New Year.
Malam pergantian tahun kali ini dihabiskan Byungchan dan Seungwoo, Wooseok dan Jinhyuk serta Sejin dan Seungyoun bersama-sama di sebuah club malam. Byungchan sudah meliukan badannya ke kanan dan ke kiri mengikuti irama musik di dalam club tersebut. Ditangannya ada sebuah gelas berisi cairan yang sudah di teguk setengah. Seungwoo tersenyum gemas melihat tingkah kekasihnya tersebut. Wajah Byungchan sudah memerah akibat alkohol yang di konsumsinya.
Disebelah pasangan Seungwoo dan Byungchan adan Wooseok dan Jinhyuk. Gelas diabaikan oleh mereka berdua. Wooseok dan Jinhyuk asik bercengkrama satu sama lain, karena memang mereka sudah lama tidak bertemu. Sesekali Jinhyuk mencium punggung tangan Wooseok, membuat Wooseok beberapa kali harus memukul lengan Jinhyuk, pelan.
Di sisi lain meja ada Sejin dan Seungyoun. Mereka adalah pasangan yang paling tidak malu memperlihatkan kemesraan karena kali ini Seungyoun tengah melumat habis bibir Sejin hingga posisi Sejin yang sudah berbaring di atas sofa. Sejin memukul dada kekasinya, meminta jeda akan lumatan yang di berikan kekasihnya tersebut. Seungyoun melepaskan tautan mereka dan tersenyum melihat bagaimana bengkaknya bibir Sejin karena ulahnya.
“Woyy! Diem-diem aja nih?”
Kookheon entah darimana asalnya, tiba-tiba datang dan menghampiri meja mereka berenam. Semua mata tertuju kepada Kookheon, termaksud Sejin dan Seungyoun. Sejin merapihkan kemejanya yang sedikit kusut karena ulah Seungyoun tadi dan Seungyoun merapihkan anak rambut Sejin yang berantakan, tentunya karena ulah dirinya sendiri.
“Ada yang mau ikut permainan gue engga?“ucap Kookheon dengan segala kemisteriusannya, membuat ketiga pasangan di hadapannya merasa bingung.
“Apaan sih? Jangan suka engga jelas. Udah mau 2020 nih”ucap Wooseok sinis.
“Santai nyonya! Nih gue jelasin dikit. Jadi gue butuh beberapa pasangan nih. Jadi permainannya itu namanya Guess Your Partner. Kalian harus bisa nebak, siapa partner kalian. Kalian engga boleh sama sekali mengeluarkan suara atau memegang lawan main”ucap Kookheon serius.
“Terus?“ucap Sejin penasaran.
“Orang yang berhasil nebak sampe babak terakhir, bisa dapetin Uang, Mobil sampe Apartment!“ucap Kookheon lagi.
“Anjir serius?“tanya Jinhyuk dan Kookheon mengangguk meyakinkan.
“Gue skip. Enak aja tuker-tukeran pasangan trus suruh nebak. engga mau gue kalo Byungchan di nikmati orang lain”ucap Seungwoo yang mendapat tatapan sinis Byungchan.
“Mau ikut engga? Lumayan dapet mobil?“tantang Sejin kearah Seungyoun.
“Kamu yakin?“tanya Seungyoun dan Sejin mengangguk percaya diri.
“Kamu nafas di leher aku aja aku udah hafal, apalagi sampe ke tingkat yang lebih”ucap Sejin tersenyum.
“Gue sama Sejin, In!“ucap Seungyoun yang berhasil mendapat tatapan aneh dari dua pasangan di sebelahnya.
“Orang Gila”ucap Seungwoo pelan.
“Kita ikutan juga yuk? Lumayan siapa tau dapet mobil buat aku atau apartment? Buat kita tinggal bareng”ucap Byungchan jenaka yang membuat kekasihnya membelalakan matanya karena terkejut.
“Gini gue kasih garis bawah ya, kalo kalian engga mau its okay. Trus setiap babak itu tingkatanya berbeda kok. Kalian engga langsung ngamar trus ya gitu, engga kayak gitu kok”ucap Kookheon lagi.
“Oke, gue ikut!“ucap Wooseok tiba-tiba.
“Seok, yang bener?“ucap Jinhyuk dan Wooseok mengangguk semangat.
“Oke, gue udah dapet dua pasangan nih. Byungchan sama Seungwoo gimana?“tanya Kookheon memastikan.
