semestakapila

Pantofel.


Sejin mengetuk-ngetuk ujung sepatu pantofel mengkilapnya ke aspal yang sedikit basah. Kedua tangannya ia simpan di dalam saku celananya, mengurangi rasa dingin yang mulai menggerogoti dirinya hingga menusuk hingga ke tulang. Sejin sesekali bergumam pelan, menyanyikan lagu favoritnya.

“Psssttt!!“Sejin menoleh dan tersenyum ketika mendapati kekasihnya sudah keluar dari sebuah gedung tua tersebut.

“Udah selesai?“tanya Sejin mengulurkan tangan kirinya, menyambut sang kekasih kembali setelah seharian berpisah untuk keperluan masing-masing. Seungyoun mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Sejin, Seungyoun tidak lupa mengabsen seluruh permukaan wajah Sejin dengan kecupan singkatnya.

“Eh nanti diliat orang”ucap Sejin yang berusaha menghindari kecupan kekasihnya tersebut hingga membuat Seungyoun tertawa karena gemas.

“Siapa juga yang masih berkeliaran di jam dua pagi?“ucap Seungyoun aneh dan Sejin menunjuk dirinya sendiri.

“Hello! Aku masih berkeliaran sampai jam dua pagi loh. Karena pacarku lama banget selesai photoshootnya”ucap Sejin merajuk.

“Whoopsie!! Sorry beb, tadi ada beberapa problem gitu yang berhubungan sama set dan properti yang aku pake”ucap Seungyoun menjelaskan dan Sejin mengangguk mengerti.

“Taksi? Atau mau jalan kaki aja?“tanya Seungyoun yang membuat Sejin berfikir sejenak.

“Jalan yuk? Mumpung sepi trus udaranya juga engga terlalu dingin”ucap Sejin tersenyum.

“Yakin engga terlalu dingin? Lima belas menit yang lalu tuh aku pegang tangan kamu dingin banget loh”ucap Seungyoun memastikan.

“Engga apa-apa, kan udah ada kamu! Engga bakal kedinginan lagi deh aku, beneran”ucap Sejin meyakinkan dan Seungyoun pun mengangguk.

Akhirnya, Seungyoun dan Sejin memutuskan untuk berjalan kaki ke apartment milik mereka berdua. Tidak terlalu jauh mungkin hanya menghabiskan waktu tiga puluh menit atau empat puluh lima menit jika mereka berjalan santai. Seungyoun merangkul pundak kecil Sejin dengan tangan kanannya, sedangkan Sejin merangkul pinggang Seungyoun dengan lengan kirinya.

Sepanjang perjalanan, Seungyoun dan Sejin melantunkan lagu-lagu favorit mereka berdua. Ah! (ralat) yang banyak bernyanyi hanya Seungyoun karena request langsung dari sang kekasih.

“Tadi kamu jalan kemana aja?“tanya Seungyoun setelah lelah bernyanyi.

“Kemana aja ya? Banyak sih, tadi sempet nunggu Minkyu dulu karena dia ada syuting. Trus Byungchan harus balik duluan karena pesiapan comeback“ucap Sejin menjelaskan kegiatan dia seharian itu.

“Bongkar pasang personil ya seharian?“tanya Seungyoun tertawa dan Sejin mengangguk.

“Kamu seharian jalan pake sepatu itu emang engga sakit?“tanya Seungyoun setelah hening menyelimuti mereka beberapa saat dan Sejin menggeleng.

“Engga kok aku tetep nyaman”ucap Sejin datar dan Seungyoun tertawa.

“Kenapa ketawa?“tanya Sejin melepaskan rangkulannya dari pinggang Seungyoun dan menghempaskan tangan Seungyoun yang sedang merangkulnya.

“Yaaaa lucu? Soalnya masa pergi jalan kamu pake pantofel? Kan itu buat kerja? Kondangan?“tanya Seungyoun bingung dan Sejin merengut mendengar perkataan Seungyoun tersebut.

“Berarti maksud kamu aku aneh? Selera fashion aku aneh?“tanya Sejin sambil menatap sinis Seungyoun.

“Engga sayanggg, aku engga bilang aneh. Cuma.... Lucu? Kamu itu lucu”ucap Seungyoun yang berusaha menarik tangan kekasih mungilnya tersebut.

Sejin mendengus sebal dan menghempaskan tangan Seungyoun sebelum dirinya berlari kecil menjauhi Seungyoun. Beruntungnya Sejin, jarak mereka saat ini dengan apartmentnya hanya tinggal beberapa langkah lagi, bahkan gedung apartment mereka sudah terlihat.

toktoktoktoktoktok

Seungyoun tidak bisa menahan gemas melihat kekasihnya berlari diiringan suaran dari sepatu pantofelnya. Sejin yang malam itu menggunakan baret yang menutupi kepalanya serta coat kebesaran yang sebenarnya milik Seungyoun itu semakin terlihat kecil dan menggemaskan di mata Seungyoun.

“Sayanggg tungguin”ucap Seungyoun menyusul kekasihnya.

Seungyoun tersenyum dan menggeleng bersamaan ketika melihat kekasihnya yang sedang mencibirkan bibirnya itu masuk ke dalam lift dan segera menutup pintu lift bahkan tanpa menunggu Seungyoun terlebih dahulu.

Seungyoun hampir saja tersandung sepatu milik Sejin yang tidak di tata dengan rapih di rak tersebut. Seungyoun pun akhirnya meletakan sepatu tersebut di rak bersamaan dengan beberapa sepatu pantofel miliknya sendiri.

Kaki panjang Seungyoun mengantarnya ke kamar mereka berdua dan . . . dikunci.

