Unexpected Situation

***

“Apa jadwalku hari ini?“ucap Sam yang sekarang sudah berada diatas pangkuan Sunho.

“Tidak ada. Kau kehilangan semua kontrak iklanmu. Dan... Bisakah kalian menahan sedikit hasrat kalian?“ucap Byungchan ketika tanpa sengaja melihat Sunho dan Sam beradu lidah.

Samuel tersenyum lalu bangkit dari pangkuan Sunho dan duduk di sebelah Sunho.

“Ah! Tapi ada satu panggilan pemotretan, dari Junghwan. Sepertinya ada beberapa pakaian baru yang harus dia potret dan dia memilihmu sebagai modelnya”ucap Byungchan sekali lagi.

Samuel menatap Sunho dan Sunho menaikan bahunya malas. Samuel tersenyum gemas.

“Aku butuh pekerjaan dan dia hanya mantanku”ucap Samuel seduktif.

“Ya terserah kamu. Karena aku tau, saat ini yang bisa menyentuhmu hanya aku”ucap Sunho menggoda.

Byungchan menarik nafas panjang karena ulah kedua pasangan di hadapannya.

“Karena hari ini aku tidak aka pekerjaan. Aku ikut kau bekerja, gimana?“tanya Samuel dan Sunho mengangguk setuju.

***

“Jika kau bosen, beritahu aku. Aku jamin, meeting ini hanya sebentar saja”ucap Sunho sambil merapihkan beberapa helai rambut Samuel.

Sunho dan Samuel berjalan di lobby kantor Sihoon. Sebuah meeting telah dipersiapkan hari itu. Samuel melingkarkan tangannya di lengan Sunho, membuat beberapa pasang mata menatap mereka.

“Selamat lagi Tn. Sunho, silahkan duduk”ucap seseorang dari kantor Sihoon.

“Aku mengajak kekasihku, tidak apa-apa kan?“tanya Sunho dan staff tersebut mengangguk.

“Kau bisa menungguku di ujung sana. Jika bosan, kirim chat saja dan aku akan membalasnya”ucap Sunho dan Samuel mengangguk.

Meeting tersebut di mulai setelah Seongjun dan Hangyul memasuki ruang meeting. Lagi, Sihoon tidak dapat memimpin meeting ini dengan alasan sedang dalam perjalanan bisnis. Sunho melirik ke arah Samuel dan tersenyum singkat.

Seongjun dan Hangyul secara bergantian menjelaskan apa yang bisa mereka jelaskan. Seongjun sudah sangat terbiasa dengan keadaan ini, tetapi tidak dengan Hangyul yang masih mencoba beradaptasi dengan lingkungan seperti ini.

“Jadi seperti yang anda semua ketahui, kantor cabang kita di Ameri-”

“Aw kepalaku...”

Seongjun menghentikan penjelasannya ketika Samuel di ujung ruangan mengaduh kesakitan. Sunho dengan sigap menghampiri Samuel. Hangyul yang melihat hal itu juga ingin menghampiri Samuel tetapi di tahan Seongjun.

“Biarkan saja. Nanti dia curiga”ucap Seongjun berbisik.

“Aku permisi. Sepertinya kekasihku sedang dalam keadaan tidak sehat, aku harus membawanya ke rumah sakit”ucap Sunho sambil menggendong Samuel.

Seongjun pun mengijinkan Sunho untuk meninggalkan ruangan tersebut agar dirinya bisa kembali memulai penjelasannya.

©® xposhie.