semestakapila

Sepenggal kisah.


Malam itu, Seungyoun dan Sejin memutuskan untuk berdiam di hotel mereka karena mereka terlalu lelah untuk melakukan ativitas di luar hotel. Peristiwa kehilangan koper hingga sunho yang salah cancel kamar hotel, membuat Seungyoun dan Sejin memilih mengistirahatkan badan mereka di hotel.

“Wait a minute!“Seungyoun berjalan cepat ke arah pintu kamar hotel ketika pintu diketuk beberapa kali.

Seungyoun lalu kembali membawa sebuah bucket berisikan Wine serta dua buah cangkir.

“Bang sunho?“tanya Sejin dan Seungyoun mengangguk.

Perlu kalian tahu, Sunho salah membatalkan kamar hotel. Kamar hotel yang ditempati Sejin dan Seungyoun sekarang seharusnya ditempati Sunho dan kekasihnya. Semua persiapan termaksud Wine yang baru saja diantara, merupakan spesial set yang telah dipesan Sunho.

“Rejeki, jangan ditolak”ujar Seungyoun menyerahkan satu cangkir kaca ke arah Sejin.

Seungyoun merangkak naik ke kasur yang sudah setengah berantakan karena Seungyoun dan Sejin yang lebih banyak beraktifitas diatas kasur. Jangan berfikiran aneh, mereka hanya berbaring dan menonton film sepanjang sore.

“Youn, kita aneh engga sih?“tanya Sejin sambil sesekali menyesap Wine yang sudah tersedia di cangkirnya.

“Aneh gimana?“tanya Seungyoun.

“Baru kenal trus jalan bareng keluar negeri”ucap Sejin lagi.

“Kan ada tahapnya, engga langsung ke luar negeri jugaaa”ucap Seungyoun tertawa.

“Eh iya sih, udah nonton konser bareng juga trus....”

“trus apa?“tanya Seungyoun menanti jawaban Sejin.

“Engga usah dilanjutin, males”ucap Sejin.

Sejin kembali menuangkan Wine dan menyesap isinya. Ini sudah gelas ketiga dan Seungyoun benar-benar dibuat terpukau oleh Sejin.

“Udah ya, lo udah mabok tuh”ucap Seungyoun menarik pelan gelas sejin.

“Siapa yang mabok sih? Gue masih sadar kok”ucap Sejin kembali menarik gelasnya.

Pipi Sejin mulai muncul semburat kemerahan. Sejin tidak sepenuhnya sadar. Seungyoun pun mematikan televisi yang memang tidak mereka tonton sejak beberapa waktu lalu. Seungyoun memutarkan sebuah lagu lembut yang membuat Sejin mengikuti irama lagunya.

“Youn...“ucap Sejin pelan dan menyerahkan gelas yang isinya sudah tandas.

“Hm...“ucap Seungyoun seadanya.

Seungyoun meletakan gelas dan botol wine ke samping nakas tempat tidur mereka. Ketika berbalik, Seungyoun dikejutkan dengan Sejin yang tiba-tiba sudah berada di hadapannya.

“Panas...“ucap Sejin pelan.

“Hm... kan udah gue bilang, kalo lo mabok. Ini AC kalo gue gedein, bakal kedinginan engga?“tanya Seungyoun dan Sejin menggeleng.

Musim dingin dan mereka menyalakan pendingin.

“Ih masih panas”ucap Sejin mengacak-acak rambutnya

Seungyoun tersenyum, lalu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.

“Diem makanya jangan banyak bergerak, biar dinginnya berasa”ucap Seungyoun merapihkan anak rambut Sejin.

“Youn....“ucap Sejin lagi.

“Apa?“tanya Seungyoun masih tersenyum.

“Makasih yaaa, buat tiket konsernya. Buat jalan-jalan ke manshesternya. Engga ngerti sih kenapa lo baik banget sama gue huhuhuhu gue terharu”ucap Sejin yang tiba-tiba menutup wajahnya.

“Lo kalo mau minta apapun gue kasih deh!“ucap Sejin tiba-tiba yang berhasil membuat Seungyoun terkejut.

“Apapun! Kayak pas kita habis nonton konser WOODZ hehehe”ucap Sejin tersebut.

Kembali ke beberapa bulan lalu, saat Seungyoun memberikan tiket konser untuk Sejin. Saat perjalanan pulang, Sejin mengatakan hal yang sama. Sejin mengatakan akan memberikan apapun yang Seungyoun inginkan. Malam itu Seungyoun mengatakan bahwa dirinya ingin Sejin bermalam di apartmentnya dan Sejin menyetujuinya. Malam yang belum pernah mereka ceritakan ke teman-teman mereka.

Tidak ada hal spesial. Hanya saja malam itu tanpa sadar, Seungyoun mencium Sejin di apartmentnya. Sejin tidak menolak sama sekali. Bahkan malam itu, Sejin tidur satu kasur bersama Seungyoun, Sejin tertidur di dekapan Seungyoun. Hal yang masih mereka rahasiakan dari teman-teman mereka.

Kembali ke manchester....

Seungyoun mengamati setiap fitur wajah Sejin. Pipinya kemerahan karena mabuk. Rambutnya sedikit berantakan karena ulahnya tadi dan bibirnya kemerahan efek dari menyesap wine. Seungyoun tersenyum sebelum menarik tengkuk Sejin dan mulai melumat bibir tipis Sejin.

Malam yang membuat mereka kesiangan keesokan harinya :)

(@xposhie).

Koper.


“Beneran bukan punya lo?“tanya Sejin ke arah Seungyoun.

“Bukan. Punya gue tuh lebih gede dari ini, trus nih rodanya belum rusak”ucap Seungyoun mengusak wajahnya kasar.

“Yaudah trus gimana? Ini juga pas kode apalah itu kan pasti? Ke petugas aja deh biar aman”ucap Sejin tenang.

Seungyoun pun mengikuti saran Sejin dan mengarahkan kakinya ke arah petugas yang berjaga di dekat tempat mereka berdiri saat ini.

“Ah elah roda rusak nyusahin lo!“ucap Seungyoun emosi.

'Udah sabar, kalo marah-marah juga engga akan balik kan koper lo?“ucap Sejin malas.

Seungyoun pun menceritakan masalahnya kepada petugas tersebut dan mereka diarahkan ke sebuah kantor untuk mengurus masalah mereka tersebut.

