semestakapila

Antara JB dan Senu.


Seungwoo menekan bel apartment tempat berkumpul Q, dirinya sesekali mengetukan jari jemarinya di bingkai pintu di hadapannya. Jujur, Seungwoo bingung karena JB yang tiba-tiba memintanya bertemu malam-malam seperti ini. Setelah pertandingan tadi, Seungwoo memang pulang lebih cepat karena harus mengantar Byungchan pulang kerumahnya.

“Lah ngapain lo?“ucap Jackson yang kebetulan membuka pintu markas Q.

“Disuruh JB, mana tuh anak?“ucap Seungwoo dengan santai masuk ke dalam 'rumah' tim Q.

“Lagi mabok anaknya, makanya gue stay disini”ucap Jackson lagi.

Seungwoo mengedarkan pandangannya dan menemukan Bambam yang sedang duduk di depan televisi, menunggu Jackson kembali untuk melanjutkan pertandingan mereka. Sedangkan di sofa ada JB dengan sebotol wine dalam genggaman dan diluar dapat terlihat kepulan asap, menandakan bahwa ada orang di balkon apartment tersebut.

“Dateng juga lo Nyet!“ucap JB memberikan isyarat agar Seungwoo duduk disebelahnya.

“Lo engga mau cerita sesuatu gitu sama gue?“tanya JB lagi dan entah mengapa, tubuh Seungwoo menegang.

“Gue liat tadi lo kesel, pas adek gue tiba-tiba nongol bareng Sunho”ucap JB menambahkan.

“Lah dia kan adek lo, trus gabung sama tim macem itu. Ya gue emosi dong, bukannya wajar?“ucap Seungwoo santai.

“Bukan karena lo tau sesuatu?“tanya JB to the point.

Seungwoo terdiam beberapa saat.

“Lo kan pernah balik bareng na=ganter adek gue tuh, mereka engga ngomongin apa-apa gitu?“ucap JB lagi yang semakin membuat Seungwoo terdiam.

“Wuihhh ada boss besar”Seungwoo menoleh dan mendapati Mark serta Jr. muncul dari balkon apartment tersebut, orang yang menyebabkan banyaknya kepulan asap yang tadi sempat Seungwoo lihat.

Seungwoo tersenyum sambil melambaikan tangan kearah Mark serta Jr.

“Jawab Nyet!“ucap JB lagi yang membuat fokus Seungwoo kembali berpindah.

“Gue emang pernah ketemu adek lo sekali, itu pas gue nganter balik mereka. Tapi gue gatau apa-apa”ucap Seungwoo menjelaskan.

“Yakin lo? Kok adek gue bilang kalo lo engga ikut campur?“ucap JB menyerahkan ponselnya yang berisikan chatnya bersama kedua adik kembarnya. Tubuh Seungwoo kembali menegang.

xposhie

Hujan.


Mingyu menghentikan mobilnya tepat dibelakang motor sang kembaran yang sedang terparkir di pinggir jalan. Mingyu tersenyum kecil melihat adiknya yang sedang duduk berdua dengan sang kekasih karena motor yang dIgunakan mogok tanpa sebab. “Aku mau ngesingen Yuvin, kamu jangan marah sama aku ya!“ucap Mingyu sambil menoleh kearah Wonwoo yang duduk tepat disebelahnya.

Mingyu lalu memajukan mobilnya sehingga berhenti tepat di depan Yohan serta Yuvin. Yuvin yang mengetahui kedatangan kembarannya itu pun berdiri dan memerintahkan Yohan untuk berdiri juga. “Udah balik duluan aja, mau hujan”ucap Yuvin dengan nada memohon tetapi Yohan menggeleng.

“Ya kalo mau hujan kenapa? Kamu kalo nunggu disini juga bakal kehujanan kan? Abang bengkelnya juga gatau bakalan dateng jam berapa”ucap Yohan malas.

“Lo manggil bengkel mana?“tanya Mingyu yang masih setia duduk dibalik setir kemudinya.

“Bengkel biasa, katanya sih sejam lagi kesini. Engga mungkin juga gue dorong kan”ucap Yuvin santai.

“Yaudah yuk han naik! Mau hujan tuh”ucap Wonwoo yang tiba-tiba muncul dari jendela. Yohan melirik kearah Yuvin lama, mempertimbangkan apakah ia benar-benar harus ikut Mingyu pulang atau menemani Yuvin disini.

“Kalo hujan aku ada jas hujan kok! Tapi kamu tetep bareng Mingyu ya? Soalnya jas hujan aku cuma satu”ucap Yuvin sambil membukan pintu penumpang dihadapannya.

“Udah sana! Gerimis nih”ucap Yuvin sambil sesekali melirik kelangit yang sudah mulai menghitam.

“Ayok han! Kalo hujan takut macet”ucap Mingyu lagi dan Yohan pun masuk ke dalam mobil.

“Dipake buruan jas hujannya! Kamu ke pinggir ajaaa, neduh itu bawah pohon”ucap Yohan dari dalam mobil dan Yuvin hanya mengangguk sambil tersenyum.


“Iseng banget sih kamu!“ucap Wonwoo menahan senyum melihat tingkah kekasihnya.

Mingyu memang sengaja tidak pulang kerumah. Karena ia sekarang sedang memperhatikan adik kembarannya dari jauh yang sedang menunggu abang bengkel yang akan memperbaiki motor mogoknya.

“Udah diemin aja, aku aja bingung kenapa dia bisa sekalem itu”ucap Mingyu sambil sesekali melirik ke arah Yohan.

“Kamu apain Yuvin, Han? Kok jadi begitu?“tanya Mingyu dengan nada meledek.

“Hah? Aku? Engga ngapa-ngapain kok...“ucap Yohan terbata.

“Biasanya tuh dia engga akan diem anteng nungguin abang bengkel begitu. Pasti tuh motor ditinggal, trus dia nelfon bunda biar gue jemput. Soalnya kalo dia nelfon gue, engga akan gue jemput”ucap Mingyu tersenyum.

“Ujannya makin deres, Gyu! Sana ih samperin buruan”ucap Wonwoo panik.

“Bentar, ini abangnya udah deket kok katanya. Aku mau liat dia ngapain kalo abang bengkelnya udah dateng”ucap Mingyu lagi.

“Emang isengnya kebangetan sumpah!“ucap Wonwoo menggeleng tidak mempercayai kelakuan absurd kekasihnya. Sedangkan Yohan terdiam di kursi belakang, melihat Yuvin yang sedang berusaha berteduh agar tidak kehujanan.

xposhie

Pemintaan Maaf.


Yuvin asik menyantapn ketoprak di hadapnnya ketika Mingyu, kakak kembarannya duduk di hadapannya. Yuvin hanya melirik sejenak sebelum melanjutkan makannya, sedangkan Yohan meletakan sendok dan garpunya, menjeda makannya karena Mingyu yang tiba-tiba duduk dihadapan kekasihnya. Yohan menyenggol pelan lengan Yuvin, membuat kerupuk yang sedang dalam genggaman Yuvin terjatuh.