“Sayang... Bukain dong pintunya?“ucap Seungyoun lembut tapi Sejin tetap diam.

“Maaf kalo omongan aku tadi nyinggung kamu. Tapi . . . kamu beneran lucu”ucap Seungyoun lagi.

“Lucu apa aneh?“Akhirnya Sejin menjawab dan Seungyoun tersenyum.

“Lucu sayang engga aneh sama sekali. Aku malahan gemes sama kamu. Bukain pintunya, please?“Seungyoun menunggu dengan harap-harap cemas, tetapi empat puluh lima detik kemudian pintu kamar tersebut terbuka.

“Maaf, hm? Aku bilangnya lucu kok engga aneh sama sekali”ucap Seungyoun menundukan sedikit tubuhnya tapi Sejin merengut.

“Mau mandi apa langsung tidur?“tanya Seungyoun gemas.

“Mandi lah! Jorok banget seharian diluar tapi engga mandi dulu”ucap Sejin sambil memutar badannya ke arah kamar mandi.

“Bareng . . . ?“tanya Seungyoun pelan.

“Buruan. Sebelum aku kunci pintu kamar mandinya”ucapan Sejin tersebut membuat Seungyoun menghampiri Sejin dan menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi ((berdua)).

Volume 02

Malam itu, tepat setelah evaluasi selesai dan saat dirinya akan masuk ke dalam mobil, Jinhyuk pingsan. Beruntungnya saat itu masih ada Seungwoo dan Byungchan yang memang dimintai tolong oleh Wooseok untuk mengawasi keadaan Jinhyuk yang jauh dari kata sehat dalam tiga hari ini.

“Seok, dimana?“Byungchan menelfon Wooseok tepat ketika dirinya sudah berhasil membawa Jinhyuk ke dalam mobil.

“Nunggu taksi depan gerbang, kenapa?“tanya Wooseok pelan.

“Disitu aja ya, Jinhyuk pingsan. Gue sama Seungwoo ke tempat lo sekarang”ucap Byungchan lagi.

“Hah? Gimana Chan? Jinhyuk kenapa?“tanya Wooseok panik.

“Jangan panik. Engga apa-apa, udah lo diem disitu aja ya. Kita bawa Jinhyuk ke rumah sakit dulu”ucap Byungchan.

Seungwoo menepikan mobil ketika melihat sosok lelaki kecil yang berdiri dipinggir jalan. Wooseok dengan tampang panik, masuk ke dalam mobil Seungwoo dan memposisikan dirinya untuk merebahkan kepala Jinhyuk diatas kepalanya.

“Dia demam....“ucap Wooseok panik sambil merapihkan rambut Jinhyuk yang mulai memanjang.

“Iya udah diem, jangan panik”ucap Byungchan yang sesekali melirik ke arah kursi belakang.

“Lagian, kenapa sih kalian tuh susah banget ngalah”ucap Seungwoo terkekeh.

“Bukan gitu. Jinhyuk itu sering sakit, tapi susah dibilangin. Gue mana mau ngalah? Kalo udah kayak gini, siapa yang bisa disalahin?“ucap Wooseok menjelaskan.


“Kalian balik dulu aja, besok gue anter Jinhyuk balik kalo infusnya udah habis”ucap Wooseok tenang.

“Yakin?“tanya Byungchan dan Wooseok mengangguk.

“Yaudah, besok kita aja yang jemput. Gue tidur bentar aja cukup kok”ucap Seungwoo melirik kearah Byungchan lalu tertawa.

“Yaudah iya iya. Besok kabarin gue ya kalo si Jinhyuk udah boleh balik sama dokter!“ucap Byungchan dan Wooseok mengangguk.


Jam menunjukan pukul 08.15 pagi dan Jinhyuk sudah sepenuhnya sadar. Dirinya melihat kesekelilingnya, bukan kamar tidurnya dan bukan kamar kos milik Seungwoo juga. Lalu Jinhyuk menoleh lagi ketika merasakan sesuatu tersangkut di punggung tangannya, selang infus. Tidak jauh dari tangannya ada seseorang yang menelungkupkan kepalanya, tertidur dikursi dengan tangan sebagai bantalannya.

“Seok? Wooseok?“Jinhyuk mengusap pelan lelaki yang semalam menjaganya. Tidak perlu bertanya itu siapa, Jinhyuk sudah hafal sosok mungil disebelahnya.

“Hnggghhh...“Wooseok meracau dalam tidurnya.

“Bangun yuk? Mau pindah kasur aku aja engga? Punggung kamu nanti sakit itu”ucap Jinhyuk lagi. Tapi Wooseok tetap nyaman dalam tidurnya.

Setengah jam kemudian, Wooseok akhirnya benar-benar membuka matanya dan mendapati Jinhyuk sedang menatapanya. Wooseok mengerjapkan matanya beberapa kali dan merapihkan rambutnya yang terlihat seperti sangkar burung tersebut.

“Kamu udah bangun? Dari kapan Hyuk?“tanya Wooseok panik.

“Hm.... setengah jam lalu?“ucap Jinhyuk tersenyum.

“Kamu mau minum? Atau mau ke kamar mandi? Atau kamu ngerasa pusing atau mual?“pertanyaan Wooseok yang bertubi membuat Jinhyuk tertawa.

Jinhyuk menarik tangan Wooseok pelan, memposisikan Wooseok agar duduk di pinggir kasurnya.

“Maaf....“ucap Jinhyuk pelan sambil mengusap pipi Wooseok dnegan ibu jarinya.

“Engga usah minta maaf, kamu engga salah dan aku engga pernah marah”ucap Wooseok singkat.

“Kamu engga marah tapi diemin aku hampir seminggu?“ucap Jinhyuk mengerucutkan bibirnya.