Byungchan menatap Seungwoo dengan tatapan meminta. Seungwoo menghela nafas berat dan mengangguk lemah.
“Oke siap! Tiga pasangan ya. Nanti kalo gue panggil, langsung ke depan aja”ucap Kookheon sebelum meninggalkan meja ketiga pasangan tersebut.
Byungchan dan Seungwoo, Wooseok dan Jinhyuk serta Sejin dan Seungyoun berjalan ke tengah club ketika nama mereka dipanggil oleh Kookheon. Ditengah club sudah berdiri empat pasangan lainnya. Semua pasangan di berikan sebuah penutup mata dan pengikat tangan agar mereka tidak bisa melihat lawan mereka serta memegang lawan mereka.
Sang submisif berdiri melingkar ditengah club dan beberapa orang mulai mengatur sang dominan untuk berdiri di hadapan sang submisif. Beberapa pasang ditukar dengan pasangan lainnya, tetapi ada beberapa pasangan yang tetap berpasangan dengan pasangan mereka sendiri.
“Tahap pertama, mencium bau parfum pasangan. Kalian boleh mencium daerah leher, baju dan tangan. Tidak boleh memegang atau mengintip pasangan yang berada di hadapan kalian. Kalian juga tidak boleh mengeluarkan satu patah katapun”ucap Kookheon menjelaskan.
Permainan dimulai, sang submisif mulai mencium beberapa titik yang telah ditentukan. Dengan tangan diikat dan mata tertutup, mereka harus mengetahui apakah yang dihadapan mereka ini pasangan mereka atau bukan. Waktu yang di berikan hanya 3 menit, waktu yang cukup singkat untuk mengenali pasangan hanya melalui indera penciuman.
“Waktu habis! Buat kalian yang merasa jika yang ada di hadapan kalian adalah kekasih kalian, bisa angkat tangan. Dan buat kalian yang merasa jika dihadapan kalian adalah orang lain, tidak perlu mengangkat tangan”ucap Kookheon memberi aba-aba.
Byungchan, Sejin dan dua orang lainnya mengangkat tangan yang menandakan bahwa yang ada di hadapan mereka adalah pasangan mereka, Beberapa pengunjung bertertiak riuh. Penutup mata dibuka, Byungchan meloncat gembira ketika mengetahui yang berada dihadapannya ialah Seungwoo. Byungchan memeluk Seungwoo dan memberikan kecupan singkat di bibir Seungwoo.
Dua orang harus tereliminasi pada tahap pertama, karena mereka tidak bisa menebak dengan benar siapa yang ada di hadapan mereka. Permainan dilanjutkan ke tahap kedua dengan peserta berjumlah lima pasangan termaksud di dalamnya Byungchan-Seungwoo, Sejin-Seungyoun serta Wooseok-Jinhyuk.
“Khusus tahap kedua, kalian bisa bersentuhan! Tetapi tetap tidak boleh mengeluarkan satu katapun maupun suara apapun”ucap Kookheon menjelaskan.
Kelima pasangan peserta tersebut membuat sebuah lingkaran dengan formasi submisif-dominan secara berselang-seling. Mereka semua saling menggenggam dengan orang yang berbeda di sisi kanan maupun sisi kiri mereka.
“Kalian kan sering nih pegangan tangan, pasti udah hafal sama tangan pasangan sendiri. Waktu yang tersisa hanya 75 detik lagi. Kalo kalian rasa itu tangan pasangan kalian, angkat tangan keatas. Jika kalian merasa di kanan maupun dikiri bukanlah pasangan kalian, maka biarkan tangan kalian tetap dibawah”ucap Kookheon.
Kali ini Wooseok mengangkat tangan kanannya sedangkan Sejin mengangkat tangan kirinya. Byungchan tidak mengangkat tangannya sama sekali karena ia merasa Seungwoo tidak berada di sisi kanan maupun kirinya. Penutup mata pun dibuka dan suara pengunjung kembali riuh karena pada permainan kali ini, hanya tiga pasangan yang berhasil ke tahap selanjutnya, yaitu Byungchan-Seungwoo, Sejin- Seungyoun serta Wooseok-Jinhyuk,
Kookheon tertawa tanpa suara ketika melihat semua temannya berhasil maju ke babak selanjutnya. Tahap selanjutnya sedikit ekstrim, karena mereka harus memegang kejantanan lawan di hadapan mereka. Lawan mereka tidak boleh mengeluarkan suara sedikitpun.