“Ah kan kerupuk aku jatoh! Engga mau tau, aku ambil kerupuk kamu”ucap Yuvin santai sambil mengambil kerupuk yang berada diatas piring ketoprak Yohan.

“Anjir gatau malu, punya cowoknya dimakan juga”ucap Mingyu malas.

“Yang, kamu denger engga? Ada yang ngomong tapi engga ada wujudnya”ucap Yuvin lagi dan Yohan hanya menggeleng tidak habis fikir.

“Sabar Mingyu. . . Orang sabar disayang Tuhan. . .“ucap Mingyu pelan.

“Yang disayang Tuhan biasanya dipanggil duluan. . .“ucap Yuvin melajutkan omongan Mingyu.

“Bangsat!!“ucap Mingyu emosi sambil menarik rambut Yuvin di hadapannya.

“Ah! Aw! Sakit goblokkk!! Mingyu taikkk!!! Lepas engga!!!!“ucap Yuvin berteriak histeris tetapi diabaikan oleh Mingyu.

“Ka. . . Lepas ka rambutnya, kasian Yuvin”ucap Yohan pelan memohon.

“Kok orang kayak gini masih dibelain sih Yo? Mau aja lagi lo pacaran sama dia”ucap Mingyu dengan tangan yang masih menarik rambut Yuvin.

“Mingyu!“sebuah suara mengintrupsi Mingyu dan dengan sigap Mingyu melepaskan tangannya dari rambut Yuvin.

Mingyu menoleh dan mendapati Wonwoo yang berdiri di belakangnya. Mingyu menelan salivanya dengan susah payah. Wonwoo pun mendekati Mingyu dan memukul pelan punggung kekasihnya tersebut.

“Aku suruh kamu minta maaf! Malah kamu jambak rambutnya”ucap Wonwoo menghela nafas berat.

“Ya lagian dia duluan yang! Aku bilang kan orang sabar disayang Tuhan eh Yuvin nambahin, katanya kalo disayang Tuhan nanti dipanggil duluan”ucap Mingyu merajuk.

“Lah emang bener! Tuhan manggil duluan orang-orang yang Dia sayang, biar engga ketemu hari kiamat”ucap Wonwoo santai sambil duduk disebelah Mingyu. Mingyu terdiam sedangkan Yuvin tertawa tanpa bersuara.

“Gimana, udah maafan belum?“ucap Wonwoo lagi, menatap Mingyu.

“Oh lo kesini mau minta maaf sama gue? Pemintaan maan pertama aja belum selesai, lo udah ngelakuin kesalahan jambak gue ckckck”ucap Yuvin dengan wajah menyebalkan.

“Anjir! Eh yang pertama engga masuk dalam kesalahan gue ya. Kan lo yang salah, segala nyebar foto gue di grup keluarga. Anak gila!“ucap Mingyu emosi. Wonwoo menatap tajam Mingyu.

“Jadi kalian mau berantem aja nih berdua? Ganggu Yohan lagi makan tuh!“ucap Wonwoo menunjuk piring Yohan yang masih tersisa setengah porsi ketoprak, Yohan tersenyum simpul.

“Udah baikan! Engga baik berantem lebih dari tiga hari”ucap Wonwoo lagi.

“Nih maafan”ucap Mingyu mengulurkan tangan kanannya dan Yuvin hanya menatap uluran tangan kakak kembarannya tersebut.

“Tuh yang! Dia yang nyebelin”ucap Mingyu kembali merajuk.

“Itu baikan!!!“ucap Yohan berbisik tapi Yuvin mengabaikannya.

“Isiin OVO gue dulu 200ribu nanti gue maafin!“ucap Yuvin singkat sebelum mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi.

“Anjir malak! 50ribu aja”ucap Mingyu tetapi Yuvin menggeleng.

“150ribu atau engga sama sekali?“ucap Yuvin lagi.

“Emang anak setan lo!“ucap Mingyu kembali emosi.

“Kalo gue anak setan. lo kembaran anak setan. Gue bilangin bunda ya kalo lo ngatain bunda setan”ucap Yuvin menyebalkan.

“100ribu deh, saldo OVO gue tinggal 250ribu soalnya”ucap Mingyu memelas.

“125ribu, take it or leave it”ucap Yuvin lagi dan Yohan hanya menggeleng melihat tingkah pacarnya.

“Kamu udahan belum makannya? Balik yuk!“ucap Yuvin mengajak Yohan pulang dan Yohan mengangguk.

“Kalo sampe nanti malem saldo OVO gue belum bertambah, gue bilangin bun...“ucapan Yuvin terpotong karena ucapan Mingyu selanjutnya, “udah nih 125ribu”ucap Mingyu memperlihatkan layar ponselnya.

“Terima kasih kakak kembaranku! Adikmu pulang duluan yaaaa!!! Jangan kemaleman kalo mau pacaran!!“ucap Yuvin sebelum menarik Yohan pelan dan meninggalkan Mingyu serta Wonwoo dikantin.

“Saldo akuuuu”ucap Mingyu merajuk ke sang kekasih.

“Nanti pake OVO aku kalo kamu mau beli chatime!“ucap Wonwoo tersenyum.

xposhie

I Love You.


Pagi itu Yohan sedang disibukan dengan kegiatan rutinnya di sebuah panti yang letaknya dipinggiran ibukota.

“Kenapa engga langsung masuk?“ucap Yuvin ketika membuka pintu apartmentnya untuk Yohan. Yohan hanya memberikan senyum andalannya sambil berkata, “Siapa tau lo lagi kumpul kebo, nanti gue shock trus serangan jantung kan lo juga yang repot”ucap Yohan santai.

“Omongan lo ya! Emang gue cowo apaan”ucap Yuvin menarik pelan rambut Yohan yang sudah berdiri beberapa langkah di depannya. “Anjir! Sakit, Yuvin!!!“ucap Yohan merajuk yang membuat Yuvin tertawa melihat ekspresi Yohan barusan.

“Termaksud jenis cowo apakah Song Yuvin yang berani Make Out sama cewek di tempat umum sampe diliatin mahasiswa & mahasiswi dari fakultas lain?“ucap Yohan santai.

“Bangsat! Lo liat juga?“tanya Yuvin penasaran.

“Yakali, kalo gue engga liat ya mana gue tau kalo lo punya kemampuan yang kayanya diatas rata-rata itu”ucap Yohan lagi.

“Jadi lo mengakui nih kemampuan kissing gue diatas rata-rata?“Yuvin berkata dengan nada sombong.

“Belum bisa gue kasih testimoni, soalnya kan gue baru ngliat belum ngerasain. . .“ucap Yohan santai.

”. . . Belum ngerasain diajarin lo maksudnya ya! Kalo lo ngajarin gue bener dan terbukti pro, ya gue harus akuin itu”ucap Yohan lagi menambahkan dan Yuvin hanya dapat tersenyum gemas.

“Yaudah mau mulai darimana?“ucap Yuvin santai.

Singkat Cerita, Yohan dan Yuvin adalah sepasang sahabat yang sudah mulai bersahabat sejak kelas sepuluh sekolah menengah atas. Yuvin adalah seorang anak populer sejak dahulu dan sering berganti pasangan, sedangkan Yohan? Dia adalah anak pendiam yang lebih banyak mendengarkan celotehan dari sahabatnya.