“Kalo aku engga di diemin kayak gini, kamu engga akan sadar kan kalo kamu yang diemin aku sebelumnya? Kamu yang skip chat aku setiap hari, kamu yang lupa ada kelas, kamu lupa sama janji jemput atau antar aku pulang kampus. Ka—–”

Jinhyuk menarik pelan tengkuk Wooseok dan mendaratkan bibirnya di bibir Wooseok yang masih merapalkan kalimat panjang. Wooseok pun terdiam. Kecupan singkat tersebut berhasil membuat wajah Wooseok memerah.

“Jangan gitu lagi!“ucap Wooseok yang sekarang sudah menyembunyikan wajahnya di dada JInhyuk.

“Yang mana? Jangan nakal lagi? Atau jangan cium tiba-tiba lagi?“ucap Jinhyuk tertawa.

“Dua-duanya!!“ucap Wooseok malu.

“Iya, aku janji kemaren terakhir. Engga bisa aku tuh di diemin kamu kayak kemaren”ucap Jinhyuk terkekeh.

“Ha! Lemah. Aku kebal dong di diemin kamu sebulan, kamu baru tiga hari di diemin aja sampe pingsan”ucap Wooseok menahan tawa.

“Loh? Aku pingsan tuh karena kecapean! Geer banget sih kamu”ucap Jinhyuk tidak mau kalah,

“Makanya, kalo dibilangin jangan batu! Udah ah aku mau nelfon Byungchan”ucap Wooseok berusaha lepas dari dekapan Jinhyuk.

“Ngapain?“tanya Jinhyuk.

“Jemput kita lah, mobil kamu kan masih dikampus”ucap Wooseok lagi.

“Udah engga usah. Byungchan sama Seungwoo kan?“tanya Jinhyuk dan Wooseok mengangguk.

“Kamu nelfon dia jam segini, nanti baru diangkat tuh tiga jam kemudian. Apalagi mereka lagi berdua”ucap Jinhyuk tersenyum.

“Kita balik naik taksi aja ke kampus, ambil mobil aku. Trus sarapan bareng, baru aku anter kamu pulang. Gimana?“tanya Jinhyuk dan Wooseok menatap Jinhyuk bingung.

“Aku udah sembuh kok! Beneran. Kan udah dapet cium sama peluk, aku udah full charged“kata Jinhyuk percaya diri dan Wooseok pun menggeleng melihat kekasihnya tersebut.

“Yaudah sini peluk lagi, batre aku udah hilang 3%“ucap Jinhyuk melebarkan kedua lengannya. Wooseok pun pasrah dan kembali masuk ke dalam dekapan Jinhyuk yang masih terbaring di kamar rumah sakit.

(ps: tolong ingatkan mereka, jika mereka masih ada dirumah sakit)

xposhie

Mantan.


“Kenapa sih koper lo lebih berat dibanding dosa RM?“ucap Jaebum menggeret paksa koper milik Seungwoo.

“Banyak dosa lo dibanding gue!“ucap Namjoon tidak terima.

“Banyaknya dosa dapat diukur dengan banyaknya mantan”ucap Jaebum lagi.

“Kaga ada korelasinya sumpah!!!“ucap Namjoon tidak terima.

Seungwoo dan Byungchan dengan santai tetap berjalan di depan Namjoon dan Jaebum yang masih beradu argumen tersebut.

“Namjoon?“Mendengar namanya dipanggil, Namjoon menolehkan kepalanya ke sumber suara.

“Mina? Lah lo disini?“tanya Namjoon tidak ramah.

“Hm... Iya, baru pindah sebulan ini”ucap Mina canggung.

“Kamu pindah kesini juga?“tanya Mina ketika melihat betapa banyaknya barang yang dibawa rombongan dihadapannya.

“Gue? Engga kok. Cuma bantuin Seungwoo, tuh”ucap Namjoon menunjuk Seungwoo yang sudah brada di depan unitnya.

“Tau Seungwoo kan?“tanya Namjoon dan Mina mengangguk.

“Oh yaudah, berarti engga perlu kenalan lagi. Gue duluan ya!“ucap Namjoon yang berencana mengejar Jaebum yang sudah berjalan di depannya lebih dahulu.

“Joon!“ucap Mina lagi dan Namjoon menoleh lagi.

“Ada waktu? Habis bantuin Seungwoo pindahan? Aku mau ngobrol sebentar”ucap Mina pelan. Namjoon menimbang-nimbang jawabannya terlebih dahulu sebelum akhirnya mengangguk.

“Oke, nanti mampir unit aku aja ya!“ucap Mina tersenyum cerah dan Namjoon pun mengangguk setuju sebelum kembali berjalan menuju unit milik Seungwoo.


“Mantan lo kan? Yang sekarang sama Sunho?“tanya Seungwoo dan Namjoon hanya tersenyum miring.

“Lama juga dia sama Mina, biasanya Sunho gampang gonta ganti kan?“tanya Jaebum.

“Belum dapet inceran lain mungkin”ucap Namjoon tidak mau tau.

Park Sunho, Leader Blue Rose yang digadang-gadangkan berbahaya dan selalu berusaha mendapatkan apapun yang ia inginkan. Sunho berhasil merebut Mina dari Namjoon, walaupun saat itu hubungan Namjoon dan Mina baik-baik saja. Tetapi setelah saat itu, hubungan Mina dan Namjoon semakin buruk, apalagi setelah kabar berkencan Mina dan Sunho beredar.

“Udah cari yang lain aja sih bang”ucap Byungchan berceletuk.

“Mantan terindah chan, susah move on“ucap Jaebum terkekeh.