“Di koper ini masih ada baju kan?“tanya Sejin menunjuk satu koper milik Seungyoun yang tidak tertukar dan Seungyoun mengangguk.

“Yaudah yuk, kita nginep dimana? Gue capek mau selonjoran”ucap Sejin lemah.

Seungyoun pun mengarahkan kakinya ke arah antrian taksi di depan bandara.

“Sorry ya jin, baru nyampe udah ada drama”ucap Seungyoun di dalam taksi.

“Yaelah santai, biar ada bahan cerita juga ke orang-orang. Kalo ornag yang biasa ke luar negeri aja masih bisa ceroboh kayak lo”ucap Sejin tertawa,


45 menit waktu yang dibutuhkan untuk Sejin dan Seungyoun untuk sampai di hotel tempat mereka menginap.

Karena masalah koper Seungyoun yang tertukar, mereka tiba di hotel ketika langit sudah berganti warna.

“Terimakasih”ucap Sejin ke petugas hotel yang mengantar mereka.

“ANJIR!!!!“Seungyoun berteriak dari dalam kamar hotel mereka.

“Berisik anjir. Kenapa lagi sih? Tuh petugas sampe nanya gue”ucap Sejin yang ikut masuk ke dalam hotel tempat mereka menginap.

“Sumpah? Beneran? Lo engga bercanda kan?“ucap Sejin lemas.

“Engga ngerti gue. Sumpah ini bukan kerjaan gue ya, soalnya yang ngurus hotel tuh bang sunho bukan gue”ucap Seungyoun lemas.

“Ya terus gimana ini?“ucap Sejin berjongkok di lantai kamar hotel.

“Gue ke bawah dulu deh”ucap Seungyoun dan Sejin mengangguk lemah.

Seungyoun kembali ke kamar setelah 20 menit dan Seungyoun kembali dengan wajah kusut.

“Bang sunho salah cancel kamar. Harusnya yang di cancel yang ini, eh dia malah cancel kamar kita”ucap Seungyoun yang langsung duduk di kasur king size tersebut.

“Yaudah lah nikmatin aja”ucap Sejin yang mulai mengatur kopernya.

“Nikmatin apa?“ucap Seungyoun meledek.

“Jangan mulai lo!“Sejin berkata ketus.

“Hahaha jangan merajh gitu dong mukanya, biasa aja pleaaase gue gemes”ucap Seungyoun mengacak puncak kepala Sejin.

“Udah ah gue mau mandi dulua, trus mau tidur”ucap Sejin.

“Kok curang mandi duluan? Gue juga mau mandi!“ucap Seungyoun

“Lah lo lama sih! Gue duluan”ucap Sejin sambil melangkah menuju kamar mandi.

“Barengan aja biar cepet, gimana?“ucap Seungyoun.

“Jangan macem-macem! Lama nanti”ucap Sejin malas.

“Lah kan udah pernah macem-macem jugaaa”ucap Seungyoun pelan.

“DIEM YA LO SEUNGYOUN!!!“teriak Sejin dari dalam kamar mandi.

@xposhie.

Haru.


Seungwoo tersenyum melihat Byungchan yang masih berusaha mengusap air matanya. Lightstick ditangan kanan dan handbanner di tangan kiri, bahkan Seungwoo harus membawakan ransel milik Byungchan.

“Minum dulu, udahan nangisnya”ucap Seungwoo.

“Tolong pegangin... Jangan dijatohin...“ucap Byungchan menyerahkan vickey bong kepada Seungwoo.

“Wah ini nih yang bikin aku ketemu kamu ya?“tanya Seungwoo dan Byungchan mengangguk.

“Makasih ya ka...“ucap Byungchan menahan nangis.

“Bilang makasih mulu dari kemaren. Ini aku keberatan bawa kata -kata kamuuu”ucap Seungwoo tertawa.

“Ka seungwoo sih aku serius!!“ucap Byungchan hampir menangis lagi.

“Iyaaa sama-sama Byungchan.... Udahan nangisnya, besok mata kamu bengkak”ucap Seungwoo mengusap air mata Byungchan.

Byungchan pun mengatur nafasnua agar tidak menangis lagi.

©xposhie

Hilang.


“Byungchan!!!”

Byungchan yang sedang berjalan sendirian di airport menoleh dan menemukan Seungwoo yang berlari menghadapinya. Wajahnya cemas, dua koper dia tarik secara asal. Byungchan mengerucutkan bibirnya ketika Seungwoo tiba di hadapannya.

“Kamu kemana? Tadi kan udah aku suruh tunggu depan toilet sebentar aja. Kenapa malah pergi? Trus koper kita juga kamu tinggal. Kalo hilang gimana? Kamu mau pake baju apa selama di Korea? Engga ganti baju? Di soetta udah hilang masa di Incheon kamu hilang lagi sih. Kamu bisa kan jaga diri?“ucap Seungwoo panjang lebar.

Byungchan tersentak karena ucapan Seungwoo barusan. Byungchan memang ceroboh. Tapi yang baru saja terjadi bukanlah karena Byungchan ceroboh.

“Ka! Bisa engga, engga usah teriak di depan umum? Bisa kan nanya aku dulu? Bisa kan dengerin aku penjelasan dulu? Iya aku emang engga bisa jaga diri! Buktinya bang sunho selalu ada dirumah aku kalo bunda sama papa ke luar kota, soalnya mereka tau kalo aku ceroboh dan engga bisa jaga diri”ucap Byungchan menahan tangisnya.

“Kenapa jadi bawa-bawa orang lain sih? Disini engga ada bang sunho, disini cuma ada aku sama kamu. Kamu tanggung jawab aku.“ucap Seungwoo lagi

“Aku ga minta kaka buat perduli sama aku, kalo kaka mau kan kaka bisa tinggalin aku aja. Engga usah nyariin aku, biar aku hilang sekalian”ucap Byungchan mencoba menahan air matanya yang akan keluar.

“Kamu ngomong apaan sih? Trus gimana? Kamu mau disini aja? Biar ilang dibawa orang Korea?“ucap Seungwoo mulai menurunkan suaranya.

Byungchan diam. Tanpa disadari, air mata Byungchan turun dari pelupuk matanya, Seungwoo melihat itu semua.

“Chan.... kenapa nangis? Aku minta maaf...”

