Sponsored.
•••
Dua puluh empat pemuda pemudi telah terpilih dari dua belas distrik, termaksud Yohan dan Yuvin.
“Apa aku menggangu kalian?“ucap Yuvin kikuk dan Yohan menggeleng, “Kau tidak pernah menggangu kita”
“Duduk sini”Yohan menggeser duduknya, memberi sedikit ruang untuk Yuvin duduk.
Malam itu, Yohan dan Dohwa, perwakilan dari distrik dua belas sedang membicarakan apa yang akan mereka tampilkan besok ke khalayak Capitol.
“Kau kan pandai bertarung dan memanjat, tidak sulit untuk mengambil hati para sponsor. Bagaimana denganku?”
Dohwa menunduk lesu. Dirinya tidak punya keahlian sama sekali untuk ditampilkan besok, sedangkan sponsor sangat mereka butuhkan saat ini mengingat bagaimana susahnya sponsor melirik distrik mereka selama tujuh puluh enam tahun hunger games di adakan.
Yuvin menatap Yohan dan Dohwa bergantian. Dia tidak pernah tau, jika Yohan bisa cepat akrab dengan orang lain. Dohwa memang berasal dari distrik yang sama dengan Yohan, tetapi Yuvin tau bagaimana tertutupnya keluarga Yohan dengan lingkungannya.
“Hm... Aku permisi dahulu”
Yuvin bangkit dari duduknya yang berhasil membuat Yohan dan Dohwa menoleh. Yohan tersenyum, “Ayok kita semua kembali ke kamar! Aku rasa strategi kita sudah cukup menarik sponsor”
Yohan pun berjalan masuk ke dalam penginapan tempat dimana semua kontestan menginap sebelum pertandingan itu dimulai. Dohwa pun dengan cepat mengejar Yohan yang berjalan terlebih dahulu.
Lagi, Yuvin menyaksikan kedekatakan kekasihnya dengan lelaki lain. Bahkan beberapa kali dia melihat Dohwa tanpa canggung mengusak puncak kepala Yohan, mungkin karena gemas.
“Maaf... Kalian duluan saja, sepertinya ada barangku yang ketinggalan”
Yuvin membatalkan niatnya masuk ke dalam lift yang terbuka. “Perlu aku antar?“tanya Yohan dan Yuvin menggeleng, “Kau duluan lah, istirahatlah yang cukup. Sampai bertemu besok”
Yuvin mengusak puncak kepala Yohan dan berbalik sebelum akhirnya Yohan dan Dohwa menghilang seiring dengan tertutupnya pintu lift.
•••
“Apa yang kau lakukan?”
Yohan menoleh dan dia menemui Seugyoun, pelatihnya dan juga satu-satunya pemenang dari distrik dua belas.
“Tidak ada, aku tidak melakukan apapun”
Bohong. Jelas Yohan berbohong. Sebenarnya ia sedang panik, karena daritadi ia belum menemukan Yuvin dimanapun. Bahkan saat sarapan pagi tadi, Yohan tidak melihat Yuvin sama sekali.
“Cepat naiklah, Dohwa sudah menunggumu. Buatlah publik Capitol tertarik padamu jika kalian ingin mendapatkan banyak sponsor, karena itu satu-satunya harapan kalian untuk bertahan hidup”Yohan mendecak sebal sebelum akhirnya meninggalkan Seungyoun.
•••
“Semangat! Kau pasti bisa”
Kini giliran Yohan yang harus menampilkan kemampuannya. Dohwa mengusak gemas puncak kepala Yohan, memberi semangat. Tanpa mereka sadari, Yuvin melihatnya dari ujung koridor.
Seperti strategi yang telah mereka bicarakan semalam, Yohan menampilkan kemampuanya bertarung serta memanjat pohon. Yohan menghembuskan nafas kasar, karena tidak ada satupun orang yang memperhatikannya.
“Setidaknya kita sudah berusaha! Aku yakin setidaknya ada satu sponsor untuk kita karena kemampuanmu tadi menakjubkan”
Yohan tersenyum mendengar pujian yang Dohwa dan tanpa sengaja matanya menatap Yuvin yang sedang bersiap. Yohan sedikir berlari ke arah Yuvin, tapi terlambat karena Yuvin telah masuk ke dalam sebuah ruangan untuk menampilkan kemampuannya.
“Mungkin dia tidak melihatku”ucap Yohan pelan.
Yuvin masuk ke dalam ruangan yang sudah diperuntukan untuk semua kontestan yang akan menunjukan kemampuannya. Yuvin memilih memanah, karena kemampuan memanahnya tidak dapat diragukan lagi.
Delapan busur panah telah berhasil Yuvin lepaskan tepat sasaran tetapi tidak ada satupun petinggi Capitol dan sponsor yang melihatnya. Yuvin menghebuskan nafas kasar sebelum akhirnya dia melihat apel pada kudapan yang tertata di meja makan para petinggi Capitol.
Panah terakhir dilepaskan Yuvin dan tepat mengenai apel tersebut. Semua petinggi Capitol kaget dan menoleh ke arah Yuvin. Yuvin tersenyum sinis, “I am Yuvin, from district ten. Thank You”
Yuvin menundukan badannya sedikit ke arah para petinggi Capitol sebelum pergi meninggalkan ruangan tersebut.