“Ya... Mina emang indah kan? Lo berdua juga naksir sama dia kan dulu?“tanya Namjoon. Salah, Namjoon salah bertanya karena saat itu Byungchan mendengarkan obrolan mereka.

“Nu, gue taroh mana nih?“tanya Jaebum memberikan distraksi.

“Kamar aja bang”ucap Seungwoo kikuk.

“Kenapa jadi pada panik gini sih, gue kan santai aja?“ucap Byungchan berjalan ke arah dapur yang lalu diikuti Seungwoo dibelakangnya.

“Bang gue ke tempat Mina dulu! Nu, gue balik yaaa”ucap Namjoon setelah memastikan semuanya sudah dapat diatur oleh setidaknya dua orang saja.

“Yo! Thanks Njuuuunn”ucap Seungwoo dari arah dapur.

“Nu, gue balik juga ya!!!“ucap Jaebum setelah meletakan koper terakhir di kamar Seungwoo.

“Yo! Thanks bang. Traktiran minggu depan ya”ucap Seungwoo dan dibalas teriakan oleh Jaebum dari depan pintu.

xposhie

Moving Day.


Pagi-pagi sekali, Seungwoo sudah meneror Jaebum serta Namjoon untuk membantunya packing untuk pindah ke apartment barunya. Sebelumnya, Seungwoo sudah terlebih dahulu menghubungi Byungchan untuk membantunya, tapi Byungchan mengingatkan agar Seungwoo juga mengajak temannya yang lain agar kedua orang tuanya tidak curiga.

“Bang sumpah, jangan diberantakin. Gue juga masih bakalan tinggal disini kali anjir”ucap Seungwoo ketika melihat Jaebum serta Namjoon mengeksplorasi kamarnya.

“Robot lo kok masih bagus sih! Punya gue udah ancur gara-gara Jaewoo sama Woonjae”ucap Jaebum saat melihat lemari yang berisi koleksi robot-robotan milik Seungwoo.

“Lah kan gue anak tunggal, siapa juga yang bakal ngerusakin? Makanya kalo emang masih sayang tuh disimpen bang jangan dianggurin. Lo kan dari dulu suka mentelantarkan segala sesuatu”ucap Seungwoo santai.

“Hahaha iya bener! Mobil remote dia aja gue pinjem eh dia kaga sadar, pas rusak gue balikin eh dia baru sadar dong. Trus yaudah di diemin aja, engga sama sekali mikir kenapa tuh mainan bisa rusak”ucap Namjoon bercerita.

“Anjir!!! Jadi lo yang ngerusakin? Gue awalanya curiga. Tapi gue diemin karena yaudah gue kira tuh gue yang ngerusakin”ucap Jaebum emosi.

“Engga membantu sama sekali sumpah mereka tuh!!“ucap Seungwoo yang kemudian duduk disebelah Byungchan dan menyandarkan kepalanya di bahu Byungchan.

“Heh! Nanti diliat mama”ucap Byungchan yang sesekali menatap pintu kamar milik Seungwoo.

“Biarin ah, enak begini tau”ucap Seungwoo santai.

“Tapi ini aku lagi ngelipet baju kamu, susah atuh bergeraknya”ucap Byungchan lagi.

“Yaudah begini aja”ucap Seungwoo yang langsung merebahkan kepalanya diatas paha Byungchan dan Byungchan hanya menggeleng menatap kekasihnya tersebut.

“Loh Senu kenapa malah tiduran? Kenapa engga bantuin juga ngelipetin baju sendiri sih?“ucap sang mama ketika melihat Seungwoo santai merebahkan dirinya, disisi lain Byungchan panik.

“Biarin ma. Byungchan kalo kerja tuh rapih, terpercaya pokoknya”ucap seungwoo sambil sesekali mencubit ujung hidung Byungchan dan Byungchan menatap Seungwoo horror.

“Yaudah terserah kamu. Jaebum, Namjoon sama Byungchan kalo mau istirahat makan dulu aja ya. Tante udah masak dibawah”ucap wanita paruh baya tersebut.

“Meluncur tanteeee!!!“ucap Jaebum dan Namjoon berlari kecil menuju ruang makan di lantai satu dan meninggalkan Seungwoo serta Byungchan berdua.

“Ka, kamu tuh kalo di depan mama sama papah kamu jangan begitu dong. Aku takut”ucap Byungchan pelan.

“Takut kenapa sih?“tanya Seungwoo bingung.

“Takut aja, gatau kenapa”ucao Byungchan lagi.

“Engga usah takut kalo sama aku! Aku udah bilang dari dulu kan, kalo kamu sama aku tuh engga usah ada yang harus ditakutin. Oke?“ucap Seungwoo percaya diri dan Byungchan pun mengangguk luluh.

“Yaudah ayok makan dulu, biar kamu engga makin kurus”ucap Seungwoo bangkit dari posisinya semula.

“Engga usah gandengan!“ucap Byungchan ketika Seungwoo menggandengnya keluar kamar.

“Yaudah iya”ucap Seungwoo pelan lalu meninggalkan Byungchan sendirian, tapi sebelumnya Seungwoo mendaratkan sebuah kecupan ringan di pipi kanan Byungchan yang membuat Byungchan membeku.

xposhie

The Fact.


Malam itu, Heochan pergi ke sebuah kelab malam dan duduk tidak jauh dari tempat dimana Blue Rose berkumpul. Dari tempatnya menikmati minumannya tersebut, Heochan dapat dengan jelas melihat Seungyoun yang berjalan menghampiri meja Sunho dan teman-temannya.

“Pssttt”Heochan menarik Jimin yang baru saja kembali drai toilet dan memberikan kode kepada Taehyung untuk melihat ke arah yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya.

