Chit Chat.
Byungchan tidak henti-hentinya berbicara sepanjang pagi. Samuel mendengarkan sambil sesekali memainkan ponselnya, malas mendengarkan ocehan managernya tersebut.
“Dia berisik kan? Aku tau kau pasti sedang menahannya”
Samuel melirik ke arah Hangyul yang entah mengapa belum pergi meninggalkan apartment Samuel, “Setidaknya apartmentmu tidak sepi kalau ada dia”ucap Hangyul tertawa.
“Jangan membicarakanku. Sarapan sudah siap. Kemarilah kalian berdua”Samuel dan Hangyul beradu tatap sebelum akhirnya berjalan ke meja makan.
“Pengusaha itu menghubungiku”Samuel meletakan ponselnya di atas meja.
“Bagaimana bisa?“Samuel menggeleng menjawab pertanyaan managernya.
“Sam kan terkenal, pengusaha itu bisa bertanya ke staff atau temannya dan mendapatkan kontak Sam dengan mudah”kali ini Hangyul membuka suara dan membuat kedua lelaki di ruang makan tersebut mengangguk.
“Aku akan bertemu dengannya malam ini”ucap Samuel santai.
“Ya! Kau gila? Kau tidak lihat berita hari ini? Seenaknya saja kau bertemu dengannya”
“Dia bilang ingin meluruskan semuanya, itulah kenapa aku setuju bertemu dengannya”ucap Sam, “Ikut denganku jika kau mau”tambah Samuel.
“Tidak. Malam ini aku akan berkencan. Karena perbuatanmu, sarapanku dengan kekasihku pagi ini aku batalkan”ucap Byungchan ketus.
“Kau tetangga baru. Temani Samuel nanti malam, ya? Temani dari jauh saja. Nanti aku bayar”ucap Byungchan menatap Hangyul.
“Tidak ada penolakan”perbincangan pagi itu di tutup oleh ucapan Byungchan dan helaan berat nafas Hangyul.
“Nanti akan kuhubungi jika aku ingin berangkat”ucap Samuel kepada Hangyul dan Hangyul mengangguk.