semestakapila

Pasar Malam.


Sejin meletakan ponselnya di meja dekat kasurnya setelah memastikan kekasihnya sudah berangkat untuk menjemput dirinya.

Sejin tersenyum ke arah sebuah cermin besar yang terletak di dalam kamarnya. Sejin merapihkan mantel berwarna kecoklatan yang ia gunakan, mantel pemberian kekasihnya pada natal tahun lalu.

Tin!

Sejin melirik ke arah jendela dan tersenyum. Dirinya pun mengambil ponsel dan tas yang telah ia siapkan. Sejin tidak lupa memberi salam kepada anjing kesayangannya.

“Aku pergi sebentar! Jangan nakal ya”ucap Sejin sambil mengusak pelan anjing kesayangannya.

Sejin pun berlari kecil, karena tidak ingin kekasihnya menunggunya terlalu lama. Sejin mengetuk pelan jendelan mobil berwarna hitam di hadapannya. Kekasihnya yang sedang sibuk memainkan ponselnya itu pun menoleh dan tersenyum lalu membuka kunci mobil yang ia kendarai.

“Maaf lama”ucap Sejin tersenyum.

“Tidak masalah. Menunggu satu dekade pun aku sanggup”Sejin mengernyitkan keningnya karena ucapan kekasihnya.

“Jangan memandangku seperti itu! Cepatlah jalan”ucap Sejin sambil mengalihkan pandangan kekasihnya agar memandang ke jalanan dan buka ke dirinya.


“Parkirnya jauh dari pasar malamnya, tidak apa-apa?“Seungyoun menoleh ke arah Sejin dan Sejin mengangguk.

Setelah memarkirkan mobilnya dan memastikan mobilnya terkunci dengan aman, Seungyoun dan Sejin pun berjalan ke arah pasar malam yang mulai ramai pengunjung tersebut.

“Tanganmu dingin! Kemana sarung tanganmu?“tanya Sejin ke arah Seungyoun.

“Aku lupa. Tadi sewaktu dijalan, aku baru mengingatnya”Seungyoun terkekeh.

Sejin pun menghela nafasnya panjang. Sejin melepaskan sarung tangannya sebelah dan memasangkannya ke tangan Seungyoun.

“Kamu gimana?“tanya Seungyoun dan Sejin melakukan tindakan yang tidak biasa ia lakukan.

Sejin menggenggam tangan Seungyoun yang tidak memakai sarung tangan lalu memasukan tangan keduanya ke dalam saku mantel yang ia gunakan.

“Jangan memandangku seperti itu”ucap Sejin sinis dan Seungyoun tersenyum.

“Kalo seperti ini terus, aku akan melupakan sarung tanganku terus!“ucap Seungyoun yang berhasil mendapatkan cubitan di lengannya.


“Pak, jagungnya dua ya pak”ucap Seungyoun memesan dua buah jagung bakar di dalam pasar malam tersebut.

“Lepas sebentar, aku mau beli kopi”ucap Sejin sambil melirik tangannya yang masing saling menggenggam.

“Pak, saya tinggal sebentar ya pak. Saya beli kopi, nanti jagungnya sama ambil”ucap Seungyoun tanpa menjawab perintah Sejin.

“Ayok”Seungyoun pun berjalan ke arah stand kopi yang membuat Sejin mengikutinya.

“Kan lama! Kenapa engga sendiri-sendiri aja?“tanya Sejin dan Seungyoun menggeleng.

“Nanti tangan kamu kendinginan!“ucap Seungyoun singkat dan Sejin menghela nafas panjang.


“Mau gulali!“Sejin menunjuk sebuah stand yang menjual makanan ringan seperti permen serta gulali.

Sejin pun tersenyum cerah saat Seungyoun membelikannya setangkai permen kapas berwarna merah muda tersebut.

“Aku minta!“Seungyoun ikut menikmati permen kapas yang sedanh dinikmati Sejin, membuat mereka saling tatap dengan permen kapas yang menghalangi.

Sejin melepaskan mulutnya dari permen kapas tersebut dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Kok makannya berenti?“tanya Seungyoun bingung.

“Ya kamu kalo mau makan gantian dong!“ucap Sejin sinis dan Seungyoun tertawa.

“Yaudah kamu lanjutin lagi aja makannya, engga aku gangguin”ucap Seungyoun sambil mengusak rambut Sejin.

Potongan permen kapan terakhir sudah berada di mulut Sejin dan tanpa komando, Seungyoun menggigit permen kapan yang berada di mulut Sejin. Seungyoun mengedipkan sebelah matanya.