“Anjir? Kok bisa?“ucap Jimin berbisik.

“Engga kedengeran anjir mereka ngomongin apaan!!“ucap Taehyung berisik.

“Kalian berisik! Diam dulu bocah”ucap Heochan emosi.

“Oyyy!! Abang-abang”Jimin menarik pelan tangan Bam-bam yang baru saja bergabung dengan mereka bertiga.

“Apaan sih? Ada cewek cantik? Atau kalian lagi ngumpet dari debt collector?“tanya bambam bingung.

“Diem!!!“ucap Heochan menutup mulut bambam agar tidak terus berbicara.

“Gila.... Coy!!! Gila.... Ada apaan nih?“ucap bambam ketika sudah mengetahui situasi yang terjadi tidak jauh dari tempat duduknya kali ini.

“Anjir gue punya ide!!“ucapan bambam membuat ketiga lelaki yang lebih tua darinya itu menoleh dan memperhatikan bamban dengan serius.

“Cuy!!“bambam memanggil seorang pelayan dan berbicara pelan dengan pelayan tersebut.

“Pastiin kalo lo yang bakal anter minuman ke mereka ya?“ucap bambam dan pelayan tersebut mengangguk mengerti.

Tidak perlu waktu lama, bambam dan ketiga temannya sudah mengantongi informasi. Informasi yang membuat mereka bertiga menggelengkan kepala mereka tidak mengerti.

“Menurut gue sih diambil, Seungyoun bucin banget kalo udah suka sama orang”ucap Jimin berspekulasi.

“Tapi Seungyoun tuh utang budi sama Jinhyuk, kayanya engga mungkin lah segampang itu”ucap Taehyung membantah perkataan Jimin sebelumnya.

“Tapi siapa tau aja kan? Seungyoun tuh kan udah putus sama Sejin, emang enak satu tim sama mantan?“tanya Heochan bingung dan bambam tertawa keras.

“Eh sorry! Engga mantanan sih ya, cuma ada cinta segitiga”ucap bambam melirik ke arah Jimin dan Taehyung bergantian.

“Tai!“ucap Jimin dan Taehyung bersamaan.

“Tuh JK lagi jalan berdua sama Yugyeom kayanya”ucap bambam memanasi dan kali ini Heochan yang tertawa.

“Udah woyy fokus!“ucap Jimin lagi dan membuat ketiga temannya kembali fokus.

“Liat aja seminggu lagi, nanti gue stalk twitternya”ucap bambam tiba-tiba yang membuat tiga lelaki dewasa di sebelahnya menoleh.

“Gue kan perlu tau informasi tim sebelah, jadi gue punya 2nd account buat memata-matai”ucap bambam memberikan penjelasan.

“Lo jangan-jangan mata-matain Oasis sama Q juga?“tanya Heochan penasaran.

“Engga anjir! Ngapain? Engga guna. Bisa-bisa gue ditendang bang JB kalo mata-matain Oasis sama Q”ucap bambam yang membuat ketiga lelaki dewasa lainnya tersebut tertawa.

(xposhie)

Blue rose.


Seungyoun melangkahkan kakinya santai masuk ke dalam sebuah kelab malam. Beberapa orang menyapanya dengan sopan dan ramah. Seungyoun seorang diri, tapi auranya tetap dapat membuat semua orang menatap kepadanya.

“Minum?“tanya Sunho saat Seungyoun baru saja tiba di meja yang telah dipesan Sunho sebelumnya.

“Biasa ya”ucap Seungyoun kepada seorang lelaki muda yang mengangguk patuh.

“Gimana? Lo tetep engga mau gabung sama Blue Rose? Tetep mau gabung sama Red Devils aja nih?“ucap Sunho tanpa basa basi.

“Haha ga tau gue juga. Gue masuk sana (-Red Devils) juga cuma gara-gara Sejin trus sekarang udah mantan, bingung juga sih gue”ucap Seungyoun tertawa hambar.

“Udahlah cabut aja. Gabung sama gue aja”ucap Sunho santai.

“Lo lagi ngejar anak Oasis kan?“tanya Sunho tiba-tiba saat tidak mendapat tanggapan Seungyoun atas ajakan sebelumnya.

“Tau darimana lo bang?“tanya Seungyoun pura-pura terkejut.

“Semua orang juga tau kali. Anak-anak gue kemaren liat lo pas lawan Seungwoo itu. Cowonya Byungchan kan Leader Oasis?“tanya Sunho lagi dan Seungyoun mengangguk.

“Yaudahlah gabung sama gue, trus gue bisa pastiin lo bisa dapetin dia”Sunho meyakinkan Seungyoun.

“Yakin banget nih bang?“tanya Seungyoun dan Sunho mengangguk.

“Gue mikirn dulu lah cara cabut dari Red Devils soalnya engga enak juga gue sama si Jinhyuk”ucap Seungyoun sambil menyesap minuman yang telah tersedia di hadapannya.

“Gampang. Kabarin gue aja kalo udah mau cabut, nanti gue bantuin”ucap Sunho dan Seungyoun mengangguk patuh.

xposhie

Perjanjian.


Malam itu, Seungwoo sudah duduk di meja makan keluarga menyantap hidangan makan malam sesuai dengan janjinya.

“Jadi Seungwoo butuh apartment sendiri?”

Setelah keheningan beberapa saat, akhirnya ada seseorang yang membuka suara.

“Senu belum terlalu perlu sih, Pa. Cuma kalo Senu pulang terlalu malam, emang Senu lebih milih nginep di tempat Bang Jaebum atau Njun. Soalnya kasian mama kalo harus nungguin Senu”ucap Seungwoo menjelaskan.

