubit ujung hidung Byungchan yang memerah karena cuaca yang semakin dingin.

“Chan....”

“Hm?”

“Kamu inget engga?”

“Apaan?”

“Tadi....”

“Tadi apaan sih ka?”

Byungchan mulai emosi karena ucapan Seungwoo yang tidak ia mengerti. Seungwoo mengeluarkan ponselnya dan menunjukan home twitternya. Byungchan spontan menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangannya, lagi.

“Kok berhenti? Ayok jalan, udah malem! Kita harus packing”ucap Seungwoo menarik Byungchan.

“Emang Ka Seungwoo mau apa? Jangan yang mahal yaaa ka, aku engga punya uang banyak”ucap Byungchan gemas dan Seungwoo tertawa.

“Yaudah yuk, balik hotel. Nanti aku bilang pas kita udah balik ke hotel”ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk.

“Chan...“Seungwoo mengusap punggung tangan Byungchan dengan ibu jarinya. Seungwoo dan Byungchan sudah berada di depan lift yang akan mengantar mereka ke kamar hotel mereka.

“Kenapa kaaa, hobby banget manggilin aku”ucap Byungchan malas.

“Aku minta hadiah aku boleh?“ucap Seungwoo sambil menekan lantai dimana kamar mereka berada.

“Apaan?“tanya Byungchan polos, menatap Seungwoo.

Seungwoo menatap Byungchan dan tersenyum. Tangan kiri Seungwoo semakin erat menggenggam tangan kanan Byungchan sedangkan tangan kiri Seungwoo mulai mengusap pipi kiri Byungchan.

Byungchan beberkali mengerjapkan matanya, karena jarak wajahnya dan Seungwoo yang semakin mendekat. Byungchan bahkan sudah bisa merasakan nafas hangat Seungwoo serta bisa melihat mata Seungwoo yang sudah tertutup. Byungchan pun mengikuti Seungwoo dan menutup kedua matanya.

Byungchan sempat memundurkan langkahnya, ketika ia bisa merasakan bibir Seungwoo menyapu bibirnya. Seungwoo menahan pergerakan Byungchan dengan mengelus pipi Byungchan. Byungchan pun akhirnya bisa menikmati lumatan bibir Seungwoo.

Ting!

Seungwoo melepas tautan bibirnya dan Byungchan, Seungwoo tersenyum melihat betapa kacaunya wajah Byungchan karena ulahnya. Seungwoo pun mengusap bibir merah Byungchan yang sedikit membengkak dan menarik Byungchan keluar dari lift tersebut.

“Chan...“Byungchan menoleh dan mendapati Seungwoo yang baru saja menutup pintu kamar hotel mereka.

“Aku sayang kamu...“ucap Seungwoo sebelum kembali memberika lumatan di bibir Byungchan dan mengunci pergerakan Byungchan. Seungwoo melepas coat yang digunakan dirinya maupun Byungchan. Seungwoo lalu mengangkat tubuh Byungchan yang terbilang ringan dan membawanya menuju tempat tidur yang berada ditengah kamar.

xposhie