Sejin menaikan sebelah bibirnya dan memajukan bibirnya hingga bertemu dengan bibir Seungyoun. Seungyoun membeku karena ulah mendadak kekasihnya tersebut.

Seungyoun tersenyum karena kecupan singkat Sejin tersebut. Sejin melirik ke arah lain karena malu atas sikap tidak terduga yang baru saja ia lakukan.

Seungyoun pun menarik dagu Sejin dan kembali mempertemukan bibir mereka. Sejin semakin menggenggam erat tangan Seungyoun yang berada di sakunya ketika Seungyoun mulai melumat bibirnya.

Sejin sedikit membuka bibirnya yang dijadikan Seungyoun sebagai lampu hijau untuk mengeksplorasi bibir Sejin. Seungyoun dan Sejin larut dalam ciuman mereka,tanpa memperdulikan bahwa mereka masih berada ditengah keramaian.

Seungyoun dan Sejin melepaskan ciuma mereka ketika kembang api mulai bermunculan di langit malam itu. Sejin tersenyum dan melihat ke langit, tetapi tidak dengan Seungyoun. Seungyoun memilih menatap wajah Sejin yang memunculkan semburat merah.

“Bagus ya Youn?“ucap Sejin dengan tatapan masih fokus ke arah langit.

“Iya banget”ucap Seungyoun masih menatap Sejin tanpa diketahui Sejin.

©️xposhie.

Makan.


“Yohoo! Everybody”Yuvin masuk ke dalam Cafe milik Seungyoun setelah “membeli gelas” bersama Yohan.

Cafe Seungyoun sudah sepi karena acara yang di adakan Wooseok sudah selesai 30 menit yang lalu. Semua mata mengarah ke arah kedatangan Yuvin dengan satu buah kardus yang dibawanya.

“Orang gila darimana nih! Sumpah usir-usir woyy ada orang gila”Jinhyuk segera berdiri dan mendoring-dorong Yuvin pelan.

“Aw!“Karena ulah Yuvin dan Jinhyuk, tanpa sengaja Yuvin mendorong pelan tubuh Yohan yang muncul di belakangnya.

“Bang anjir lah santai! Nih kasian Yohan kan keinjek gue”ucap Yuvin yang dengan cepat merangkul Yohan.

“Vin, mundur dikit deh?”

“Kenapa bang?“tanya Yuvin kepada Seungyoun.

“Awas nabrak. Gas lo kebangetan”ucap Seungyoun lagi, yang membuat teman-teman Yuvin tertawa.a

“Han, bantuin gue copotin foto”ucap Sejin mengintrupsi. Yohan pun melepaskan rangkulan Yuvin dan berlari kecil ke arah Sejin.

“Habis ngapain lo?“ucap Sejin berbisik saat Yohan sudah tiba di sebelahnya. Yohan menggeleng.

“Jawab lo!“Kali ini Byungchan tiba-tiba sudah berada di belakang Yohan sambil menggulung sebuah banner berukuran besar.

“Anjirrr! Iya tadi tuh diajak beli gelas sama ka Yuvin. Itu juga gue gatau kenapa tiba-tiba random beli gelas katanya gelas buat event tuh abis. Tapi sebelum beli gelas, makan diluar, soalnya dia laper. Karena disini kan engga mungkin makan kan”ucap Yohan menjelaskan.

“Wah Yuvin bener-bener”ucap Jinhyuk yang tanpa sengaja mendengar ucapan Yohan.

“Semuanya habis ini makan all you can eat ya. Engga usah aja yuvin”ucap Seungyoun yang baru saja keluar dari ruangan bertuliskan “King Cho Only”

“Asik! Mantap memang King Cho ini”ucap Jinhyuk gembira.

“Bang... Tega banget sama gue bang. Gue ikut ya, bang? Kasian Yohan bang. Masa gara-gara gue trus dia engga ikut?“ucap Yuvin dengan suara berharap.

“Kan gue bilang cuma lo yang engga gue ajak. Yohan sih ikut, sama temen-temennya”ucap Seungyoun datar.

“Mampus!“teriak Jinhyuk sambil tertawa.

“Bang... Jangan gitu dong bang. Gue ikut ya bang? Lo engga kasian sama gue bang?“ucap Yuvin lagi sambil sesekali memijat bahu Seungyoun.

“Engga”ucap Seungyoun tenang.

“Kalo udah selesai beres-beres yuk kita langsung aja. Ada mobil gue sama Seungwoo, kalian tinggal pilih aja mau naik mobil siapa”ucap Seungyoun.

“Engga usah disapu juga kali Jin... Biarin aja entar gue minta tolong staff gue”ucap Seungyoun tersenyun.