”. . . Ya gue gatau? Kan gue belum pernah”ucap Yohan pelan dan Yuvin tertawa puas.

“Yaudah sini”ucap Yuvin menepuk pelan pahanya, mengisyaratkan agar Yohan duduk dipangkuannya.

“Hah? Harus dipangku? Lo kemaren berdiri kok”ucap Yohan lugu.

“Ya kan itu udah sesama expert, ini gue mau ngajarin loh. Sebagai guru yang baik, gue mau murid gue nyaman. Udah buruan sini”ucap Yuvin lagi dan Yohan menurut.

“Udah terus, gimana?“ucap Yohan yang sudah duduk diatas pangkuan Yuvin. Tanpa sepengetahuan Yohan, YUvin tersenyum melihat tingkah Yohan yang menggemaskan.

“Bibir gue disini loh”ucap Yuvin yang mengangkat dagu Yohan agar mata mereka saling beradu tatap. Wajah Yohan memanas, beberapa kali Yohan mengerjapkan matanya membuat ia terlihat semakin menggemaskan.

Yohan melepas tangan Yuvin yang masih berada di dagunya. Beberapa kali Yohan berdeham untuk mencairkan suasana hatinya. Beberapa kali juga Yohan mengalihkan pandangannya dari Yuvin.

“Jadi mau pangku-pangkuan aja? Engga jadi belajar?“tanya Yuvin setengah berbisik.

Yohan menatap Yuvin tajam. Yohan menarik nafasnya panjang sebelum mengalungkan tangannya di leher Yuvin dan menarik tengkuk Yuvin agar mendekat ke arahnya. Yohan spontan mencium bibir Yuvin, pergerakannya berantakan. Yuvin yang mendapat serangan tiba-tiba hanya dapat membelalakan matanya tidak percaya.

Akhirnya, setelah beberapa saat Yohan melepaskan bibirnya dari bibir Yuvin. Dada Yohan naik turun, Yohan terengah karena kegiatan yang baru saja ia lakukan. Yohan menatap Yuvin dengan tatapan bertanya. Bertanya apakah apa yang ia lakukan sudah tepat atau belum.

Yuvin tersenyum miring, “pelan-pelan, engga usah buru-buru”ucap Yuvin tersenyum. Yohan pun berniat melepaskan rangkulan tangannya ddari leher Yuvin sebelum Yuvin menahannya.

“Udah biarin, tangannya tetep disini. Udah bener kok”ucap Yuvin sambil mengusap bibir Yohan yang mulai memerah. Jantung Yohan berdetak lebih cepat dari biasanya. Yuvin kembali tersenyum dan menarik pelan pinggang Yohan agar mendekat dengan tubuhnya.

“Rileks...“ucap Yuvin berbisik tepat ditelinga Yohan ketika ia merasakan tubuh Yohan menegangkan kala Yuvin menarik pinggangnya tadi.

“Ikutin aja, jangan ditahan... Badannya rileks aja engga usah tegang...“ucap Yuvin dengan nada yang kelewat rendah sehingga membuat bulukuduk Yohan berdiri.

Yuvin kembali mengusap bibir Yohan sebelum menyapukan bibirnya dengan bibir Yohan. Tubuh Yohan kembali menegang, tetapi Yuvin dengan sigap mengusap punggung Yohan agar membuat Yohan lebih rileks.

Yuvin mulai melumat bibir Yohan yang masih tertutup rapat. Yuvin juga beberapa kali mengigit bibir bagian atas maupun bibir bagian bawah milik YOhan secara bergantian. Yohan sesekali menjambak pelan rambut Yuvin karena ia merasakan sensasi aneh yang ia rasakan.

“Buka bibirnya...“ucap Yuvin dalam ciumannya dan Yohan mengikuti perintah Yuvin. Lidah Yuvin mulai mencoba masuk kedalam mulut Yohan dan sempat membuat Yohan terkejut. Lumatan Yuvin semakin menggila,

“Ikutin gerakan aku...“tanpa disadari, Yuvin sudah mengganti kata pengganti orang yang ia gunakan dari gue menjadi aku. Yohan kembali menuruti Yuvin, ia menyeimbangi pergerakan bibir serta lidah Yuvin.

Pergerakan bibir keduanya semakin seimbang, membuat Yuvin ingin mengeksplor lebih dalam bibir Yohan. Yuvin mengusap punggung Yohan dengan lembut dan Yohan masih asik menarik pelan rambut Yuvin. Yohan dan Yuvin terbuai dalam permainan mereka sore itu hingga tanpa mereka sadari mereka mulai kehilangan oksigen.

Yohan beberapa kali memukul pelan dada Yuvin, mengisyaratkan jika ia sudah hampir kehabisan nafas. Tetapi Yuvin yang masih terbuai dengan bibir Yohan tetap fokus pada kegiatannya. Bahkan tangan Yuvin dengan lancangnya mulai masuk ke dalam kaos yang dikenakan Yohan dan mengusap punggung Yohan dari balik kaosnya.

Yohan akhirnya mengigit bibir Yuvin kencang, sehingga membuat Yuvin melepaskan lumatannya. Yohan terengah begitu juga Yuvin. Yuvin menyadari jika ia hampir saja kelewatan batas. Yuvin tersenyum sebelum mengusap bibir Yohan yang mulai membengkak.

“Sorry... Gue kelepasan”ucap Yuvin pelan.

Tanpa Yuvin sadari, Yohan kembali mengalungkan tangannya kebagian tengkuk Yuvin dan berbisik, “belajarnya boleh dilanjut?“ucap Yohan pelan dan Yuvin refleks tersenyum.

“Tapi jangan disini...“ucap Yuvin sambil menggendong Yohan dan membawanya masuk ke dalam kamar pribadinya.

Special Note: Yohan dan Yuvin sebenarnya menyukai satu sama lain. Tetapi mereka saling menyembunyikan rasa karena mereka takut jika hubungan mereka sebagai sahabat akan putus jika rasa yang mereka pendam tidak terbalaskan

xposhie

A Blue Rose.


A Blue Rose are often used to symbolise secret or unattainable love seperti makna tersebut, Park Sunho menamai tim miliknya Blue Rose karena ia menganggap bahwa tidak ada satupun tim yang dapat menjangkau kehebatan Blue Rose, selain itu banyak rahasia di dalam tim yang hanya diketahui oleh dirinya serta anggotanya.

Seungwoo, Jaebum dan Namjoon serempak berdiri dan berjalan ketika Sunho dan pasukannya datang. “Sorry telat, ada trouble sedikit”ucap Sunho sombong.

“Jadi. . . Siapa malem ini yang bakal turun dari Oasis, Dionysus dan Q?“ucap Sunho lagi.

“Oiya, sebelumnya gue mau ngenalin ke kalian dua anggota baru sekaligus anggota termuda gue yang juga bakalan langsung turun malem ini, Im Jaewoo dan Im Woonjae”seluruh anggota Blue Rose berteriak histeris ketika pemimpin mereka mengumumkan sebuah pengumuman malam itu.