“Jaebum sama Namjoon punya unit sendiri?“Seungwoo mengangguk menjawab pertanyaan sang papa.

“Papa sudah lihat beberapa unit untuk kamu. Tidak satu gedung dengan Jaebum atau Namjoon, tidak apa-apa?“tanya sang papa lagi dan Seungwoo mengangguk.

“Tapi papa udah nanya juga sama Om Siwan dan Om Hyunsoo perihal unit tersebut, setidaknya tidak terlalu mewah atau tidak terlalu sederhana untuk kamu dan teman-teman kamu”ucap sang papa menjelaskan.

“Papa akan kirim beberapa alamatnya dan nomer telfon yang bisa kamu hubungi. Nanti kamu bisa check dulu dan bilang papa, kamu cocok sama unit yang mana”ucap sang papa lagi dan Seungwoo mengangguk mengerti.

“Tapi ingat pesan papa. Usahakan pulang kerumah kalo papa balik dinas. Jangan terlalu sering pulang malam karena kasian mama sendirian. Jangan bawa teman wanita ke apartment kamu ya?“ucap sang papa tegas dan Seungwoo kembali mengangguk.

“Kapan kamu mau check unitnya? Perlu mama temanin?“tanya sang mama dan Seungwoo menggeleng.

“Nanti aku bareng Bang Jaebum atau Njun aja ma”ucap Seungwoo tersenyum dan sang mama pun mengangguk menyetujui.

xposhie

SPBU.


“Loh Jaebum?“Jaebum sontak menoleh ketika mendengar seseorang memanggil namanya.

“Hallo om!“ucap Jaebum menghampiri pria yang seumuran ayahnya tersebut.

“Katanya Seungwoo nginep di tempatmu? Gantian nih ceritanya? Kemaren tempat Namjoon trus malam ini tempat kamu?“ucap pria tersebut tertawa.

“Anjir! Pasti Seungwoo bohong lagi pake nama gue”ucap Jaebum dalam hatinya

“Jaebum? Seungwoo di tempat kamu kan?“tanya pria tersebut lagi dan Jaebum kembali ke alam sadarnya.

“Hah? Ah iya om! Dia kan udah tau password apartment Jaebum, jadi udah Jaebum suruh duluan aja”ucap Jaebim berbohong.

“Oh kalian sering ya nginep di tempat satu sama lain gitu?“tanya pria tersebut lagi dan Jaebum mengangguk.

“Iya om. Tapi di tempat Seungwoo jarang. Soalnya takut ganggu tante kalo nginep di rumah Seungwoo”ucap Jaebum terkekeh.

“Ah! Kamu sama Namjoon udah punya apartment sendiri ya?“tanya ayahanda Seungwoo tersebut.

“Iya om tapi beda wilayah sih, biar engga bosen disitu-situ mulu. Seungwoo engga ada rencana dibeliin unit nih om? Biar Jaebum bisa gantian nginep di tempat Seungwoo juga”ucap Jaebum tertawa.

“Ah gitu ya? Coba nanti om bicarakan sama tante. Seungwoo anak satu-satunya, suka susah dilepas sama tante”ucap ayah Seungwoo menjelaskan dan Jaebum mengangguk.

“Tenang aja om. Kan ada Jaebum, Seungwoo kan kalo sama Jaebum nurut”ucap Jaebum terkekeh.

“Bisa diatur. Nanti om minta tolong kamu aja ya biar tolong cariin unit buat Seungwoo”ucapnya lagi dan Jaebum memberikan gesture hormat.

“Siap! Gampang om. Nanti aku minta tolong Namjoon juga buat cariin unit buat Seungwoo”ucap Jaebum sopan dan ayah Seungwoo pun mengangguk.

“Yaudah om duluan ya. Bilangin Seungwoo, besok pulang soalnya kita belum makan malem bareng”ucap ayahanda Seungwoo sebelum kembali masuk ke mobil pribadinya.

“Hati-hati dijalan om!“ucap Jaebum melambaikan tangannya.

“Seungwoo kalo berhasil dapetin unit baru, gue minta traktiran ah”ucap Jaebum tersenyum arti.

*xposhie**

More than friends.


Byungchan mengetukan ujung sepatunya ke lantai berdebu itu. Sesekali dirinya menatap arloji ditangan kirinya dan tangga di hadapannya secara bergantian. Kelas Byungchan sudah selesai 10 menit yang lalu dan Byungchan sekarang sedang menunggu temannya, Seungwoo.

“Oy, engga balik?“Mingyu salah seorang teman sekelas Byungchan menyapa dan Byungchan tersenyum.

“Nunggu Seungwoo, kan bareng”ucap Byungchan santai.

“Ah nunggu pacar, lupa gue! Duluan ya Chan”ucap Mingyu dan Byungchan hanya menatap Mingyu bingung.

Pacar? Sejak kapan dirinya dan Seungwoo berpacaran? tanya Byungchan dalam hati kecilnya

“Byungchan! Lama?“tanya Seungwoo saat melihat Byungchan berdiri di depan tangga dan Byungchan menggeleng.

“Yuk balik”ucap Seungwoo merangkul Byungchan menuju parkiran.

“Pantesan gue minta nebeng engga mau! Lupa gue kalo harus mengantar sang kekasih”Kookheon, teman sekelas Seungwoo itu berbicara sambil berjalan melewati Seungwoo serta Byungchan.

“Hahahaha sialan!!“ucap Seungwoo yang berusaha mengejar Kookheon, walau gagal.

Kenapa sih orang-orang? Aku bukan pacar Seungwoo. Kita memang dekat, tapi aku bukan pacarnya, racau Byungchan dalam hati


“Chan, balik engga?“tanya Mina dan Byungchan menggeleng.

