semestakapila

Travelove

#Travelove.

Credit prompt: @clowningweeb Genre: fluff (?) Note: I'm not good at writing fluff. But, i'll try! Enjoy reading loves ^^ [No side pairing]


“Ah sial gue kesiangan!”

Byungchan, lelaki berusia dua puluh dua tahun dengan tinggi seratus delapan puluh enam -mungkin lebih. centimeter itu terlonjak dari kasur tipis yang berada di kamar kosnya yang jauh dari kata rapih. Setelah tersangkut selimut, menginjak sampah bekas makanan ringan hingga tersandung tas ransel jumbonya, akhirnya Byungchan berhasil dengan selamat sampai ke kamar mandi yang letaknya hanya lima langkah dari tempat tidurnya.

“Oke Byungchan! Lo mandi setelah sampe di hotel aja ya? Lo ganteng! Engga usah mandi, orang engga akan tau. Oke siap! Gue Cuma butuh sikat gigi sama cuci muka aja”

Byungchan sangat hobi bermonolog dengan dirinya sendiri. Bahkan dengan waktu yang terbilang singkat ini, Byungchan masih sempat bermonolog di depan cermin yang berada di dalam kamar mandi. Tidak butuh waktu lama, hanya menghabiskan waktu tiga menit lebih dua puluh tiga detik, akhirnya Byungchan sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi.

Byungchan keluar dari kamar mandi, lagi, kakinya tanpa sengaja menendang kaki meja yang terletak tidak jauh dari pintu kamar mandi, “Ah gila, apa gue engga bisa lebih sial dari ini?”Byungchan mengaduh sambil berjalan terpincang karena jujur, rasa kelingking yang tidak sengaja menendang kaki meja itu jauh lebih sakit dibanding yang orang gambarkan dan bermunculan di home twitter.

Handphone, Charger, Powerbank, Dompet. Apalagi, ayok Byungchan ingat barang yang harus lo bawa atau lo akan kesusahan selama seminggu ke depan”Byungchan berjalan tidak teratur di kamar kosnya. Mengambil handphone yang jatuh ke bawah tempat tidur, charger yang bahkan kabelnya sudah sedikit terkelupas, powerbank yang bahkan belum sempat diisi daya oleh Byungchan.

Setelah semua dirasa cukup, Byungchan pun mengangkat ransel yang sudah ia persiapkan selama seminggu. “Hello Byungchan, ini lo mau perang atau mau liburan? Gue bawa apaan sih berat banget”Byungchan sedikit kesusahan mengangkat dan membawa ransel yang akan menemani hari-harinya di negara orang.

Backpacker with low budget adalah bentuk liburan yang Byungchan pilih untuk mengisi waktu liburnya. Bermodalkan review beberapa travel blogger dari saluran youtube, Byungchan memilih Inggris sebagai destinasi liburannya.

Apa yang Byungchan tau mengenai negara Inggris? Harry Potter, One Direction serta David Beckham adalah hal-hal yang berhubungan dengan negara Inggris yang Byungchan ketahui. Byungchan bahkan sebenarnya tidak tahu, jika beberapa personel One Direction bukanlah penduduk asli Inggris.

Byungchan hanya memerlukan waktu setidaknya empat puluh limat menit, tidak kurang dan tidak lebih untuk sampai ke bandara. Sebenarnya Byungchan memang tidak boleh tiba di bandara lebih dari empat puluh lima menit, karena jika lebih dari empat puluh lima menit maka Byungchan harus merelakan liburannya batal karena kebodohannya.

Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh lewat empat puluh lima menit waktu Seoul, ketika pesawat yang ditumpangi Byungchan sudah lepas landas. Kelas Ekonomi adalah pilihan Byungchan dalam menyukseskan backpacker with low bugdet kali ini. Setidaknya dalam waktu dua belas jam lebih tiga puluh menit, Byungchan harus rela kaki panjangnya terlipat dan berbenturan dengan kursi penumpang di depannya.

Setelah berjibaku menahan pegal karena ruang geraknya yang minim, akhirnya Byungchan sampai di Inggris, tepatnya kota London. Puluhan koper, tas bahkan ransel sudah melewati Byungchan saat Byungchan sedang menunggu ransel besarnya, tapi sampai keadaan kosong dan semakin sedikit tas yang terlihat, Byungchan masih belum menemukan keberadaan ranselnya. Byungchan pun mulai panik, dengan wajah panik Byungchan pergi dari tempat ia berdiri selama kurang lebih tiga puluh menit, mencari keberadaan petugas yang sekiranya dapat membantunya keluar dari masalahnya tersebut. Masalah pertama yang Byungchan hadapi di negara orang.

Berbekal bahasa Inggris seadanya, Byungchan mendekati seorang wanita berpakaian serba hitam yang tersenyum ramah ketika Byungchan jalan mendekat. Byungchan menceritakan masalahnya dibantu dengan beberapa bahasa tubuh yang benar-benar memudahkannya berkomunikasi.

“Maaf atas ketidak-nyamanan-nya, mohon untuk menunggu”Itu adalah sepenggal kalimat yang di mengerti Byungchan dan disini lah Byungchan berada, di sebuah kafe yang berada di bandara guna menunggu ransel miliknya kembali.

“Oh My God! My lovely bag!!!!”Setelah menunggu lebih dari dua jam sambil menahan kantuk, akhirnya Byungchan dapat bertemu kembali dengan ransel miliknya. Bacpack yang akan menemani Byungchan selama di Inggris.

“Sekalian makan malem deh, biar sampe hotel gue bisa tidur”

Byungchan pun berjalan ke arah taksi yang berjajar rapih tepat di depan pintu keluar bandara. Byungchan sudah mempunyai list tempat yang akan ia kunjungi selama di Inggris sehingga ia tidak perlu susah-susah memikirkan ia harus kemana, kendaraan apa yang harus ia gunakan serta waktu tempuh yang ia perlukan. Semua hal tersebut sudah rapih tertulis pada peta ajaib yang berada di genggaman Byungchan.

Tepat pukul sepuluh malam waktu setempat akhirnya Byungchan sampai di hotel tempa ia menginap, “Baru sehari berasa udah seminggu, mamaaaa Byungchan mau pulang”Byungchan pun langsung merebahkan dirinya di kamar hotel sederhana yang sudah ia pesan jauh-jauh hari. Perjalanan yang Byungchan lalukan hari itu cukup melelahkan, berbagai macam drama sudah Byungchan rasakan. Jika drama yang Byungchan alami bisa masuk ke dalam nominasi piala oscar mungkin Byungchan akan mendapatkan piala penghargaan sebagai aktor terbaik.

“Oke Byungchan semangat! Baru hari pertama. Kita mandi besok aja ya”Byungchan menarik selimutnya setelah melempar asal waist bag yang ia gunakan ke sembarang arah.

Read more...