“Lah kasian dong?“tanya Sejin.

“Gue bukan boss galak kok, Jin. Nanti gue juga kasih mereka uang lembur”ucap Seungyoun lagi.

“Oke”ucap Sejin mengangguk setuju.

“Yaudah yuk berangkat”ucap Seungwoo sambil membantu Byunchan membawa beberapa gulungan banner.

©xposhie


Seoul, Dec 24th 2019.

Hai, ka seungwoo! Sudah sampai rumah? Kalau belum, berarti ka seungwoo mengingkari janji! Tadi ka seungwoo sudah berjanji akan membuka surat ini jika ka seungwoo sudah sampai rumah!

Untuk ka seungwoo kesayangan byungchan, terimakasih untuk hari ini. Terimakasih sudah meluangkan waktu sedikit hari ini khusus buat aku. Maaf kalo hari ini datang terlambat. Maaf kalo aku keseringan main sama yang lain dan bukan sama ka seungwoo (ps: tapi ka seungwoo tetap favoritku kok!)

Ka seungwoo....

Terimakasih sudah bertahan. Terimakasih sudah menjadi kuat. Terimakasih sudah selalu tersenyum. Terimakasih sudah selalu melindungi. Terimakasih sudah selalu hadir. Terimakasih sudah terlahir di dunia ini.

Ka seungwoo...

Byungchan mungkin tidak bisa mengutarakan kata-kata manis seperti yang ka seungwoo suka ucapkan. Tetapi khusus hari ini, aku mau bilang “Terimakasih sudah lahir ke dunia ini dengan selamat dan menjadi hebat selama 26 tahun ini. Semoga ka seungwoo selalu dilimpahkan kebahagiaan dan kesehatan!”

Ka seungwoo...

Jangan suka pendam rasa sakit kaka sendiri ya! I'm just one called a way kok, ka. Aku engga kemana-mana, aku masih selalu di hati kakak. Aku harap, ka seungwoo tidak pernah sedih dan selalu bahagia.

Ka seungwoo...

Mungkin kaka sudah menunggu terlalu lama, tapi percayalah bahwa selalu ada pelangi setelah hujan. Maka akan ada kebahagiaan setelah kesedihan.

Tahan sebentar ya ka, please. Aku tau ka seungwoo kuat, jadi tahan sebentar lagi. Oke?

Ka seungwoo harus selalu percaya bahwa banyak banget orang yang sayang sama ka seungwoo. Banyak orang yang selalu nunggu ka seungwoo. Jadi please, tahan sebentar lagi. Jangan lupa tersenyum ka! Karena ka seungwoo semakin ganteng kalo senyum.

Aku sayang ka seungwoo. Selamat ulang tahun one and only kesayangan Byungchan.

Note: Jangan nangis! Tuh diketawain Dongpyo ><

With lavv, Choi Byungchan.


“Nanti jadi?“Yuvin menyelipkan ponselnya diantara telinga dan bahunya.

“Iya jadi! Gila lo masa engga jadi?“ucap seseorang di sebrang telfon.

“Mau pake baju couple engga? Atau warna yang senada gitu?“ucap Yuvin lagi dengan sedikit senyum yang mengembang di bibirnya.

“Perlu engga sih? Emang kalo kita pake baju senada atau couple bikin akting kita makin meyakinkan ya?“tanya lawan bicara Yuvin.

“Yaaaa siapa tau kan lo mau jadi couple goals, gue cuma mau memberikan saran aja”ucap Yuvin

“Boleh deh! Mau pake baju warna apa nih? Biar gue entar engga buru-buru”

“Warna coklat? Bukan coklat sih, yang kayak mocca. Anjirrr apaan ya lo nyebutnya”ucap Yuvin bingung.

“Salem? Gue nyebutnya itu sih, kalo gue engga salah membayangkan haha”tawa lawan bicara Yuvin di sebrang telfon berhasil membuat Yuvin ikut tertawa.

“Iya itu lah, nanti gue fotoin punya gue deh biar lo bisa ngeliat. Kalo lo engga ada bajunya, bilang gue biar ganti warnya”ucapnya Yuvin lagi.

“Iya siappp!! Thanks yaaa sebelumnya, Gue nyusahin mulu”

“Yaelah kayak sama siapa aja pake engga enakan. Yaudah gue matiin telfonnya, nanti gue jemput jam 5 ya!“ucap Yuvin.

“Okeee siap!!!“telfon pun di akhiri.