Seungwoo melepas genggamannya dari dua koper yang dibawanya dan mendekati Byungchan. Byungchan menjauh, menolak pergerakan yang dilakukan Seungwoo.

“Byungchan marah sama ka seungwoo? Maaf kalo ka seungwoo kebangetan. Aku cuma takut kamu ilang.... aku khawatir”Seungwoo menarik pelan tangan Byungchan agar mendekat kepadanya, lalu Seungwoo menghapus air.

Seungwoo menarik Byungchan ke arah kursi yang terletak tidak jauh dari mereka berdiri dan memberikan Byungchan sebotol air mineral untuk menetralkan perasaannya. Byungchan masih enggan berbicara dengan seungwoo.


Seungwoo dan Byungchan sudah tiba di hotel tempat mereka menginap selama di Korea. Selama perjalanan dari bandara menuju hotel, Byungchan lebih banyak diam bahkan enggan melihat ke arah Seungwoo walaupun beberapa kali Seungwoo mengajaknya berbicara.

“Aku mandi duluan”ucap Byungchan datar saat baru saja memasuki kamar hotel mereka.

“Kamu mau tidur di kasur sebelah mana, Chan?“tanya Seungwoo saat Byungchan sibuk dengan kopernya.

“Terserah ka seungwoo aja”ucap Byungchan datar.

“Yaudah, kamu di dekat jendela ya. Pemandangannya lebih keliatan, aku-“ucapan Seungwoo terputus.

“Iya ka, aku nurut”ucap Byungchan sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


“Chan, kita makan malam sekitar Hongdae ya? Sekalian jalan-jalan juga”ucap Seungwoo

“Berangkat jam berapa? Biar aku siap-siap”ucap Byungchan datar.

“Hm... setengah jam lagi?“ucap Seungwoo pelan

“Jangan lupa pake baju hangat, soalnya kayanya suhunya lagi minus diluar”ucap Seungwoo dan Byungchan pun segera bangkit untuk mencari baju di dalam kopernya.


“Mau jalan kemana lagi?“tanya Seungwoo setelah mereka keluar dari salah satu restaurant di sekitar Hongdae.

“Terserah aja, aku ikut”ucap Byungchan sambil mengusap kedua tangannya. Byungchan melupakan sarung tangannya.

Seungwoo menarik nafas panjang sebelum akhirnya menarik kedua tangan Byungchan dan mengusapnya. Seungwoo melepaskan sarung tangan sebelah kirinya dan menggunakannya ke tangan Byungchan.

“Ga usah, ka seungwoo pake aja. AKu engga apa-apa”ucap Byungchan menolak pergerakan seungwoo. Seungwoo diam dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

Tangan kiri seungwoo yang tanpa sarung tangan menggenggam tangan kanan Byungchan, lalu memasukannya ke dalam saku coat yang digunakan seungwoo.

“Kita kesana yuk! Kayanya ada rame-rame”ucap Seungwoo menunjuk salah stau dusut jalanan Hongdae.

Byungchan menunduk. Melihat tangannya yang di genggam erat Seungwoo di dalam coat Seungwoo.

@xposhie.

Pemimpin dan Prajurit.


Aku seorang pemimpin.

Aku ulangi,

Aku seorang pemimpin.

Aku seorang pemimpin dan bukan seorang pemimpi.

Aku seorang pemimpin dan ini adalah kisahku...

Aku seorang pemimpin.

Tugasku berat.

Tanggung jawabku banyak.

Tapi aku tidak pernah mengeluh.

Aku seorang pemimpin.

Aku lambang kekuatan.

Aku lambang persatuan.

Aku seorang pemimpin.

Aku ingin mengeluh, tapi aku tidak bisa.

Aku ingin bersandar, tapi itu tidak mungkin.

Aku seorang pemimpin.

Orang memandangku hebat, tapi sebenarnya aku tidak.

Orang memandangku kuat, tapi sebenarnya aku rapuh.

Aku seorang pemimpin dan aku membutuhkan prajurit.

Prajurit bisa menguatkanku.

Prajurit bisa meringankan bebanku.

Aku pemimpin, aku Han Seungwoo.

Aku membutuhkan prajurit.

Mereka yang siap selalu berdiri di belakangku.

Mereka yang siap menguatkanku.

Mereka yang siap meringankan bebanku.

Aku, Han Seungwoo dan aku adalah seorang pemimpin.

Kalian tidak bisa mengalahkanku, karena aku punya prajurit.

Kalian tidak bisa menjatuhkanku, karena aku punya prajurit,

Aku percaya dengan prajuritku, karena mereka mempercayaiku.

Aku, Han Seungwoo dan aku seorang pemimpin.

Aku percaya prajuritku akan selalu menguatkanku.

@xposhie.

Kisah Seekor Kupu-Kupu.


Orang bilang, umur kupu-kupu itu terlampau singkat. Beberapa diantaranya hanya dapat bertahan hidup selama satu minggu sedangkan beberapa lainnya, dapat bertahan selama setahun tergantung spesies kupu-kupu itu sendiri.

Aku adalah seekor kupu-kupu dan ini adalah kisahku yang singkat...

Kalian pasti tahu fase awal diriku. Ya benar, aku berasal dari telur. Kalian harus tau, Kupu-kupu dewasa tidak pernah meletakan telur mereka di sembarang tempat. Kupu-kupu dewasa akan bertelur di daun yang terbaik pilihan mereka sendiri.

“Daun terbaik” bahkan saat diriku masih menjadi telur, aku sudah di tempatkan di tempat terbaik. Tempat terbaik untuk seekor kupu-kupu yang istimewa.

Aku hanya melewati fase telur selama 3 (tiga) hinga 5 (lima) hari saja, waktu yang cukup singkat untuk fase pertama dalam kehidupanku.

Saat menjadi telur, aku sudah terbiasa di lindungi dari gangguan lingkungan luar, gangguan dari oknum yang dapat menghentikan kehidupanku sampai akhirnya aku bisa melewati fase pertama kehidupanku.

Setelah melewati fase telur, aku akan berubah menjadi sesuatu yang menjijikan, sesuatu yang dibenci orang, sesuatu yang dapat membuat orang berteriak kepadaku. Aku dalam fase ulat.

Fase ulat, adalah fase terburukku. Aku di hina, aku dibenci, aku di pandang sebelah mata, Orang-orang menatapku jijik, orang-orang membenciku, orang-orang enggan melihatku.