Berbeda dengan anggota Blue Rose yang antusias, anggota Oasis, Dionysus serta Q terkejut dengan pengumuman yang diumukan Sunho tadi. Terlebih pimpinan Q, JB yang juga merupakan kakak kandung Jaewoo dan Woonjae.

Jaewoo dan Woonjae berdiri masing-masing disebelah kanan dan kiri Sunho, tepat berhadapan dengan Seungwoo, Jaebum dan Namjoon. “Bangsat!“Jaebum mulai mengelurkan sumpah serapahnya tepat ketika kedua adik kembarnya berdiri di depannya.

“Jadi gimana? Kayanya lo belum tau ya kalo adek lo bakalan gabung sama tim gue?“ucap Sunho tersenyum miring. Jaebum menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya.

“Jadi... siapa yang maju dari tim lo?“ucap Sunho sedikit mengejek.


“Lo emosi! Engga bisa lo nyetir dalam keadaan kayak begitu”ucap Jinyoung ketika diskusi sedang berlangsung di dalam kubu Q.

“Itu adek gue! Gue harus pastiin kita menang, biar gue bisa bawa adek gue balik”ucap Jaebum emosi.

“Jadi lo engga percaya sama kemampuan kita nih bang?“ucap Youngjae malas.

“Ssttt...“Mark menahan Youngjae yang mulai tersulut emosi karena ucapan Jaebum tadi.

“Gue sama Bams aja yang maju bang, lo duduk aja”ucap Yugyeom mengakhiri perbincangan di dalam kubu Q.


Jaewoo dan Woonjae dari Blue Rose malam itu akan berhadapan dengan Yugyeom dan Bambam dari Q serta Hanse dan Sejun dari Oasis juga Jhope dan Jimin dari Dionysus.

“Udah santai...“ucap Mark menenangkan Jaebum.

Disisi lain, Seungwoo merutuki kebodohannya. Jaewoo dan Woonjae benar-benar bergabung dengan Blue Rose jadi malam itu yang ia lihat benar. Mereka bukan hanya sekedar teman biasa.

“Woo... tenang, bisa?“ucap Byungchan mengusap punggung kekasihnya agar sedikit lebih relax.

xposhie

Woonjae & Jaewoo.


“Yang, kamu kenal adeknya JB kan?“tanya Seungwoo malam itu setelah pulang berbelanja bersama Byungchan. Byungchan menoleh kearah kekasihnya yang sedang fokus melihat ke satu titik di sudut sebuah ruko pinggir jalan.

“Iya kenal, kenapa?“tanya Byungchan polos.

“Liat deh, itu mereka bukan sih?“tanya Seungwoo menunjuk sebuah titik yang sejak tadi sedang menjadi pusat perhatiannya.

“Mereka ngapain deh? Itu bukannya anak-anak Blue Rore ya?“tanya Byungchan memastikan.

“Ah sialan!“Seungwoo memutar kemudi mobilnya sebelum memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.

“Nu, engga usah ikut campur deh”ucap Byungchan menahan lengan Seungwoo yang akan melangkahkan kakinya keluar dari mobil.

“Mereka udah kayak adek aku loh, Chan... Engga apa-apa kok, tinggal mereka berdua doang itu, udah engga ada anak Blue Rose“ucap Seungwoo mengusap puncak kepala kekasihnya.

Seungwoo akhirnya keluar dari mobil dan menghampiri Jaewoo dan Woonjae yang masih berdiri di depan sebuah ruko yang sudah tutup. Beberapa anggota Blue Rose yang sebelumnya bersama mereka, sudah pergi beberapa menit lalu.

“Oy! Ngapain disini udah malem?“ucap Seungwoo santai.

“Eh Bang Senu... Ngapain bang disini?“ucap Woonjae terkejut.

“Gue nanya kok malah ditanya balik”ucap Seungwoo dengan tawa hambar.

“Oh... Kita mau balik kok bang! Ini habis main sama temen...“ucap Jaewoo kali ini.

“Gue anterin deh yuk!“ucap Seungwoo masih dengan sikap santainya.

“Engga usah deng, bang... Kita naik taksi aja. Ngerepotin, engga enak!“ucap Woonjae gelagapan.

“Yaelah! Abang kalian udah sering lebih ngerepotin hidup gue kok, udah santai aja. Yuk buruan!“ucap Seungwoo lagi yang akhirnya disetujui Woonjae dan Jaewoo.

“Selamat malam!!!“Byungchan menyapa ketiga pria yang kompak membuka pintu mobil Seungwoo. Seungwoo tertawa karena ulah gemas kekasihnya, tetapi Woonjae dan Jaewoo terkejut karena tidak menyangka ada Byungchan di dalam mobil Seungwoo.

“Woonjae... Jaewoo... Gue bener kan?“ucap Byungchan gemas.

“Kebalik bang... Aku Jaewoo, ini Woonjae”ucap Jaewoo tersenyum dan Byungchan mengangguk mengerti.

“Kalian mirip banget! Gue bingung hahaha”ucap Byungchan lagi yang berhasil mendapatkan hadiah sebuah cubitan pelan dari Seungwoo.

“Sorry nih bukan gue mau ikut campur, kalian kenal sama anggota Blue Rose?“tanya Seungwoo tiba-tiba setelah hening beberapa saat. Woonjae dan Jaewoo terdiam.

“Tadi kita liat kalian ngobrol sama beberapa anak Blue Rose, kalian tau kan kalo yang ngobrol sama kalian itu anak-anak Blue Rose?“tanya Byungchan tanpa ada sedikitpun nada mengintervensi.

“Hah? Oh... Yang tadi ya bang? Itu... Temennya Woonjae... Emang kenapa bang?“ucap Jaewoo sedikit terbata.

“Lo kenal Jae? Temen-temen lo anak-anak Blue Rose ternyata?“kali ini Seungwoo yang bertanya.

“Eh... Iya bang... Kebetulan itu... tadi ketemu, cuma say hai... udah gitu aja”ucap Woonjae sambil sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Yaudah kalo emang cuma temen aja sih, tapi gue cuma mau bilangin sama kalian. Gue, Byungchan sama Abang kalian emang anak Gang mobil, kita tau mana gang yang emang baik dan mana gang emang yang kerjaannya nyari ribut mulu. Gue cuma pesen aja, kalo bisa jangan terlalu deket sama anak-anak Blue Rose ya?“ucap Seungwoo yang dijawab anggukan oleh Jaewoon maupun Woonjae.

xposhie

Twitter.


Seungyoun tertawa terbahak sambil menggulir layar ponselnya. Sejin sang kekasih tersenyum dari arah dapur melihat kelakuan kekasinya tersebut. “Kenapa sih, seneng banget kayanya?“ucap Sejin meletakan dua buah cangkir berisi teh hijau ke atas meja.

Seungyoun menghapus air matanya yang keluar karena tertawa berlebihan tadi. Seungyoun membuka lebar kedua lengannya, menyambut sang kekasih agar ikut bersamanya merebahkan diri di sofa ruang tamu. Sejin tersenyum sebelum mengikuti kemauan Seungyoun. Sejin berbaring di depan Seungyoun dengan tangan Seungyoun sebagai bantalannya. Kepala Seungyoun sengaja ia letakan di puncak kepala Sejin karena aroma shampo Sejin adalah kesukaan Seungyoun.