“Seungwoo latihan futsal, minta ditemenin katanya”ucap Byungchan santai.

“Minta ditemenin apa emang harus nemenin mas pacar nih?“Byungchan menatap Mingyu sinis.

“Ih Gyu, apaan sih!“ucap Byungchan sebal.

Byungchan pun keluar kelas setelah mengatakan hal tersebut kepada Mingyu. Byungchan tidak lupa untuk membelikan Seungwoo sebotol Pocari Sweat dingin kesukaan Seungwoo.

“Chan! Buat Seungwoo ya?“Byungchan menoleh dan mendapati Eunwoo sang ketua osis.

“Iya woo, dia latihan futsal soalnya”ucap Byungchan sambil mengeluarkan uang pecahan sepuluh ribu.

“Kalian itu pacaran engga sih?“tanya Eunwoo bingung dan Byungchan menatap Eunwoo lama.

“Ada gosip. Gue sih nanya dulu, dibanding salah kan”ucap Eunwoo membela diri.

“Temen doang. Deket. Udah gitu aja. Engga lebih”ucap Byungchan menjelaskan dan Eunwoo mengangguk.

Byungchan pun bergegas pergi ke lapangan futsal untuk melihat Seungwoo berlatih futsal sore itu.

“Asikkk ditunggu pacar”Seungwoo hanya tertawa mendengar celotehan yang dilontarkan teman satu timnya.

“Apaan sih. Nanti anaknya risih, pergi sana”ucap Byungchan mengusir temannya sopan.

“Iya deh iya yang mau berduaan!“ucap teman Seungwoo sebelum meninggalkan Seungwoo dan Byungchan.


“Woo! Byungchan katanya pingsan tadi pas upacara”Eunwoo sang ketua osis mengabarkan Seungwoo perihal pingsannya Byungchan ketika Seungwoo sedang berjalan ke kelasnya.

“Hah iya?“tanya Seungwoo panik dan Eunwoo mengangguk.

“Tuh anaknya masih di UKS”ucap Eunwoo lagi dan Seungwoo dengan cepat berlari ke ruang kesehatan sekolahnya.

“Katanya engga pacaran, tapi dikabarin gitu doang panik”ucap Eunwoo tidak perduli.

“Chan?“Seungwoo tiba di UKS dengan nafas terengah.

“Kamu ngapain disini, Woo? Kenapa engga masuk kelas?“tanya Byungchan bingung.

“Kata Eunwoo tadi kamu pingsan, makanya aku kesini”ucap Seungwoo sambil mengatur nafasnya.

“Aku engga apa-apa kok. Kamu balik ke kelas lagi aja ya? Aku bisa sendiri kok”ucap Byungchan berusaha mengusir Seungwoo.

“Engga lah. Aku bakalan disini aja sampe kamu agak mendingan”ucap Seungwoo tegas.

“Please, Woo. Entar anak-anak pada gosipin kita yang engga-engga lagi”ucap Byungchan putus asa.

“Aku tuh males jelasin ke setiap orang”ucap Byungchan yang mengalihkan pandangannya dari Seungwoo.

“Gosip? Gosip apaan sih Chan?“tanya Seungwoo bingung.

“Udah lupain aja. Kamu juga engga akan peduli kok, balik kelas aja ya Woo”ucap Byungchan memohon.

“Jelasin ke aku dulu, gosip apa? Aku beneran engga ngerti”ucap Seungwoo lagi.

“Gosip kalo kita pacaran, Woo. Gara-gara aku suka nebeng kamu kalo balik sekolah trus gara-gara aku suka nemenin kamu kalo latihan futsal. Anak-anak pada nyangka kita pacaran”ucap Byungchan menjelaskan.

“Ya terus?“tanya Seungwoo semakin bingung.

“Aku tuh bingung jelasin ke anak-anak gimana, secara kita cuma temen aja”ucap Byungchan pelan.

Suasana hening menyelimuti ruang kesehatan selama kurang lebih sepuluh detik.

“Kalo besok ada yang nanya, bilang aja kamu pacar aku”ucap Seungwoo datar.

“Apaan sih woo? Kenapa malah ngeiyain gosip?“tanya Byungchan malas.

“Karena aku engga mau itu cuma jadi gosip doang Chan. Aku mau itu jadi fakta, bukan gosip lagi”ucap Seungwoo lagi.

“Yaudah aku balik kelas. Kamu disini aja sampe bener-bener agak mendingan”ucap Seungwoo sebelum keluar ruang kesehatan.


“Chan, kantin yuk!“ucap Mingyu mengajak Byungchan ke kantin.

“Gue nanti nyusul sama Seungwoo aja”ucap Byungchan santai sebelum meninggalkan teman-temannya.

“Nyari siapa Chan?“tanya Seungsik teman sekelas Seungwoo ketika melihat Byungchan berdiri di depan kelasnya.

“Seungwoo. Udah ke kantin ya?“tanya Byungchan dan Seungsik mengangguk.

“Oke thank you ya, Sik!“ucap Byungchan sebelum meninggalkan Seungsik dan berlari ke kantin.

“Woo! Aku samperin ke kelas, kenapa malah duluan kesini?“tanya Byungchan merajuk. Seungwoo bingung dan hanya dapat terdiam.

“Chan, sini!!“Mingyu, Mina dan beberapa teman sekelas Byungchan memanggil Byungchan yang masih berdiri di belakang Seungwoo.

“Mau makan sama Seungwoo aja!“ucap Byungchan sambil menempatkan dirinya disebelah Seungwoo, membuat Seungwoo sedikit menggeser tubuhnya.