Kookheon tersenyum menatap temannya satu persatu dan menahan tawanya. Sebuah tatapan sinis di perlihatkan Wooseok dan sebuah gelengan lemah di tunjukan Seungwoo. Byungchan dan Sejin saling tatap ketika mengetahui permainan tingkat ketiga.
Byungchan. Sejin dan Wooseok sudah menutup mata mereka dan berdiri di depan sang dominan yang mereka tidak tahu identitasnya itu. Seungwoo, Seungyoun dan Jinhyuk juga menutup mata mereka dan menahan suara mereka agar tidak keluar sedikitpun. Kookhen telah mengeluarkan aba-aba dan permainanpun dimulai. Wooseok dan Byungchan adalah pihak yang ragu untuk memegang kejantanan orang di hadapan mereka, tetapi tidak dengan Sejin.
Sejin dengan cepat mengusap benda tidak bertulang tersebut, mengurutnya dari luar celana. Sejin mengernyitkan dahinya. Beberapa kali ia mengigit bibir dan memutar-mutar jarinya. Tidak jarang dirinya meremas benda tersebut, membuat pihak dominan menahan desahannya.
“Jadi nyerah?“ucap Kookheon berbisik diantara Byungchan dan Wooseok.
Woosoek dan Byungchan menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya mengikuti permainan tersebut. Wooseok menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa bingung. Waktu terus berjalan, dari tujuh menit waktu yang diberikan, tinggal tersisa satu menit.
“Tiga.... Dua... Satu... STOP!“ucap Kookheon dan tangan mereka bertiga otomatis terangkat.
“Waow!“ucap Kookheon terperangah.
Byungchan, Wooseok dan Sejin membuka mata mereka serempak dan terkejut ketika orang yang berada di hadapannya benar-benar kekasih mereka masing-masing. Jinhyuk menarik tangan Wooseok untuk menempelkan dirinya dan Wooseok, kemudian melumat habis bibir Wooseok sebagai ganti ulah yang baru saja dilakukan Wooseok.
Byungchan mengedipkan matanya ke arah Seungwoo sebelum tangannya kembali bermain di atas celana Seungwoo.
“Gini doang keras?“ucap Byungchan berbisik.
“Permainan final. Permainan yang tidak akan kita lakukan disini”ucap Kookheon.
“Ikut gue!“ucap Kookheon.
Semua pengunjung memberikan sorakan kearah Kookheon yang berjalan ke belakang club, menjauhi kerumunan masa.
“Stop! Lo sadar kan?“tanya Wooseok ketika melihat deretan kamar di koridor tempat mereka berjalan.
“Haha kayanya udah ada yang sadar nih. Gimana? Take it or leave it?“tanya Kookheon.
Keenam pasangan tersebut beradu tatap dan menggeleng tidak mengerti. Sedangkan Kookheon mengeluarkan senyum andalan kemenangannya.
“Anjir! Sumpah Kookheon gila, kenapa sih gue mau aja disuruh begini?“ucap Byungchan protes.
“Kita udah disuruh milih tadi dan lo milih mau lanjut, yaudah nikmatin aja permainan sinting Kookheon”ucap Sejin sinis.
Byungchan, Wooseok dan Sejin masuk ke sebuah ruangan remang-remang. Mereka bahkan tidak dapat melihat satu sama lain. Mereka meraba-raba sekitar dan menemukan tiga buah tempat tidur.
“Gimana nih?“ucap Byungchan
“Yaudah ikutin aja”ucap Wooseok sambil membuka satu persatu kancing kemejanya.
Wooseok juga membuka celana jeans yang ia gunakan dan menggunakan penutup mata yang telah disiapkan. Wooseok meraba kasur di hadapannya dan merangkak diatasnya. Wooseok lalu memposisikan dirinya menungging dengan bagian pinggang lebih tinggi dari kepalanya.
Byungchan dan Sejin juga mengikuti apa yang dilakukan Wooseok ketika mereka mendengar decitan kasur yang dihasilkan kasur milik Wooseok. Byungchan, Wooseok dan Sejin terdiam dan menunggu seseorang memasuki kamar yang mereka tempati.
Tidak lebih dari lima menit, Seungwoo Jinhyuk dan Seungyoun masuk ke kamar tersebut dengan mata tertutup. Sebuah in ear tersambung di telinga mereka bertiga, mereka mengikuti semua perintah Kookheon dari in ear yang mereka gunakan.