“Eh maaf lama, sepatu gue tadi nyelip jadi harus teriak manggil bunda buat nyariin”

Yuvin tersenyum ketika seseorang membuka pintu mobilnya dan duduk di sebelahnya. Tangan Yuvin tidka bisa untuk tidak mengusap lembut puncak kepala orang yang sekarang duduk di sebelahnya.

“Yaudah yuk, udah siap ketemu mantan?“ucapan Yuvin tersebut berhasil mendapatkan sebuah pukulan ringan di lengannya.

“Gue doain mantan lo juga ada disana!”

Yuvin tertawa mendengar ucapan orang disebelahnya.

“Kalo gue sih putus selalu baik-baik, engga masalah ketemu mantan. Malah bagus, gue mau liat pacarnya yang sekarang itu sekeren apa”ucap Yuvin penuh percaya diri.

“Yang pasti sih lebih keren dari lo”Yuvin melirik ketika orang di sebelahnya berbicara dengan nada yang manja.


“Mau gandengan engga nih?“Yuvin menggoyankan lengan kirinya yang langsung di terima oleh orang yang kini sedang sibuk mengedarkan pandangannya ke segala arah.

“Engga usah dicari, nanti giliran ketemu aja. Ciut lo!“ucap Yuvin tertawa.

“Salah banget sumpah ya gue minta tolong lo buat jadi pacar pura-pura gue. Berisik banget anjir!!“ucap orang di sebelah Yuvin tadi sambil menghempaskan tangan Yuvin.

“Yaelah ngambek, jangan ngambek dong”bujuk Yuvin tapi diabaikan oleh orang yang hari itu pura-pura menjadi pacarnya.

“Yohan? Kesini sama siapa?“tubuh seseorang yang berdiri di sebelah Yuvin tiba-tiba menegang, tetapi dengan snatai Yuvin menarik tangan orang tersebut yang diketahui bernama Yohan.

“Hai, Gyul!“yuvin tersenyum tenang.

“Oh kalian berdua?“ucap Hangyul, melirik genggaman tangan Yohan dan Yuvin.

“Iya nih, lo sekarang sama ka wooseok?“tanya Yuvin penuh selidik dan Hangyul tersenyum bangga.

“Yaudah gue duluan ya! Kalian masuk juga, jangan diem disini aja”ucap Hangyul sambil berjalan meninggalkan Yuvin dan Yohan.

Yohan membuang nafas kasar setelah memastikan Hangyul telah masuk ke dalam aula acara.

“Pacarnya Hangyul itu ka wooseok anjir!! Lucky banget!!!!“ucap Yuvin terkesima dengan Hangyul yang menggandeng Wooseok mesra.

“Eh! Kenapa?“tanya Yuvin panik karena Yohan masih terdiam.

“Balik aja nih kalo lo diem aja?“ajak Yuvin dan Yohan menggeleng.

“Thanks ya Vin!“ucap Yohan pelan.

“Udah santai, mau masuk engga?“tanya Yuvin tenang.

Yohan menatap Yuvin beberapa saat, membuat Yuvin salah tingkah.

“Gue boleh minta peluk ga?“tanya Yohan tiba-tiba dan Yuvin tersenyum.

“Udah santai, dia udah bahagia tuh. Nah sekarang lo juga harus bahagia”ucap Yuvin sambil memeluk Yohan dan mengelus pelan punggung Yohan.

“Ini mau gini terus apa mau masuk nih?“ucap Yuvin yang berhasil membuat Yuvin mendapatkan sebuah cubitan di pinggangnya.

“Anjirrrr sakit! Cubitan mantan atlet taekwondo, panas juga ya”ucap Yuvin meringis.

“Udah ah bodo!“ucap Yohan berjalan meninggalkan Yuvin.

“Eh tungguin dong!!!“Yuvin mengejar Yohan dan menggenggam tangan Yohan.

“Lo masih pacar gue hari ini, jadi jangan kemana-mana”ucap Yuvin berbisik ke arah Yohan.



“Jas, Gimana? Udah siap?“tanya Jinhyuk di sebrang telfon.

“Udah nih, barusan gue ambil. Gue matiin dulu telfonnya, gue mau nyetir”ucap Seungyoun.

“Oke! Sampe ketemu nanti malem”ucap Jinhyuk lagi.

Seungyoun pun meletakan ponselnya di kursi penumpang. Dia menggantung dua jas yang baru saja ia ambil sebelum akhirnya mengarahkan mobilnya menuju apartmentnya


“Youn, dimana?“Seungyoun tersenyum sebelum menjawab telfon.

“Baru sampe apartment nih Jin, kenapa?“Seungyoun pun memasukan kode untuk masuk ke dalam apartmentnya.

“Lagi milih cake. Bisa kesini engga? Bingung”ucap Sejin manja.