Aku memang pantas di benci, karena aku merusak tanaman.

Tapi kalian harus tau, aku membutuhkan tanaman untuk makan, agar aku dapat tumbuh dan berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan spesial.

Maaf jika aku menjijikan, tapi aku berjanji jika aku akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan spesial.

Setelah menjadi ulat yang menjijikan, aku memasuki fase ketiga kehidupanku. Aku seekor kepompong.

Aku seekor kepompong yang pandai menyamar. Aku akan menyamarkan warnaku seperti warna daun kehijauan atau warna batang pohon yang kecoklatan.

Jika kalian lihat dari luar, aku seperti terdiam.

Aku seperti mati.

Aku seperti tidak tumbuh dan berkembang.

Tapi kalian salah, aku seekor kepompong dan aku sedang menyiapkan diriku untuk menjadi seekor kupu-kupu.

Maaf jika waktu yang aku butuhkan lama, karena aku butuh proses.

Aku menghabiskan waktu 7 (tujuh) hingga 20 (dua puluh) hari hingga aku siap mengepakkan sayap indahku.

Biasanya sayapku akan terlihat kecil, basah dan kusut ketika aku baru saja keluar dari kepompong. Bahkan tidak jarang, jika cangkang kepompong maish tertinggal di sayap keciku.

Aku seekor kupu-kupu mencari nektar dan madu untuk makananku, karena Aku bertekad terbang dengan sayap indahku.

Ketika sayapku sudah cukup besar.

Ketika sayapku sudah cukup indah.

Ketika aku sudah bisa mengepakan sayapku.

Aku seekor kupu-kupu, harus menunjukan kepada dunia siapa sebenarnya diriku.

Aku seekor kupu-kupu akan terbang dan memperlihatkan betapa indahnya sayapku. Betapa indahnya kehidupanku.

Aku memang berumur singkat, tetapi aku terus bermetamorfosis.

Aku tidak mati.

Aku bermetamorfosis.

Aku adalah X1.


Aku memang berjuang dari bawah (fase telur).

Aku memang terkadang dipandang sebelah mata (fase ulat).

Aku memang suka berdiam diri (fase kepompong).

Tetapi aku adalah seekor kupu-kupu yang cantik, yang akan terbang dan memperlihatkan kepada dunia betapa indahnya sayapku.

Aku punya madu (One It) yang selalu membuat diriku tumbuh.

Aku tidak mati. Karena aku bermetamorfosis.

Aku bermetamorfosis untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah.


@xposhie.

Seungwoo berlari kecil mendekati Byungchan yang sedang mendorong-dorong koper miliknya. Kepala menunduk dan bibir dimajukan, Seungwoo berhasil dibuat gemas oleh Byungchan.

“Permisi”

Byungchan menoleh kaget karena mendengar suara berat di belakangnya. Tetapi senyumnya merekah ketika mengetahui bahwa itu suara adalah suara seungwoo.

“Ka uwuuu!!“Byungchan sontak memeluk Seungwoo erat tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya.

“Yaudah yuk kita jalan, nanti ketinggalan boarding”ucap Seungwoo menarik koper dari tangan Byungchan.

Seungwoo menarik dua buah koper di sisi kanan dan kirinya. Sedangkan Byungchan dengan tenangnya menggandeng lengan Seungwoo dan berjalan di sebelahnya.


“Kok bisa salah gate sih kaaa?”

Byungchan berlari kecil di belakang Seungwoo dengan ransel yang tersampir di pundak kanannya.

“Aku juga gatau! Tadi aku udah tanya bener kok”ucap Seungwoo berjalan cepat ke arah gate yang dituju.

Seungwoo sesekali melirik ke belakang, memastikan bahwa Byungchan tidak tertinggal. Sesekali Seungwoo tersenyum karena wajah Byungchan benar-benar merah karena berlari.

“Hhhhh capek”ucap Byungchan.

“Maaf ya”ucap Seungwoo sambil menghapus bulir keringat yang jatuh di kening Byungchan.

“Baru awal aja udah gini ya ka! Engga kebayang kalo kita sepuluh hari di Seoul”ucap Byungchan sambil tertawa.

“Semoga semua berjalan lancar, kan kamu mau nonton Victon”ucap Seungwoo mengusap puncak kepala Byungchan.

“Huaaaa iya!! Aku engga sabaran huhuhu”ucap Byungchan excited.

©xposhie.

Sleep Over.


“Gue nyerah deh. Boleh minta hukuman lain engga?“ucap Byungchan dengan wajah memerah.

Sebelumnya, Byungchan telah menghabiskan gelas ke tujuhnya. Tetapi keberuntungan sednag tidak memihak kepadanya, karena pada putaran selanjutnya Byungchan harus menghabiskan tiga gelas sekaligus. Wooseok, Sejin dan Yohan saling tatap sebelum akhirnya Yohan mengangguk dan mengeluarkan senyuman miringnya.

“Oke! Coba ceritain ke kita, hubungan lo sama ka seungwoo trus udah ngapain aja?“tanya Yohan yang membuat Wooseok dan Sejin tersenyum.

“Hah ngapain? Gue sama ka uwu engga ngapa-ngapain kok”Wajah Byungchan semakin memerah karena malu.

“Yaudah, kalo engga ngapa-ngapain ceritain dong hubungan lo sama ka uwu tiga bulan ini”ucap Sejin penasaran.

“Yang boleh manggil ka uwu itu gue doang!!!“ucap Byungchan mengerucutkan bibirnya.

“Iyaaaa elah lama bener, cepet cerita”ucap Yohan tidak sabaran.

“Hm... Gue sama ka uwu engga ada hubungan apapun. Kan ka uwu engga pernah nembak gue”ucap Byungchan tenang.

“Kalo ditembak ka seungwoo emang lo mau? Ga takut gitu?“tanya Wooseok penasaran.

“Kenapa mesti takut? Ka uwu baik kok! He is really a nice person after bang sunho. Engga pernah ngapa-ngapain juga, engga aneh-aneh”ucap Byungchan semangat.

“Yaaa namanya lagi pdkt, pasti engga aneh-aneh lahhh”ucap Wooseok ketus.

Sejin menatap Wooseok heran.

“Diapain lo sama Jinhyuk?“tanya Sejin curiga dan wajah Wooseok memerah.