“Liat deh yang! Aku lagi scroll twitter, lucu-lucu banget masa”ucap Seungyoun memperlihatkan layar ponselnya kehadapan sang kekasih. Sejin meneliti satu persatu cuitan penggemar mereka berdua.

Malam itu, Seungyoun memang sengaja mencari nama mereka berdua di kolom pencarian di salah satu media sosial bergambar burung biru. Seungyoun terkejut karena begitu banyak hasil yang muncul saat ia menuliskan nama Seungyoun Sejin pada kolom pencarian.

“Masa ada yang nyuruh aku share foto kamu pas Seoul Fashion Week tahun lalu! Ih padahal itu konsumsi pribadi”ucap Seungyoun sombong.

“Iseng banget! Upload ajalah satu, kamu kan foto aku agak banyak bahkan ada videonya, kan? Satu foto aja cukup kayanya”ucap Sejin tersenyum.

“Satu foto cukup membuat gempar satu timeline twitter maksud kamu?“ucap Seungyoun lagi dan mereka berdua serempak tertawa.

“Ini juga apaan sih, katanya kita suruh hangout bareng kayak yang lain? Hm... Kalo sama kamu sih enakan kelon dirumah kayak gini”ucap Seungyoun sambil memeluk erat Sejin sehingga membuat Sejin berteriak karena kesulitan bernafas.

“Apa kita upload instastory aja berdua begini?“tanya Seungyoun tiba-tiba.

“Eh! Kalo gila jangan kebanyakan, bagi ke yang lain”ucap Sejin menepuk pelan lengan Seungyoun.

“Lagian aku tuh gregetan! Kita dibilang engga pernah hangout bareng, padahal sih kita berdua lebih dari itu”ucap Seungyoun sebal.

“Hahaha kenapa jadi bete? Mau bisa show off kayak Seungwoo Byungchan?“tanya Sejin dan Seungyoun mengangguk.

“Biarin lah, orang-orang punya cara sendiri-sendiri. Kamu kan engga pacaran sama Byungchan dan aku juga engga pacaran sama Seungwoo, jadi yaudah kita dijalan kita sendiri aja”Sejin memberikan kecupan singkat dipipi Seungyoun saat mengakhiri penjelasannya.

“Yang, liat ini deh”Seungyoun mengambil pelan ponselnya dari tangan Seungyoun dan membuka galeri ponselnya, lalu menunjukan sebuah foto hasil editan sang penggemar.

“Hah? Ini editan? Bersih banget dong!“ucap Sejin terpukau.

“Ini pas kita idol radio kan? Aku kok terharu yaaa, mereka berbakat banget”ucap Sejin lagi.

“Jangan nangis ah cengeng deh!“ucap Seungyoun mengacak-acak rambut Sejin gemas.

“Oiya! Nih banyak juga yang salty tau, katanya kita tuh engga pernah ada moment apapun trus kok bisa banyak yang ship-shipin gituuu”ucap Seungyoun.

“Apaan? Ship? Kapal-kapalan? Kapal api? AKu engga ngerti hahahaha”ucap Sejin yang tertawa tiba-tiba.

“Jin. . . diem bisa engga?“ucap Seungyoun serius yang berhasil membuat Sejin terdiam.

“Please, kamu tuh jangan gemes-gemes. Diem donggg, nanti aku kebablasan gigit kamu”ucapan Seungyoun tersebut berhasil membuat Sejin mencubit pelan perut Seungyoun.

“Aw! Sakit ih yaaaangggg, tega banget”ucap Seungyoun mengaduh dan Sejin pun tertawa karena melihat wajah kekasihnya yang kesakitan.

“Orang yang engga suka sama kita, bakalan ada dimanapun kita berada. Mau kita tiba-tiba pindah ke Milan atau manapun, pasti tetep aja ada omongan orang yang engga enak tentang kita. Selama omongan tersebut engga ngerugiin kita, yaudah lah diemin aja. Engga perlu umbar kemesraan di depan publik. Kisah kita bukan buat orang lain, tapi buat kita berdua aja. Ngapain orang lain harus tau kalo kita berdua aja yang tau udah bikin kita bahagia, kan?“ucap Sejin panjang lebar.

Sejin melirik kearah Seungyoun yang ternyata sedang menatapnya tajam. Wajah Sejin memerah dan membuat Sejin menyembunyikan wajahnya di dada Seungyoun karena malu dengan kata-kata yang baru saja ia lontarkan.

“I love you”ucap Seungyoun tiba-tiba sebelum memberikan kecupan panjang dipuncak kepala Sejin dan memeluk erat Sejin.

xposhie

Time Machine


Latar Waktu: 2020

“Kamu yakin?“Sejin berjalan pelan di belakang Seungyoun dengan sebelah tangan yang masih setia digenggam Seungyoun. Seungyoun mengangguk sambil tersenyum.

“Nanti ketauan Mr. Lee!“ucap Sejin panik tetapi Seungyoun menggeleng meyakinkan.

“Mr. Lee lagi cuti dan pergi ke Canada sepulu hari! Kita gunain alat ini palingan cuma lima hari aja kok”ucap Seungyoun.

Sejin mengernyitkan keningnya bingung sambil menatap Seungyoun sahabatnya yang sedang sibuk memasukan kode untuk membuka pintu dihadapannya.

Singkat cerita, Seungyoun saat ini sedang bekerja paruh waktu di Laboraturium milik Mr. Lee. Seungyoun terbiasa melihat Mr. Lee bekerja walaupun tugas utamanya di Lab tersebut hanya membersihkan Lab dan memastikan Lab selalu bersih.

“Emang kamu bisa makenya? Nanti kalo kita engga bisa balik gimana?“tanya Sejin ragu ketika Ia dan Seungyoun sudah berada di sebuah ruangan yang berisi peralatan yang ia tidak ketahui nama serta kegunaannya.

“Aku pernah kok ngeliat Mr. Lee make alat ini! Bahkan aku pernah dimintain tolong Mr. Lee buat nyoba alat ini, jadi Mr. Lee yang masuk ke alat itu dan aku yang ngendaliin darisini”ucap Seungyoun menjelaskan.

“Trus. . . Kita cara balik kesini gimana? Kan engga ada yang ngendaliin dari sini?“ucap Sejin masih dengan kebingungan.

“Kamu tuh banyak nanya kayak mama aku! Ini Mr. Lee udah nyiptain remote control yang bisa ngendaliin alatnya dari jauh. Tenang aja, Mr. Lee itu menang Olimpiade Fisika. Bahkan dia pas Ujian Nasional dapet 100 pas ujian Fisika!“ucap Seungyoun semangat.

“Trus hubungannya sama kita apa? Kan yang bakalan pake alat itu kita, trus yang ngendaliin kita juga. Nilai fisika kamu sama aku cuma beda 10 point loh Youn!“ucap Sejin menggeleng tidak percaya.