“Jinhyuk, berjalan ke tengah kasur sebanyak enam langkah. Seungwoo berjalan ke ujung kamar sebanyak lima belas langkah. Seungyoun, arahkan dirimu sedikit ke kiri dan berjalanlah sebanyak tiga langkah”
Mereka bertiga mengikuti perintah Kookheon dan sampai pada kasur yang ada di kamar tersebut yang telah di tempati Byungchan, Wooseok dan Sejin. Perintah selanjutnya, Kookheon memerintahkan ketiga dominan tersebut untuk membuka baju dan celana mereka, menyisakan sebuah boxer yang mereka gunakan. Kookheon pun memerintahkan mereka untuk mengusap bongkahan padat di hadapan mereka yang berhasil membuat sang submisif menggigit bibir mereka.
Perintah Kookheon selanjutnya ialah ia memerintahkan sang dominan untuk merangkak naik ke atas kasur dan mengusap lembut punggung sang submisif.
“Sialan kau kim kookheon!“racau Byungchan dalam hati.
Perintah Kookheon selanjutnya berhasil membuat sang dominan membeku. Kookheon memerintahkan para dominan memasukan tiga jari mereka ke lubang anal sang submisif yang mereka tidak ketahui identitasnya tersebut. Seungyoun yang memang sudah ingin mengakhiri permainan ini pun melakukan apa yang diperintahkan Kookheon. Seungyoun membuka celana seseorang di hadapannya dan memasukan tiga jari jarinya yang membuat sang submisif mengeratkan lubangnya.
Seungyoun mengusap lembut punggung sang submisif, menenangkan. Seungwoo dan Jinhyuk pun mengikuti permainan yang diperintahkan Kookheon tersebut.
“Oh shit!!“ucap Sejin dalam hati karena ia dapat merasakan jari panjang yang sedang bergerilya di lubangnya.
“Cium orang di hadapan kalian sekarang!“Kookheon terus menerus memberikan perintah yang harus dilakukan Seungwoo, Seungyoun dan Jinhyuk.
Seungwoo membalik tubuh pasangannya. Walaupun tidak dapat melihat apapun, Seungwoo berhasil mendaratkan bibirnya dengan orang dihadapannya. Seungwoo membawa sang submisif ke atas pangkuannya. Tangannya mengelus punggung sang submisif memberika sensasi sehingga sang submisif dengan tenang membalas lumatannya. Bunyi lidah beradu memenuhi kamar tersebut, membuat kedua pasang lainnya sempat menghentikan kegiatan mereka beberapa saat.
“Persetan!“ucap Seungyoun dalam hati sebelum melumat dengan kasar bibir submisif yang tidak ia ketahui identitasnya tersebut. Tangan Seungyoun nakal, karena dia juga memasukan jari-jari panjangnya ke arah lubang anal berkedut milik submisif pasangannya. Pasangan Seungyoun tersebut menambah intesitas lumatannya untuk menahan desahan yang hampir saja dikeluarkannya karena ulah Seungyoun.
Berbeda dengan Jinhyuk, yang mengecup lembut pasangan di hadapannya. Pasangan Jinhyuk sempat memundurkan kepalanya, sebelumnya akhirnya mengikuti permainan Jinhyuk. Tangan Jinhyuk mulai bergerilya menyentuh seluruh tubuh submisif di bawahnya. Sang submisif yang berada dalam kungkungan Jinhyuk itu pun terbuai dan menjambak pelan rambut Jinhyuk, dan mengalungkan kakinya di pinggang Jinhyuk.
“Wahhh kalian sungguh hebat! Aku bisa melihat semuanya dari sini”ucap Kookheon tertawa.
“Sekarang inti permainannya. Lakukan karena aku tidak akan memberikan penjelasan berlebih!“perintah Kookheon cepat.
Seungwoo memijat pelipisnya sebelum membuka boxer yang masih ia gunakan lalu mengocok batang kebanggaannya. Seungwoo kembali membalik sang submisif dan mengangkat pinggangnya agar sejajar dengan batang kebanggaan milik Seungwoo.
“Cepatlah selesai!!!“racau Seungwoo sambil mengarahkannya kejantannya ke dalam lubang sang submisif di bawahnya. Lubang sang submisif mengerut dan Seungwoo mengusap punggung lawan mainnya, hingga pasangannya kembali rileks.