“Engga ngapa-ngapain elah! Kok jadi gue yang kena? Kan ini hukuman Byungchan”ucap Wooseok mengalihkan pembicaraan.

“Wahhh kok gue curiga ya sama ka wooseok”ucap Yohan tersenyum.

“Udah next! Siapa yang lanjut jalan buruan”ucap Wooseok mengambil tumpukan kartu UNO di hadapannya.

“Yaelah cerita aja kali engga usah malu-malu”ucap Sejin tertawa.

“Lo sama seungyoun udah ngapain aja ka?“ucap Byungchan yang berhasil membuat Sejin terdiam.

@xposhie.

Boys' Day Out


“Senyum-senyum mulu!“Seungyoun datang menghampiri Seungwoo yang sedang menikmati kebulan asap hasil dari pembakaran nikotin di tangannya.

“Lah lu juga”ucap Seungwoo ketika melihat temannya datang sambil tersenyum melihat handphonenya.

“Hahaha gila anjir! Gue kira Sejin sama temen-temennya lurus-lurus aja ya. Lah main UNO tapi hukumannya minum semua”ucap Seungyoun memperlihatkan ponsel ditangannya.

Seungwoo mengernyitkan keningnya bingung.

“Kenapa lu? Mikirin Byungchan?“tanya Seungyoun ketika meihat perubahan ekspresi temannya dan Seungwoo menggeleng.

“Alah sok bohong! Gue tau kali, lo lagi deketin Byungchan kan?“tanya Seungyoun dan Seungwoo tersenyum miring.

“Gue mau bilang lagi deketin Byungchan juga bingung, soalnya gue takut dia risih”ucap Seungwoo lagi.

“Lo udah berapa kali jalan bareng sama dia?”

“Empat? Atau Lima kali gitu, tanpa kalian”ucap Seungwoo.

“Nah! Engga mungkin Byungchan risih, kalo dia mau lo ajak jalan sampe lebih dari tiga kali. Lo mau ke korea bareng kan?“tanya Seungyoun lagi dan Seungwoo mengangguk.

“Gue tuha pernah diceritain Bang Sunho, kalo si Byungchan tipe anak yang susah deket sama orang. Dia kalo udah percaya sama orang ya bakalan nyaman. Contohnya sama Bang Sunho, kalo bokap nyokapnya lagi keluar kota tuh Byungchan pasti nyuruh Bang Sunho nginep di rumahnya, bahkan dia rela beliin apa aja biar bang sunho nginep nemenin dia”jelas Seungyoun.

“Tapi kan gue engga pernah diajak Byungchan nginep nemenin dia”ucap Seungwoo pelan.

“Itu kan umpama boss! Lo baru deket mau tiga bulan, udah nginep-nginep. Awas Zinah!“ucap Seungyoun sambil menghembuskan asap nikotinnya.

“Woyy apaan nih zinah-zinah, lo ya bang zinah sama ka sejin?“ucap Yuvin yang baru saja tiba membawa beberapa kantong berisi minuman.

“Tau darimana lo? Lo ngintip ya pas gue main sama Sejin?“ucap Seungyoun acuh sambil masuk membawa kantong plastik yang tadi dibawa Yuvin.

Yuvin, Seungwoo dan Jinhyuk yang mendengar ucapan Seungyoun barusan, hanya dapat beradu tatap. Karena mereka tau, Seungyoun bukanlah pribadi yang suka berbohong menyangkut hal-hal privasi seperti itu.

@xposhie.

New Year.


Malam pergantian tahun kali ini dihabiskan Byungchan dan Seungwoo, Wooseok dan Jinhyuk serta Sejin dan Seungyoun bersama-sama di sebuah club malam. Byungchan sudah meliukan badannya ke kanan dan ke kiri mengikuti irama musik di dalam club tersebut. Ditangannya ada sebuah gelas berisi cairan yang sudah di teguk setengah. Seungwoo tersenyum gemas melihat tingkah kekasihnya tersebut. Wajah Byungchan sudah memerah akibat alkohol yang di konsumsinya.

Disebelah pasangan Seungwoo dan Byungchan adan Wooseok dan Jinhyuk. Gelas diabaikan oleh mereka berdua. Wooseok dan Jinhyuk asik bercengkrama satu sama lain, karena memang mereka sudah lama tidak bertemu. Sesekali Jinhyuk mencium punggung tangan Wooseok, membuat Wooseok beberapa kali harus memukul lengan Jinhyuk, pelan.

Di sisi lain meja ada Sejin dan Seungyoun. Mereka adalah pasangan yang paling tidak malu memperlihatkan kemesraan karena kali ini Seungyoun tengah melumat habis bibir Sejin hingga posisi Sejin yang sudah berbaring di atas sofa. Sejin memukul dada kekasinya, meminta jeda akan lumatan yang di berikan kekasihnya tersebut. Seungyoun melepaskan tautan mereka dan tersenyum melihat bagaimana bengkaknya bibir Sejin karena ulahnya.

“Woyy! Diem-diem aja nih?”

Kookheon entah darimana asalnya, tiba-tiba datang dan menghampiri meja mereka berenam. Semua mata tertuju kepada Kookheon, termaksud Sejin dan Seungyoun. Sejin merapihkan kemejanya yang sedikit kusut karena ulah Seungyoun tadi dan Seungyoun merapihkan anak rambut Sejin yang berantakan, tentunya karena ulah dirinya sendiri.

“Ada yang mau ikut permainan gue engga?“ucap Kookheon dengan segala kemisteriusannya, membuat ketiga pasangan di hadapannya merasa bingung.

“Apaan sih? Jangan suka engga jelas. Udah mau 2020 nih”ucap Wooseok sinis.

“Santai nyonya! Nih gue jelasin dikit. Jadi gue butuh beberapa pasangan nih. Jadi permainannya itu namanya Guess Your Partner. Kalian harus bisa nebak, siapa partner kalian. Kalian engga boleh sama sekali mengeluarkan suara atau memegang lawan main”ucap Kookheon serius.

“Terus?“ucap Sejin penasaran.

“Orang yang berhasil nebak sampe babak terakhir, bisa dapetin Uang, Mobil sampe Apartment!“ucap Kookheon lagi.

“Anjir serius?“tanya Jinhyuk dan Kookheon mengangguk meyakinkan.