“Yaelah protektif amat!“ucap Jinhyuk yang duduk dihadapan Seungwoo.

“Biarin! Protektif sama pacar sendiri, emang engga boleh?“ucap Byungchan santai dan Seungwoo hanya dapat menatap Byungchan tidak percaya.


“Jadi.... Pacar nih?“tanya Seungwoo kepada Byungchan sore itu ketika mereka berjalan beriringan ke parkiran motor.

“Hm...“ucap Byungchan singkat.

“Beneran nih?“tanya Seungwoo memastikan.

“Kemaren kan kamu yang bilang engga mau ada gosip lagi? Yaudah hari ini aku patahin semua gosipnya trus jadiin semuanya fakta”ucap Byungchan antusias.

“Pacar nih sekarang?“ucap Seungwoo meledek.

“Apaan sih Woo, geli!“ucap Byungchan berjalan cepat meninggalkan Seungwoo.

“Lah Byungchan kenapa?“tanya Eunwoo yang tiba-tiba muncul disebelah Seungwoo.

“Engga ngerti. Emang pacar gue kalo lagi kumat suka begitu”ucap Seungwoo yang segera menyusul Byungchan.

“Lah gimana? katanya kemaren engga pacaran? Trus sekarang bilang pacaran? Trus gue gagal dong deketin Byungchan?“ucap Eunwoo dalam hati.

fin.

xposhie

Oasis.


Seungwoo memutar kemudi mobil Byungchan menjauhi rumahnya. Malam itu ia menggunakan nama JB sebagai alasan untuk keluar rumah. Han Seungwoo, anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, mendapatkan izin untuk keluar rumah sangat sulit jika tidak menggunakan nama kedua teman kecilnya itu. Semalam ia sudah menggunakan nama RM dan malam ini ia tidak mungkin menggunakan nama yang sama untuk kedua kalinya.

“Emang kamu engga apa-apa pake nama Bang JB, ka?“tanya Byungchan panik.

“Iya engga apa-apa kok, kan udah biasa”ucap Seungwoo tersenyum.

“Kamu tolong chat di grup Oasis ya suruh kumpul di markas, kalo Subin engga bisa yaudah engga apa-apa. Trus tolong kamu chat JB juga, bilangin dia kalo papa atau mama nanya, bilangin kalo aku nginep di apart dia”ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk patuh.

“Sekretaris pribadi aku nurut banget sih”ucap Seungwoo mengusak puncak kepala Byungchan gemas.

“Sekretaris doang nih aku?“ucap Byungchan menatap sinis Seungwoo dan Seungwoo tertawa melihat sikap kekasihnya tersebut.


“Gue kan udah sering bilang ke kalian, jangan pernah gunain kekerasan sama sekali. Kapanpun dan dimanapun ke siapapun”ucap Seungwoo ketika sudah berada di Markas Oasis.

Berbicara sedikit tentang Oasis. Jika ditanyakan bagaimana cara mereka bersatu, jawabannya tentu beragam. Sebut saja Sejun, orang yang bisa dikatakan telah mengenal Seungwoo lebih dahulu (karena mereka bertetangga) dan mempunyai hobby otomotif yang sama. Seungsik dan Heochan, bertemu dengan Seungwoo ketika mereka menghadiri sebuah pertandingan terbuka. Hanse yang bergabung karena diajak oleh Seungsik dan Byungchan yang bergabung karena ajakan Hanse. Sedangkan Subin, member terakhir mereka langsung direkrut oleh Seungwoo beberapa tahun lalu.

Markas Oasis adalah sebuah apartment hasil tabungan setiap member Oasis. Mereka dapat menggunakan markas tersebut untuk keperluan Oasis, mereka tidak boleh menggunakan markas tersebut untuk bercinta dengan orang lain, termaksud Seungwoo dan Byungchan.

“Bang, Seungyoun tuh kurang ajar sama cewek”ucap Hanse frustasi.

“Ceritain ke gue detailnya. Sik, lo diem aja. Oke?“ucap Seungwoo ketika melihat Seungsik ingin membuka suaranya.

Hanse menceritakan semuanya. Awal mulanya ketika Hanse mengadakan reuni beberapa temannya (Non-Oasis) di sebuah klub malam. Seperti klub pada umumnya, banyak orang mabuk dan orang saling menggoda. Hanse kebetulan malam itu pergi dengan beberapa teman wanita maupun prianya, salah satunya Yuna.

“Temen gue udah nolak dia ya bang. Udah dorong juga, tapi Seungyoun makin kurang ajar mau nyium Yuna”ucap Hanse menjelaskan.

“Terus?“tanya Seungwoo tenang.

“Terus gue tarik kerahnya, langsung gue tonjok. Sekali doang kok bang, beneran”ucap Hanse lagi.

“Terus kenapa lo sampe dipanggil polisi?“tanya Seungwoo bingung.

“Gue nonjok sekali, temen-temen gue yang lain kepancing trus nonjokin anak Red Devils yang kebetulan bareng Seungyoun”ucap Hanse mengakhiri.

“Kebetulan ada Jungkook, dia saksi. Makanya dia ikut kita ke kantor polisi”Hanse menambahkan.

“Kenapa lo engga ngabarin gue?“tanya Seungwoo datar dan Hanse terdiam.

“Iya gue tau, gue emang susah keluar kalo bokap lagi balik. Tapi setidaknya, tolong kasih tau gue kalo ada masalah begini”ucap Seungwoo pelan.

“Sorry bang”ucap Hanse pelan dan suasana hening beberapa saat.

“Yang, papah kamu nelfon....“ucap Byungchan mencicit dan Seungwoo seketika panik.

*(xposhie)**