Younjin.
Ini kisah tentang Sejin dan Seungyoun. Kisah malam-malam mereka bersama. Dimulai dari malam ketika mereka selesai menyaksikan konser bintang idola Sejin. Tidak ada yang terjadi malam itu di apartment Seungyoun. Tidak ada hal serius yang terjadi, karena yang terjadi hanyalah Seungyoun dan Sejin yang sibuk bertukar saliva serta menanggalkan baju satu sama lain. Malam itu panas, tapi mereka tidak pernah benar-benar melakukannya.
“Seungyoun....“ucap Sejin menatap Seungyoun dan Sejin menggeleng tepat ketika mereka beradu tatap.
Seungyoun tersenyum. Beberapa hasil karya di seluruh tubuh Sejin sudah membuatnya puas malam itu. Seungyoun pun merebahkan dirinya di sebelah Sejin. Menarik Sejin ke dalam dekapannya dan mengusap rambut Sejin.
“Tidur yang nyenyak ya jin...“ucap Seungyoun tenang.
Malam kedua di Manchester. Perjalanan panjang dari Jakarta ke Manchester dengan beberapa drama yang terjadi hingga tragedi tertukarnya koper Seungyoun dengan milik orang lain serta sebuah kasur king size yang tersedia di kamar hotel mereka.
“Youn, sumpah? Bukannya kita minta dua ranjang?“tanya Sejin malam itu dan Seungyoun mengangguk.
Sejin menundukan dirinya pasrah dilantai, sedangkan Seungyoun menelfon Sunho sambil melangkahkan dirinya ke meja receiptionist.
“Salah cancel kamar. Ini kamarnya bang sunho yang seharusnya di cancel tapi hotel malah cancel kamar kita berdua dengan dua kasur”ucap Seungyoun ketika kembali ke kamar.
“Gimana?“tanya Seungyoun dan Sejin menghela nafas panjang.
“Ya mau gimana lagi”ucap Sejin pasrah.
Malam itu, ketika Sejin dan Seungyoun sedang berbaring di atas kasur yang sama, mereka dikejutkan dengan ketukan seseorang dari luar kamar hotel mereka. Seungyoun pun bangkit dengan malas untuk melihat siapa tamu yang menganggu istirahat mereka.
“Jin”ucap Seungyoun memperlihatkan sebotol Wine dan dua buah gelas kaca.
“Bagian dari kamar ini?“tanya Sejin dan Seungyoun mengangguk.
“Namanya rejeki”ucap Seungyoun tersenyum dan kembali berbaring diatas kasur.
Sejin sudah menghabiskan beebrapa gelas, wajahnya memerah bahkan beberapa kancing teratasnya telah dibuka karena udara di kamar seketika memanas.
“Ih masih panas...“ucap Sejin yang frustasi walaupun Seungyoun sudah menyalakan pendingin dan membuang selimut mereka.
“Diem makanya, jangan banyak bergerak”ucap Seungyoun.
Sejin pun berhenti bergerak, membuat Seungyoun dapat memperhatikan dengan jelas fitur wajah Sejin. Seungyoun pun mendekatkan wajahnya ke wajah Sejin dan malam itu, mereka kembali bertukar saliva.
“Youn...“ucap Sejin dengan wajah merah dan keringat di pelipisnya.
“Engga, gue engga bakal ngelakuin kalo lo mabok”ucap Seungyoun lalu menarik selimut mereka dan memeluk Sejin.
Malam saat mereka meresmikan hubungan mereka. Berbekal omongan Seungyoun mengenai kebersamaan mereka akhir-akhir ini, akhirnya Sejin memutuskan mengijinkan Seungyoun melabeli dirinya sebagai “Kekasih Sejin”.
“Senyum mulu”ucap Sejin sambil menatap Seungyoun aneh.
“Gatau, seneng aja”ucap Seungyoun masih tersenyum sambil mencium punggung tangan Sejin beberapa kali.
“Aneh...“ucap Sejin tersenyum kecil.
“Jin...“Sejin yang sedang melepas coatnya saat tiba di kamar hotel itupun menoleh dan menatap Seungyoun.
“I love you”ucap Seungyoun lalu menarik Sejin mendekat dan mulai menyatukan bibir mereka.