“Gue skip. Enak aja tuker-tukeran pasangan trus suruh nebak. engga mau gue kalo Byungchan di nikmati orang lain”ucap Seungwoo yang mendapat tatapan sinis Byungchan.

“Mau ikut engga? Lumayan dapet mobil?“tantang Sejin kearah Seungyoun.

“Kamu yakin?“tanya Seungyoun dan Sejin mengangguk percaya diri.

“Kamu nafas di leher aku aja aku udah hafal, apalagi sampe ke tingkat yang lebih”ucap Sejin tersenyum.

“Gue sama Sejin, In!“ucap Seungyoun yang berhasil mendapat tatapan aneh dari dua pasangan di sebelahnya.

“Orang Gila”ucap Seungwoo pelan.

“Kita ikutan juga yuk? Lumayan siapa tau dapet mobil buat aku atau apartment? Buat kita tinggal bareng”ucap Byungchan jenaka yang membuat kekasihnya membelalakan matanya karena terkejut.

“Gini gue kasih garis bawah ya, kalo kalian engga mau its okay. Trus setiap babak itu tingkatanya berbeda kok. Kalian engga langsung ngamar trus ya gitu, engga kayak gitu kok”ucap Kookheon lagi.

“Oke, gue ikut!“ucap Wooseok tiba-tiba.

“Seok, yang bener?“ucap Jinhyuk dan Wooseok mengangguk semangat.

“Oke, gue udah dapet dua pasangan nih. Byungchan sama Seungwoo gimana?“tanya Kookheon memastikan.

Byungchan menatap Seungwoo dengan tatapan meminta. Seungwoo menghela nafas berat dan mengangguk lemah.

“Oke siap! Tiga pasangan ya. Nanti kalo gue panggil, langsung ke depan aja”ucap Kookheon sebelum meninggalkan meja ketiga pasangan tersebut.


Byungchan dan Seungwoo, Wooseok dan Jinhyuk serta Sejin dan Seungyoun berjalan ke tengah club ketika nama mereka dipanggil oleh Kookheon. Ditengah club sudah berdiri empat pasangan lainnya. Semua pasangan di berikan sebuah penutup mata dan pengikat tangan agar mereka tidak bisa melihat lawan mereka serta memegang lawan mereka.

Sang submisif berdiri melingkar ditengah club dan beberapa orang mulai mengatur sang dominan untuk berdiri di hadapan sang submisif. Beberapa pasang ditukar dengan pasangan lainnya, tetapi ada beberapa pasangan yang tetap berpasangan dengan pasangan mereka sendiri.

“Tahap pertama, mencium bau parfum pasangan. Kalian boleh mencium daerah leher, baju dan tangan. Tidak boleh memegang atau mengintip pasangan yang berada di hadapan kalian. Kalian juga tidak boleh mengeluarkan satu patah katapun”ucap Kookheon menjelaskan.

Permainan dimulai, sang submisif mulai mencium beberapa titik yang telah ditentukan. Dengan tangan diikat dan mata tertutup, mereka harus mengetahui apakah yang dihadapan mereka ini pasangan mereka atau bukan. Waktu yang di berikan hanya 3 menit, waktu yang cukup singkat untuk mengenali pasangan hanya melalui indera penciuman.

“Waktu habis! Buat kalian yang merasa jika yang ada di hadapan kalian adalah kekasih kalian, bisa angkat tangan. Dan buat kalian yang merasa jika dihadapan kalian adalah orang lain, tidak perlu mengangkat tangan”ucap Kookheon memberi aba-aba.

Byungchan, Sejin dan dua orang lainnya mengangkat tangan yang menandakan bahwa yang ada di hadapan mereka adalah pasangan mereka, Beberapa pengunjung bertertiak riuh. Penutup mata dibuka, Byungchan meloncat gembira ketika mengetahui yang berada dihadapannya ialah Seungwoo. Byungchan memeluk Seungwoo dan memberikan kecupan singkat di bibir Seungwoo.

Dua orang harus tereliminasi pada tahap pertama, karena mereka tidak bisa menebak dengan benar siapa yang ada di hadapan mereka. Permainan dilanjutkan ke tahap kedua dengan peserta berjumlah lima pasangan termaksud di dalamnya Byungchan-Seungwoo, Sejin-Seungyoun serta Wooseok-Jinhyuk.

“Khusus tahap kedua, kalian bisa bersentuhan! Tetapi tetap tidak boleh mengeluarkan satu katapun maupun suara apapun”ucap Kookheon menjelaskan.

Kelima pasangan peserta tersebut membuat sebuah lingkaran dengan formasi submisif-dominan secara berselang-seling. Mereka semua saling menggenggam dengan orang yang berbeda di sisi kanan maupun sisi kiri mereka.

“Kalian kan sering nih pegangan tangan, pasti udah hafal sama tangan pasangan sendiri. Waktu yang tersisa hanya 75 detik lagi. Kalo kalian rasa itu tangan pasangan kalian, angkat tangan keatas. Jika kalian merasa di kanan maupun dikiri bukanlah pasangan kalian, maka biarkan tangan kalian tetap dibawah”ucap Kookheon.

Kali ini Wooseok mengangkat tangan kanannya sedangkan Sejin mengangkat tangan kirinya. Byungchan tidak mengangkat tangannya sama sekali karena ia merasa Seungwoo tidak berada di sisi kanan maupun kirinya. Penutup mata pun dibuka dan suara pengunjung kembali riuh karena pada permainan kali ini, hanya tiga pasangan yang berhasil ke tahap selanjutnya, yaitu Byungchan-Seungwoo, Sejin- Seungyoun serta Wooseok-Jinhyuk,

Kookheon tertawa tanpa suara ketika melihat semua temannya berhasil maju ke babak selanjutnya. Tahap selanjutnya sedikit ekstrim, karena mereka harus memegang kejantanan lawan di hadapan mereka. Lawan mereka tidak boleh mengeluarkan suara sedikitpun.

Kookheon tersenyum menatap temannya satu persatu dan menahan tawanya. Sebuah tatapan sinis di perlihatkan Wooseok dan sebuah gelengan lemah di tunjukan Seungwoo. Byungchan dan Sejin saling tatap ketika mengetahui permainan tingkat ketiga.