“Ck Jin! Bukan itu maksud akuuuu. Maksud aku tuh, semua alat ini diciptain sama Mr. Lee yang Genius jadi aku yakin banget, engga akan ada kesalahan sama sekali”ucap Seungyoun yang mulai menekan beberapa tombol dihadapannya.

“Kita mau pergi ke tahun berapa?“tanya Seungyoun kepada Sejin dan Sejin hanya dapat terdiam melihat Seungyoun.

“Ah kamu diajak ngomong malah diem! Yaudah kita pergi ke 15 tahun lagi, pas umur kita udah 39 tahun. Gimana?“tanya Seungyoun lagi.

“Youn. . . Kamu yakin?“bukannya menjawab pertanyaan Seungyoun, Sejin malah mencengkram lengan Seungyoun, ketakutan.

“Percaya sama aku, okay?“ucap Seungyoun. Sejin menatap Seungyoun beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk setuju.

“Yaudah kamu siap-siap disana! Aku bakalan tekan Enter trus lari kesana juga”ucap Seungyoun.

“Kita lari bareng aja, gimana?“ucap Sejin yang masih ketakutan. Seungyoun tertawa dan akhirnya mengangguk mengiyakan permintaan Sejin.

Seungyoun pun melanjutkan kegiatannya dan memagkhirinya setelah menekan angka 2035 sebelum akhirnya ia menekan tombol Enter dan menarik Sejin untuk berdiri di tengah ruangan. Sejin melayangkan pandangannya dan mengeratkan genggamannya pada lengan baju Seungyoun.


Latar Waktu: 2035

“Hoek. . . Hoek. . .“Sejin mengusap punggung Seungyoun sambil sesekali memijat pelan tengkuk Seungyoun. Perjalanan mereka menuju masa depan membuat Seungyoun mual.

“Lagian sih kamu sok-sokan. . .“ucap Sejin yang terlihat cemas.

“Aku kan gatau kalo bakal sepusing itu, Jin. . .“ucap Seungyoun sambil membasuh wajahnya dengan air.

“Yaudah yuk! Kita cari minuman anget dulu, biar perut kamu juga agak anget”ucap Sejin dan Seungyoun mengangguk setuju.

Tidak perlu berjalan jauh, Seungyoun dan Sejin sudah menemukan toko serba ada. Sejin menahan langkah Seungyoun yang akan membuka pintu toko tersebut.

“Kamu bawa uang? Inget, kita ada di tahun 2035 dan bukan 2020. Kalo uangnya beda gimana?“ucap Sejin berbisik dan Seungyoun menatap Sejin bingung.

“Yaudah masuk dulu, kita lihat orang-orang bayar pake apa! Engga mungkin kan kalo mereka engga terima uang Cash ?“ucap Seungyoun takut-takut.

Akhirnya Seungyoun dan Sejin mantap melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam toko tersebut. Beberapa kali mereka berhasil dibuat terkejut, karena kemajuan teknologi di era tersebut.

“Jin. . . Mahal banget! Masa sekarang harganya 35,000?“ucapan Seungyoun yang kelewat kencang membuat beberapa orang menoleh kearahnya. Sejin pun menghampiri Seungyoun dan mencubit pelan pinggang Seungyoun.

“Sssttt. . . Kamu tuh kalo ngomong pelan-pelan aja! Diliatin orang tau. Udah itu beli teh anget aja, engga usah liat yang lain”ucap Sejin pelan.

Akhirnya, Seungyoun dan Sejin memilih membuat segelas teh manis hangat.

“Wah gilaaa. . . 23,000 buat teh beginian doang padahal kalo kita balik tuh harga 8,000 udah paling mahal”ucap Seungyoun lemas.

“Udah enakan perutnya?“ucapa Sejin tanpa memperdulikan rajukan Seungyoun sebelumnya. Seungyoun mencebikan bibirnya dan menatap Sejin sayu, Ia pun menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Sejin sebelumnya.

“Papiiiii. . .“Sejin dan Seungyoun menoleh dan mendapati anak berumur sekitar 5 tahun berlari kecil kearah mereka. Sejin dan Seungyoun beradu tatap.

“Papiiii. . .!“Anak lelaki tersebut memeluk kaki Sejin yang semakin Sejin kebingungan.

“Aku cari papi sama papa daritadi! Aku kira aku ditinggal. . .“ucap anak lelaki tersebut sambil tersedu.

“Hey kids! Nama kamu siapa?“tanya Seungyoun.

“Ih!! Papa lupa sama nama anak sendiri? Papiiii. . . Papah jahat sama Dohyon. . .“ucap anak tersebut merajuk kepada Sejin.

Sejin mengercapkan matanya berulang kali sebelum mengusap puncak kepala anak lelaki yang sekarang sudah berada di atas pangkuannya.

“Dohyon anak pinter. . . Hm? Tadi Dohyon emang darimana? Kenapa bisa pergi jauh-jauh dari papi?“tanya Sejin lembut. Seungyoun menatap Sejin penuh dengan tanya.

“Tadi tuh Dohyon pergi lihat mainan. . . Trus pas Dohyon balik badan, Papa sama Papih udah engga ada! Aku sedih. . . Dohyon kira papa sama papi mau ninggalin Dohyon”ucap anak tersebut lagi. Sejin tersenyum sambil mengusap air mata yang masih membekas di pipi anak lelaki tersebut.

“Papi mau lihat hape Dohyon, boleh?“tanya Sejin dan anak lelaki tersebut mengangguk.

“Dohyon mau es krim, engga? Beli sendiri ya, sayang? Papa sama Papi tunggu sini”ucap Seungyoun tiba-tiba sambil memberikan beberapa lembar uang yang membuat anak lelaki tersebut tersenyum cerah.

“Youn. . .“Sejin memperlihatkan Wallpaper ponsel anak lelaki yang sekarang sedang asik memilih es krim sendiri. Foto yang menjadi Wallpaper ponsel tersebut adalah foto Seungyoun dan Sejin yang sedang menggendong seorang anak lelaki yang sepertinya masih berusia dua tahun.

“Jin. . .“Seungyoun menunjuk case belakang ponsel tersebut dan disana tertera dua buah nomer ponsel yang sepertinya milik orang tua anak tadi.

Hai there! Jika kalian menemukan ponsel ini atau anak yang mempunyai ponsel ini, mohon bantuannya untuk menghubungi kami: Seungyoun: 098-789-xxxx Sejin: 098-765-xxxx Kami tahu ada orang baik! Terimakasih

Sejin mencatat nomer ponsel yang tertera dibelakang ponsel tersebut sebelum sebuah suara kembali memanggilnya.

“Uang papa kurang! Aku cuma bisa beli dua es krim, siapa mau?“ucap anak kecil tersebut gemas. Sejin tersenyum dan kembali memangku anak lelaki tersebut.

“Buat kamu dua-duanya! Karena kamu hari ini udah jadi anak baik”ucap Sejin sambil mengusap lembut rambut anak lelaki tersebut.

Suasana hening menyelimuti mereka bertiga. Hanya sesekali ada suara kecil Dohyon yang berteriak ketika menirukan suara burung berkicau. Sejin menatap Seungyoun, entah mengapa tiba-tiba wajah Sejin memerah ketika mengingat bahwa anak yang sedang ia pangku merupakan anaknya dan Seungyoun dari masa depan.