Sejin melingkarkan tangannya di leher Seungyoun dan Seungyoun pun menggendong Sejin serta membawanya perlahan ke atas kasur. Seungyoun menjatuhkan diri Sejin ke atas kasur, pelan. Penyatuan bibir mereka sempat terlepas beberapa detika hingga Sejin kembali menarik Seungyoun. Seungyoun tersenyum.
Tangan Seungyoun dan Sejin tidak tinggal diam. Mereka mulai melucuti kemeja yang masih mereka kenakan. Sejin membantu Seungyoun membuka celana jeansnya, begitupun sebaliknya. Seungyoun menyamankan posisi Sejin ketika seluruh baju telah mereka tanggalkan.
“Gue udah liat lo beberapa kali, tapi malem ini lo keliatan spesial”ucap Seungyoun mengusap rambut Sejin.
“Please...“ucap Sejin memohon. Merasa telah diberikan lampu hijau, bibir Seungyoun mulai menari diatas tubuh Sejin. Dimulai dari kedua benda mungil di dada, menuju perut hingga menuju titik sensitif Sejin.
Seungyoun membawa kedua kaki Sejin keatas pundaknya sebelum lidahnya mulai bermain di tempat yang biasanya hanya ia jamah dengan jari tangannya.
“Youn...“ucap Sejin menjambak rambut Seungyoun.
Kedua tangan Seungyoun menari diatas dua titik yang berada di dada Sejin, membuag Sejin membusurkan badannya.
“Youn...please”Sejin menarik wajah Seungyoun untuk menatapnya.
“Please.... I want you”ucap Sejin memohon.
“We don't have a co—”
“No, it's okay. I want you... Inside me...“ucap Sejin frustasi.
“It'll be really hurt”ucap Seungyoun mengusap pipi Sejin.
Sejin pun bangkit dan mendorong pelan tubuh Seungyoun hingga terduduk. Sejin menundukan wajahnya tepat diarea sensitif milik Seungyoun.
“Oh shit...Lee Sejin!!“ucap Seungyoun ketika Sejin mulai memasukan kebanggannya bahkan tanpa aba-aba.
Tangan Seungyoun tidak tinggal diam, dirinya membantu kepala Sejin naik dan turun bahkan mendorong kepala Sejin agar ia mendapatkan kenikmatan tak terkira.
“Jin... Stop!“Seungyoun pun menarik tubuh Sejin dan mendorong pelan tubuh Sejin hingga berbaring.
“Do you want me inside you, right?“ucap Seungyoun dan Sejin mengangguk.
“Tell me to stop if you can't handle the pain”ucap Seungyoun lagi sambil mencoba memasukan batang kebanggaannya ke dalam lubang kemerahan milik Sejin.
“Ashh...“Sejin meringis sambil mencengkram pundak Seungyoun.
“Don't ever stop!“ucap Sejin ketika ia merasakan pergerakan Seungyoun.
Seungyoun pun mendorong miliknua dalam sekali hentakan untuk mengurangi rasa sakit Sejin. Sejin berteriak dan Seungyoun mengerang.
“Please move, im okay...“ucap Sejin saat sudah dapat beradaptasi dengan benda tidak bertulang tersebut.
“Oh shit! You... Really tight.. And i love it”ucap Seungyoun sambil terus menggerakkan pinggangnya.
Sejin ikut menggerakan pinggangnya berlawanan arah dengan gerakan Seungyoun.
“Arghhh.. Right there! Faster... Please”Sejin mengerang frustasi.
Seungyoun mulai menambahkan kecepatan pinggangnya hingga ia dapat merasakan jika ia akan segera menemukan pelepasannya.
“Inside me!“ucap Sejin memperingatkan dan Seungyoun mengeluarkan seluruh cairannya di dalam Sejin.
Seungyoun jatuh terkulai diatas tubuh Sejin tanpa melepas penyatuan mereka.
“Berat...“ucap Sejin meringis.
“Do you want to try another position?“tanya Seungyoun menggoda.
“Yes, please do me, sir”ucap Sejin tidak kalah menggoda.
Seungyoun pun mulai melumat bibir Sejin lagi dan malam itu mereka habiskan untuk mencari kenikmatan satu sama lainnya.
(xposhie)