Byungchan. Sejin dan Wooseok sudah menutup mata mereka dan berdiri di depan sang dominan yang mereka tidak tahu identitasnya itu. Seungwoo, Seungyoun dan Jinhyuk juga menutup mata mereka dan menahan suara mereka agar tidak keluar sedikitpun. Kookhen telah mengeluarkan aba-aba dan permainanpun dimulai. Wooseok dan Byungchan adalah pihak yang ragu untuk memegang kejantanan orang di hadapan mereka, tetapi tidak dengan Sejin.

Sejin dengan cepat mengusap benda tidak bertulang tersebut, mengurutnya dari luar celana. Sejin mengernyitkan dahinya. Beberapa kali ia mengigit bibir dan memutar-mutar jarinya. Tidak jarang dirinya meremas benda tersebut, membuat pihak dominan menahan desahannya.

“Jadi nyerah?“ucap Kookheon berbisik diantara Byungchan dan Wooseok.

Woosoek dan Byungchan menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya mengikuti permainan tersebut. Wooseok menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa bingung. Waktu terus berjalan, dari tujuh menit waktu yang diberikan, tinggal tersisa satu menit.

“Tiga.... Dua... Satu... STOP!“ucap Kookheon dan tangan mereka bertiga otomatis terangkat.

“Waow!“ucap Kookheon terperangah.

Byungchan, Wooseok dan Sejin membuka mata mereka serempak dan terkejut ketika orang yang berada di hadapannya benar-benar kekasih mereka masing-masing. Jinhyuk menarik tangan Wooseok untuk menempelkan dirinya dan Wooseok, kemudian melumat habis bibir Wooseok sebagai ganti ulah yang baru saja dilakukan Wooseok.

Byungchan mengedipkan matanya ke arah Seungwoo sebelum tangannya kembali bermain di atas celana Seungwoo.

“Gini doang keras?“ucap Byungchan berbisik.

“Permainan final. Permainan yang tidak akan kita lakukan disini”ucap Kookheon.

“Ikut gue!“ucap Kookheon.

Semua pengunjung memberikan sorakan kearah Kookheon yang berjalan ke belakang club, menjauhi kerumunan masa.

“Stop! Lo sadar kan?“tanya Wooseok ketika melihat deretan kamar di koridor tempat mereka berjalan.

“Haha kayanya udah ada yang sadar nih. Gimana? Take it or leave it?“tanya Kookheon.

Keenam pasangan tersebut beradu tatap dan menggeleng tidak mengerti. Sedangkan Kookheon mengeluarkan senyum andalan kemenangannya.


“Anjir! Sumpah Kookheon gila, kenapa sih gue mau aja disuruh begini?“ucap Byungchan protes.

“Kita udah disuruh milih tadi dan lo milih mau lanjut, yaudah nikmatin aja permainan sinting Kookheon”ucap Sejin sinis.

Byungchan, Wooseok dan Sejin masuk ke sebuah ruangan remang-remang. Mereka bahkan tidak dapat melihat satu sama lain. Mereka meraba-raba sekitar dan menemukan tiga buah tempat tidur.

“Gimana nih?“ucap Byungchan

“Yaudah ikutin aja”ucap Wooseok sambil membuka satu persatu kancing kemejanya.

Wooseok juga membuka celana jeans yang ia gunakan dan menggunakan penutup mata yang telah disiapkan. Wooseok meraba kasur di hadapannya dan merangkak diatasnya. Wooseok lalu memposisikan dirinya menungging dengan bagian pinggang lebih tinggi dari kepalanya.

Byungchan dan Sejin juga mengikuti apa yang dilakukan Wooseok ketika mereka mendengar decitan kasur yang dihasilkan kasur milik Wooseok. Byungchan, Wooseok dan Sejin terdiam dan menunggu seseorang memasuki kamar yang mereka tempati.

Tidak lebih dari lima menit, Seungwoo Jinhyuk dan Seungyoun masuk ke kamar tersebut dengan mata tertutup. Sebuah in ear tersambung di telinga mereka bertiga, mereka mengikuti semua perintah Kookheon dari in ear yang mereka gunakan.

“Jinhyuk, berjalan ke tengah kasur sebanyak enam langkah. Seungwoo berjalan ke ujung kamar sebanyak lima belas langkah. Seungyoun, arahkan dirimu sedikit ke kiri dan berjalanlah sebanyak tiga langkah”

Mereka bertiga mengikuti perintah Kookheon dan sampai pada kasur yang ada di kamar tersebut yang telah di tempati Byungchan, Wooseok dan Sejin. Perintah selanjutnya, Kookheon memerintahkan ketiga dominan tersebut untuk membuka baju dan celana mereka, menyisakan sebuah boxer yang mereka gunakan. Kookheon pun memerintahkan mereka untuk mengusap bongkahan padat di hadapan mereka yang berhasil membuat sang submisif menggigit bibir mereka.

Perintah Kookheon selanjutnya ialah ia memerintahkan sang dominan untuk merangkak naik ke atas kasur dan mengusap lembut punggung sang submisif.

“Sialan kau kim kookheon!“racau Byungchan dalam hati.

Perintah Kookheon selanjutnya berhasil membuat sang dominan membeku. Kookheon memerintahkan para dominan memasukan tiga jari mereka ke lubang anal sang submisif yang mereka tidak ketahui identitasnya tersebut. Seungyoun yang memang sudah ingin mengakhiri permainan ini pun melakukan apa yang diperintahkan Kookheon. Seungyoun membuka celana seseorang di hadapannya dan memasukan tiga jari jarinya yang membuat sang submisif mengeratkan lubangnya.

Seungyoun mengusap lembut punggung sang submisif, menenangkan. Seungwoo dan Jinhyuk pun mengikuti permainan yang diperintahkan Kookheon tersebut.

“Oh shit!!“ucap Sejin dalam hati karena ia dapat merasakan jari panjang yang sedang bergerilya di lubangnya.

“Cium orang di hadapan kalian sekarang!“Kookheon terus menerus memberikan perintah yang harus dilakukan Seungwoo, Seungyoun dan Jinhyuk.

Seungwoo membalik tubuh pasangannya. Walaupun tidak dapat melihat apapun, Seungwoo berhasil mendaratkan bibirnya dengan orang dihadapannya. Seungwoo membawa sang submisif ke atas pangkuannya. Tangannya mengelus punggung sang submisif memberika sensasi sehingga sang submisif dengan tenang membalas lumatannya. Bunyi lidah beradu memenuhi kamar tersebut, membuat kedua pasang lainnya sempat menghentikan kegiatan mereka beberapa saat.