“Papi. . . Kita engga pulang? Kita mau disini sampe kapan?“ucap anak kecil tersebut sambil sesekali menguap.

“Eh. . . Ah. . . Itu. . . Ayok. . .“ucap Sejin terbata.

Sejin pun menggendong anak lelaki yang sudah mulai mengantuk tersebut dan memberikan kode agar Seungyoun mengikutinya.

“Kita mau kemana?“ucap Seungyoun pelan dan Sejin menggeleng tidak tahu.

“Kamu bisa tolong telfon orang tua Dohyon?“tanya Sejin pelan dan Seungyoun terdiam.

”. . . Kan orang tuanya itu kita?“ucap Seungyoun pelan, sangat pelan yang membuat wajah Sejin kembali memerah.

“Hm. . . Kan dimasa depan? Aku yakin, kita dimasa ini pasti baru sadar kalo Dohyon hilang. . .“Tepat setelah Sejin mentakan hal tersebut, ponsel Dohyon berdering.

Papi is calling

“Kamu nelfon Jin!“ucap Seungyoun panik.

“Ya angkat dong!!!“ucap Sejin yang juga ikut panik.

Seungyoun pun akhirnya menerima panggilan telfon tersebut. Aneh rasanya berbicara dengan Sejin di masa depan ketika dirinya sedang bersama Sejin dari masa lalu. Seungyoun memutus panggilan telfonnya sebelum akhirnya mengembalikannya kepada Dohyon.

“Mereka mau jemput Dohyon disini. . .“ucap Seungyoun pelan. Sejin kembali terduduk di kursi dengan Dodo yang sudah tertidur di dekapannya.

“Kita titipin dia aja gimana? Sama karyawan di dalam? Kita engga mungkin ketemu kita, Jin. . .“ucap Seungyoun yang sempat memikirkan kata-katanya karena bingung.

“Aku takut. . . Kalo mereka orang jahat gimana. . .?“tanya Sejin sedih. Seungyoun menarik nafas berat.

“Yaudah, kita tungguin dari jauh aja, gimana?“tanya Seungyoun dan Sejin mengangguk.

Sejin pun mendudukan Dohyon secara hati-hati di kursi yang sebelumnya ia tempati. Ia dan Seungyoun berjalan menjauhi tempat tersebut. Seungyoun dan Sejin memperhatikan Dohyon yang sedang pulas tertidur tersebut hingga dua orang keluar dari sebuah mobil mewah. Seungyoun dan Sejin beradu tatap.

“Beneran kita, Jin. . .“ucap Seungyoun pelan dan lagi wajah Sejin memerah.

Di hadapan Seungyoun dan Sejin saat ini adalah diri mereka dimasa depan dimana Sejin dengan wajah panik memeluk dan menggendong Dohyon yang masih pulas tertidur. Sesekali Sejin mengecupi puncak kepala anak lelaki tersebut. Sedangkan Seungyoun mengedarkan pandangannya, mencari seseorang yang tadi sempat menerima panggilan telfon Sejin.

Seungyoun dan Sejin akhirnya memutuskan membawa Dohyon masuk ke dalam mobil dan pergi menjauh meninggalkan tempat tersebut. Seungyoun dan Sejin dari masa kini pun keluar dari persembunyian mereka. Hening kembali menyelimuti mereka berdua.

“Balik aja yuk, Jin?“tanya Seungyoun kikuk dan Sejin mengangguk setuju.

Seungyoun pun menekan beberapa tombol disebuah alat yang ia pegang saat ini yang akan membawa mereka kembali ke tahun 2020.


Latar Waktu: 2020

Sejin dan Seungyoun terdiam duduk di sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari Lab Mr. Lee berada. Dua buah gelas yang isinya tinggal setengah, menjadikan saksi bahwa mereka berdua sudah cukup lama duduk di kursi tersebut.

“Jin. . .“Seungyoun akhirnya mencairkan suasana dan memperlihatkan sebuah foto kepada Sejin.

“Kamu ngirim fotonya? Aku mau!!“ucap Sejin antusias dan Seungyoun tersenyum sebelum mengirimkan fotonya kepada Sejin.

“Jadi. . . Kamu bakalan jadi suami aku dimasa depan dong Jin?“ucap Seungyoun tiba-tiba dan Sejin menatap Seungyoun malas.

“Ya gimana lagi. . .? Kalo bisa milih sih aku maunya nikah sama Ka Seungwoo, atau Jinhyuk? Atau sama Ka Sunho yang atletis itu!“ucap Sejin tersenyum.

“Tapi kalo jodoh aku kamu dan punya anak selucu Dohyon sih yaudah aku terima juga kok. . .“ucap Sejin melanjutkan.

“Berarti sekarang kita pacaran?“tanya Seungyoun yang mendapat balasan tatapan tajam dari Sejin.

xposhie

Cemburu Vol-2


Yohan mendorong tubuh Yuvin agar menjauh, cukup malam itu bagi Yohan. Yuvin mengerucutkan bibirnya ketika sang kekasih melepaskan lumatannya, sedangkan Yohan tersenyum singkat sebelum meninggalkan Yuvin yang masih setia duduk di kursi meja makan.

“Yo. . . Gitu aja?“ucap Yuvin merajuk.

“Gitu aja apaan?“tanya Yohan bingung. Yohan mengambil satu buah kaleng camilan sebelum memposisikan dirinya di sofa empuk dan mulai menonton film yang tayang di televisi malam itu.

“Kamu minta maaf kayak gitu aja?“ucap Yuvin yang masih merajuk.

“Siapa yang minta maaf sih? Aku kan engga salah apapun?“Yohan melirik kekasihnya singkat, bingung dan aneh dengan sikap kekasihnya yang kelewat manja malam itu.

“Kamu jalan sama Hangyul ih! Kamu tuh harus minta maaf sama aku. . .“ucap Yuvin mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya di depan dada. Yohan tertawa melihat tingkah kekasihnya.

“Kan kamu udah aku ajak tadiiii, tapi apa? Engga bisa kan? Trus salah siapa? Salah aku? Ya engga dong!“ucap Yohan tidak mau kalah.

Yuvin melirik sekilas ke arah Yohan sebelum pergi meninggalkan Yohan dan masuk ke kamar mereka. Jangan lupa, Yuvin membanting pintu kamar hingga membuat Yohan terkejut dan terdiam beberapa saat.

“Vin. . . Kamu beneran Cemburu?“tanya Yohan yang akhirnya mengalah dan menghampiri kekasihnya. Yuvin membelakangi Yohan sambil asik memainkan ponsel pintarnya.

“Vin. . . Aku dicuekin nih?“tanya Yohan lagi. Yuvin masih mengabaikan Yohan hingga ide nakal menghampiri fikiran Yohan.

“Beneran nih ngambek sama aku?“tanya Yohan sambil sesekali mengecup tengkuk Yuvin.

“Bayinya Yohan ngambek nih?“ucap Yohan yang masih asik mengecup tengkuk Yuvin. Yuvin menyerah, ia mematikan ponselnya dan berbalik menghadap Yohan sehingga membuat Yohan tersenyum.