Seungwoo masih diam dan belum menggerakan miliknya. Hingga akhirnya setelah beberapa saat, Seungwoo menggerakan kebanggannya hingga ia menemukan titik kenikmatan sang pasangan.
Jinhyuk dan Seungyoun pun tidak mau kalah, Mereka juga menumbukkan kejantanan mereka ke dalam lubang kemerahan sang submisif. Seungyoun bahkan mencium-cium punggung sang submisif dan menekan titik yang sama berulang kali.
Tiba-tiba lampun di nyalakan, entah oleh siapa.
Seungwoo, Jinhyuk dan Seungyoun yang sedang bekerja di atas sang lawan pun terkejut dengan lawan mereka. Peluh membasahi keenam pria dewasa yang sedang mencari kepuasaan tersebut.
“Oh shit!!!“sudah terlambat, Jinhyuk pun menambahkan kecepatannya yang berhasil membuat Byungchan berteriak dan menggigit bantal di hadapannya. Sakit. Karena Jinhyuk sedang mencari kenikmatannya dengan tempo yang sangat cepat.
Seungwoo menoleh karena mendengar rintihan Byungchan. Seungwoo memejamkan matanya, enggan melihat kegiataan di kasur di sebelahnya. Seungwoo fokus dengan tubuh Sejin yang berada di bawahnya. Sejin mengerang dan beberapa kali mengerutkan lubangnya, memberikan Seungwoo kenikmatan yang berlebih.
“Rileks....“Itu suara Seungyoun tepat di telinga Wooseok, Seungyoun memberikan tempo mematikannya hanya untuk memuaskan Wooseok.
“Tambah kecepatanmu, sialan!!“Sejin menggeram tertahan.
Seungyoun tersenyum mendengar ucapan yang dilontarkan kekasihnya. Ucapan yang biasa dia dengarkan jika sedang bersama Sejin. Seungwoo pun membalik tubuh Sejin agar menatapnya, menarik paksa penutup mata Sejin. Sejin tersenyum miring melihat Seungwoo.
“Di dalam!! Keluar di dalam atau setelah ini aku akan membunuhmu Lee Jinhyuk”ucap Byungchan frustasi.
Jinhyuk memegang pinggang Byungchan dan menambah kecepatannya, mencari pelepasan yang sebentar lagi akan ia dapatkan.
“Aku ingin keluar... hhh”ucap Wooseok dengan wajah kemerahan.
Seungwoo dan Seungyoun bergidik ngeri mendengar rintihan Wooseok yang menurut mereka teramat seksi. Dalam wkatu yang hampir bersamaan, keenam manusia dewasa tersebut sampai pada pelepasan masing-masing.
“Kau hebat”ucap Sejin tersenyum kecil ke arah Seungwoo dan Seungwoo membalas senyuman Sejin penuh arti.
“Kau keluar banyak sekali bodoh!“ucap Byungchan meringis, ketika cairan milik Jinhyuk keluar dari lubangnya walaupun Jinhyuk belum mengeluarkan miliknya.
“Aku lelah!“ucap Seungyoun yang terkapar lemas diatas Wooseok tanpa melepas miliknya.
“Jangan kau tindih badan Wooseok! Kau berat bodoh”ucap Jinhyuk menatap Seungyoun sinis dan Wooseok tertawa.
Wooseok menepuk pelan space kosong di sebelah dirinya, menyuruh JInhyuk tidur di sebelahnya.
“Ah! Pelan-pelan bodoh”racau Byungchan ketika Jinhyuk dengan kasar mencabut benda miliknya dari lubang Byungchan.
“Aku ingin mandi, kau ikut atau tidak?“ucap Sejin kepada Seungyoun.
“Ahhhh....“Lagi, rintihan seksi keluar dari mulut Wooseok ketika Seungyoun mengeluarkan miliknya.
Tanpa memperdulikan sekitar, Sejin dan seungyoun yang tanpa sehelai benangpun itu berjalan beriringan ke kamar mandi.
“Kau lelah, huh?“tanya Seungwoo mengusap peluh Byungchan dan Byungchan mengangguk.
“Tidurlah, aku akan membersihkanmu”ucap Seungwoo.
“Cium aku dulu!“ucap Byungchan manja dan Seungwoo tersenyum senang.
Di kasur lain, Wooseok dan Jinhyuk sudah tertidur sambil berpelukan. Selimut menutupi hampir keseluruhan tubuh mereka yang masih belum menggunakan sehelai benangpun.
@xposhie.