“Persetan!“ucap Seungyoun dalam hati sebelum melumat dengan kasar bibir submisif yang tidak ia ketahui identitasnya tersebut. Tangan Seungyoun nakal, karena dia juga memasukan jari-jari panjangnya ke arah lubang anal berkedut milik submisif pasangannya. Pasangan Seungyoun tersebut menambah intesitas lumatannya untuk menahan desahan yang hampir saja dikeluarkannya karena ulah Seungyoun.

Berbeda dengan Jinhyuk, yang mengecup lembut pasangan di hadapannya. Pasangan Jinhyuk sempat memundurkan kepalanya, sebelumnya akhirnya mengikuti permainan Jinhyuk. Tangan Jinhyuk mulai bergerilya menyentuh seluruh tubuh submisif di bawahnya. Sang submisif yang berada dalam kungkungan Jinhyuk itu pun terbuai dan menjambak pelan rambut Jinhyuk, dan mengalungkan kakinya di pinggang Jinhyuk.

“Wahhh kalian sungguh hebat! Aku bisa melihat semuanya dari sini”ucap Kookheon tertawa.

“Sekarang inti permainannya. Lakukan karena aku tidak akan memberikan penjelasan berlebih!“perintah Kookheon cepat.

Seungwoo memijat pelipisnya sebelum membuka boxer yang masih ia gunakan lalu mengocok batang kebanggaannya. Seungwoo kembali membalik sang submisif dan mengangkat pinggangnya agar sejajar dengan batang kebanggaan milik Seungwoo.

“Cepatlah selesai!!!“racau Seungwoo sambil mengarahkannya kejantannya ke dalam lubang sang submisif di bawahnya. Lubang sang submisif mengerut dan Seungwoo mengusap punggung lawan mainnya, hingga pasangannya kembali rileks.

Seungwoo masih diam dan belum menggerakan miliknya. Hingga akhirnya setelah beberapa saat, Seungwoo menggerakan kebanggannya hingga ia menemukan titik kenikmatan sang pasangan.

Jinhyuk dan Seungyoun pun tidak mau kalah, Mereka juga menumbukkan kejantanan mereka ke dalam lubang kemerahan sang submisif. Seungyoun bahkan mencium-cium punggung sang submisif dan menekan titik yang sama berulang kali.

Tiba-tiba lampun di nyalakan, entah oleh siapa.

Seungwoo, Jinhyuk dan Seungyoun yang sedang bekerja di atas sang lawan pun terkejut dengan lawan mereka. Peluh membasahi keenam pria dewasa yang sedang mencari kepuasaan tersebut.

“Oh shit!!!“sudah terlambat, Jinhyuk pun menambahkan kecepatannya yang berhasil membuat Byungchan berteriak dan menggigit bantal di hadapannya. Sakit. Karena Jinhyuk sedang mencari kenikmatannya dengan tempo yang sangat cepat.

Seungwoo menoleh karena mendengar rintihan Byungchan. Seungwoo memejamkan matanya, enggan melihat kegiataan di kasur di sebelahnya. Seungwoo fokus dengan tubuh Sejin yang berada di bawahnya. Sejin mengerang dan beberapa kali mengerutkan lubangnya, memberikan Seungwoo kenikmatan yang berlebih.

“Rileks....“Itu suara Seungyoun tepat di telinga Wooseok, Seungyoun memberikan tempo mematikannya hanya untuk memuaskan Wooseok.

“Tambah kecepatanmu, sialan!!“Sejin menggeram tertahan.

Seungyoun tersenyum mendengar ucapan yang dilontarkan kekasihnya. Ucapan yang biasa dia dengarkan jika sedang bersama Sejin. Seungwoo pun membalik tubuh Sejin agar menatapnya, menarik paksa penutup mata Sejin. Sejin tersenyum miring melihat Seungwoo.

“Di dalam!! Keluar di dalam atau setelah ini aku akan membunuhmu Lee Jinhyuk”ucap Byungchan frustasi.

Jinhyuk memegang pinggang Byungchan dan menambah kecepatannya, mencari pelepasan yang sebentar lagi akan ia dapatkan.

“Aku ingin keluar... hhh”ucap Wooseok dengan wajah kemerahan.

Seungwoo dan Seungyoun bergidik ngeri mendengar rintihan Wooseok yang menurut mereka teramat seksi. Dalam wkatu yang hampir bersamaan, keenam manusia dewasa tersebut sampai pada pelepasan masing-masing.

“Kau hebat”ucap Sejin tersenyum kecil ke arah Seungwoo dan Seungwoo membalas senyuman Sejin penuh arti.

“Kau keluar banyak sekali bodoh!“ucap Byungchan meringis, ketika cairan milik Jinhyuk keluar dari lubangnya walaupun Jinhyuk belum mengeluarkan miliknya.

“Aku lelah!“ucap Seungyoun yang terkapar lemas diatas Wooseok tanpa melepas miliknya.

“Jangan kau tindih badan Wooseok! Kau berat bodoh”ucap Jinhyuk menatap Seungyoun sinis dan Wooseok tertawa.

Wooseok menepuk pelan space kosong di sebelah dirinya, menyuruh JInhyuk tidur di sebelahnya.

“Ah! Pelan-pelan bodoh”racau Byungchan ketika Jinhyuk dengan kasar mencabut benda miliknya dari lubang Byungchan.

“Aku ingin mandi, kau ikut atau tidak?“ucap Sejin kepada Seungyoun.

“Ahhhh....“Lagi, rintihan seksi keluar dari mulut Wooseok ketika Seungyoun mengeluarkan miliknya.

Tanpa memperdulikan sekitar, Sejin dan seungyoun yang tanpa sehelai benangpun itu berjalan beriringan ke kamar mandi.

“Kau lelah, huh?“tanya Seungwoo mengusap peluh Byungchan dan Byungchan mengangguk.

“Tidurlah, aku akan membersihkanmu”ucap Seungwoo.

“Cium aku dulu!“ucap Byungchan manja dan Seungwoo tersenyum senang.

Di kasur lain, Wooseok dan Jinhyuk sudah tertidur sambil berpelukan. Selimut menutupi hampir keseluruhan tubuh mereka yang masih belum menggunakan sehelai benangpun.

@xposhie.