“Bayi? Kamu tuh Bayi aku!“ucap Yuvin mencubit gemas pipi Yohan.

“Kamu yang bayi, buktinya kamu yang ngambek pake segala banting pintu”ucap Yohan mendecih dan Yuvin terdiam.

Yohan yang gemas dengan tingkah kekasihnya itu mendorong pelan tubuh Yuvin hingga membuat Yuvin terbaring di kasur dengan Yohan yang berada diatasnya. Yuvin membelalakan matanya ketika mendapatkan perlakuan seperti itu. Yuvin baru saja akan protes, tetapi telat karena Yohan lebih cepat membungkam bibirnya dan membuat Yuvin melupakan niat awalnya.

Yuvin melingkarkan lengannya di leher Yohan dan semakin memperdalam lumatan mereka. Yohan tersenyum dalam lumatan mereka. Tangan Yohan mulai membuka kaos yang dikenakan Yuvin serta kaos yang ia kenakan sendiri.

“Yo. . . Kayanya salah?“ucap Yuvin yang tengah melihat Yohan membuka kaos.

“Hm. . .? Apanya yang salah?“tanya Yohan lugu.

“Harusnya aku yang diatas kan?“ucap Yuvin dan Yohan tertawa.

“Kamu bayi aku. Jadi bayi harus tiduran aja, biar aku yang kerja”ucap Yohan sebelum kembali melumat bibir Yuvin.

Pergerakan Yuvin dan Yohan semakin berantakan. Yohan mulai membuka celana Yuvin serta celananya sendiri. Setelah dirasa tidak ada satupun benang menutupi tubuh mereka, Yohan mulai mengecup seluruh permukaan wajah Yuvin, lalu turun ke leher dan membuat beberapa tanda kepemilikan disana.

Bibir Yohan tidak hanya sampai sana, karena selanjutnua Yohan semakin turun dan mengecupi bagian dada Yuvin yang berhasil membuat Yuvin mengerang. Yohan kembali tersenyum karena berhasil membuat kekasihnya merasakan kenikmatan yang biasa ia dapatkan.

Bibir Yohan tidak hanya diam disekitar dada Yuvin tapi terus turun hingga menuju perut rata Yuvin. Yohan mengecupi perut Yuvin dan memberikan tanda kemerahan. Sesekali Yuvin menarik pelan rambut Yohan jika kenikmatan yang diberikan Yohan melebihi batas.

“Yo. . . Gantian. . . Arghhh. . .“Yohan menggeleng dan justru memasukan kejantanan Yuvin ke dalam mulutnya. Yohan lìhai dalam memberikan kenikmatan untuk kekasihnya sehingga Yuvin akhirnya memuntahkan cairannya di dalam mulut Yuvin.

“Stop! Kamu jangan bangun dulu. . .“ucap Yohan ketika melihat kekasihnya berencana bangkit dari kasur.

Yohan bergerak cepat, mengambil sebuah botol dari laci nakas disebelah kasur mereka dan kembali naik ke kasur, menimbulkan tanya dikepala Yuvin.

“Yo. . . Engga lucu ya!“ucap Yuvin tetapi Yohan hanya tersenyum. Lagi, pergerakan Yuvin lebih lambat dari gerakan Yohan karena Yohan sudah terlebih dahulu melumuri sekitar anal Yuvin dengan cairan yang sudah terlebih dahulu ia siapkan.

“Nghhh. . . Yo. . . Jangan gila!“ucap Yuvin tertahan dan Yohanb menempelkan telunjuknya yang bebas untuk membungkam bibir YUvin.

“Aku mau kasih kamu permintaan maaf, jadi kamu nikmatin aja ya?“ucap Yohan yang mulai memasukan jarinya ke dalam anal Yuvin.

“Yo!“Yuvin tersentak dan Yohan tertawa. Yohan tidak langsung menggerakan jarinya, ia membiarkannya beberapa saat hingga Yuvin tenang. Yohan mulai menggerakan jarinya ketika ia merasa Yuvin sudah tenang. Gerakan yang awalnya lambat itu semakin bertambah cepat, bahkan Yohan menambah digit jari jemarinya.

Yohan semakin gila menggerakan jarinya ketika ia merasa lubang YUvin semakin mengetat. Yohan tau, jika Yuvin hampir sampai pada ujung kenikmatannya, lagi. Bebebrapa gerakan jari Yohan akhirnya berhasil membuat Yuvin kembali mengeluarkan cairannya yang mengotori perut dan sprei kamar merea. Yohan kembali tertawa.

“Kamu lebih parah dari aku, cupaps. . .“ucap Yohan yang masih tertawa, sedangkan Yuvin masih terengah karena berhasil dikerjai oleh kekasihnya.

“Tapi. . . Bayinya Yohan pinter. . . Engga berisik. . .“ucap Yohan berbisik di telinga Yuvin. Tanpa Yuvin sadari, Yohan mulai mencoba memasukan kejantanannya ke dalam anal Yuvin. Yuvin mendesah ketika Yohan berhasil memasukan seluruh kejantannya ke dalam lubang Yuvin.

“Argh. . . Kamu. . . Sempit. . . Banget. . .“ucap Yohan terengah. Yohan menatap Yuvin lekat sebelum Yuvin menyambar bibir kekasihnya. Yohan tau jika YUvin sudah terbiasa hingga akhirnya Yohan menggerakan pinggulnya. Yohan harus merasa sakit ketika tanpa sengaja Yuvin menggigit bibirnya karena terkejut dengan gerakan Yohan.

Yuvin terpaksa melepaskan tautan bibir mereka ketika gerakan Yohan semakin cepat. Yohan mencengkram kuat pinggang Yuvin bersamaan dengan semakin mengetatnya lubang milik Yuvin. Yuvin mengalungkan tangannya di leher Yohan sambil terus mendesah.

Ini adalah pengalaman pertama Yohan dan sungguh, Yohan sangat menikmatinya (begitu juga dengan Yuvin). Gerakan Yohan semakin menggila karena ia merasa jika kenikmatannya sudah semakin tiba. Yohan mengigit pundak Yuvin untuk meredam teriakannya ketika ia sampai pada puncaknya sedangkan Yuvin mencakar punggung terbuka Yohan ketika merasakan cairan milik Yohan memenuhi lubangnya.

Yohan mencabut pelan kejantanannya, membuat dirinya dan Yuvin mengerang bersama. Yohan dan Yuvin beradu tatap sebelum tertawa bersama.

“Masih ngambeknya?“tanya Yohan terengah dan Yuvin menggeleng.

“Engga. . . Aku engga mau lagi digempur kamu kayak tadi. . .“ucap Yuvin sambil mengusap keringat yang mengucur dari kening Yohan.

“Tapi enak kan?“ucap Yohan berbisik. Yuvin menatap Yohan dengan tatapan tajam sebelum menarik tengkuk Yohan dan kembali melumat bibir Yohan dengan tidak sabaran. Yohan pun sadar jika perkataannya barusan adalah sebuah kesalahan.

Cerita Sebelumnya

xposhie