“Oke! Share aja alamatnya, habis nyimpen jas aku kesana”

“Okeeeyyy!!! Thanks a lot Younie!“ucap Sejin semangat.

“Yap! No problem”ucap Seungyoun sebelum mengakhiri panggilannya.


“Darimana lu?“Seungyoun menoleh ketika dirinya baru saja menginjakan kaki di apartment Seungwoo.

“Nemenin Sejin pilih kue trus males balik lagi gue. Yaudah langsung kesini”ucap Seungyoun tenang.

“Sejin mana?“tanya Byungchan yang muncul dari salah satu kamar di apartment Seungwoo.

“Udah gue anter balik, kasian nanti kecapean. Gue suruh istirahat aja”ucap Seungyoun sambil menikmati camilan di hadapannya.

Seungwoo dan Byungchan beradu pandang dan serempak menaikan kedua bahu mereka.

“Sorry... Sorry... Gue telat ya?“ucap Jinhyuk yang membawa dua kantung plastik berisi amunisi untuk malam itu.

“Santai! Pemeran utama kalo datengnya telat juga bakal di tungguin kok”ucap Seungyoun melirik ke arah Jinhyuk.


“Jangan gugup! Tuh dasi benerin”ucap Byungchan sambil menunjuk dasi Seungyoun.

Seungyoun mengatur nafasnya sambil merapihkan dasi dan penampilannya.

“Orang tua Sejin udah dateng kan? Lo udah ketemu?“tanya Seungwoo dan Seungyoun mengangguk.

“Udah kok, tadi gue ketemu bareng Sejin juga”ucap Seungyoun lagi.

“Yaudah buruan. Pelan-pelan aja, nih cincin jangan sampe salah”ucap Seungwoo lagi sambil menyerahkan kotak cincin beludru berwarna biru.


Seungyoun mengatur nafasnya agar tidak gugup. Setelah pintu di hadapannya dibuka, ia harus tersenyum kepada semua orang yang sudah hadir memenuhi undangan hari ini.

Pintu terbuka. Seungyoun pun menyunggingkan senyum terbaiknya. Berjalan di atas karpet merah yang sudah terbentang dari depan pintu hingga ke depan altar.

Seungyoun berhenti di depan altar dan senyum tidak sama sekali berkurang dari bibirnya. Seungyoun mengulurkan tangannya.

“Selamat ya, Hyuk! Jagain dia, jangan kayak gue”ucap Seungyoun tersenyum.

Seungyoun mengeluarkan kotak cincin yang ia bawa kepada Jinhyuk. Lalu Seungyoun memposisikan dirinya berdiri bersama teman-temannya, Seungwoo serta Byungchan.

Semua mata kembali tertuju ke pintu yang terbuka. Disana Sejin berdiri dibalut jas putih yang beberapa hari lalu di ambil oleh Seungyoun. Sejin tampan seperti biasa, bahkan hari itu terlihat lebih tampan.

Ayah Sejin menyerahkan Sejin kepada Jinhyuk dan semua proses pemberkatan dimulai. Semua orang bertepuk tangan riuh ketika Jinhyuk dan Sejin selesai membacakan sumpah pernikahan mereka.


“Selamat! Akhirnyaaa selesai juga!“Seungyoun memberikan ucapan selamatnya kepada Jinhyuk dan Sejin.

“Thanks Youn!“ucap Jinhyuk singkat.

“Makasih ya Youn! Sorry selama persiapan, nyusahin mulu. Nanti habis ini gue traktir deh, beneran!!“ucap Sejin semangat.

“Santai, nikmatin dulu aja status baru haha”ucap Seungyoun tertawa lalu memeluk Sejin.

“Sorry...“ucap Seungyoun pelan sebelum melepas pelukannya dengan Sejin.


“Woy! Are you okay?“Seungwoo menghampiri Seungyoun dengan dua gelas wine di tangan.

“Lebih dari oke. Lagian, kalo gue engga oke nanti yang ada kacau semua”Seungyoun tertawa.

“Kacau gimana nih? Lo mau teriak-teriak dihadapan undangan?“tanya Seungwoo bingung yang dibalas hanya dengan tawa renyah Seungyoun.

“Engga lah. Gila aja sih gue. Gue yang salah dari dulu”ucap Seungyoun lemah.

“Udah lewat juga, jangan difikirin. Tuh dia udah bahagia”ucap Seungwoo lagi.

“Bego banget sih gue. Dulu pas dia masih sama gue, gue malahan diemin. Engga pernah ada kalo dia butuh. Engga pernah dateng, kalo dia kangen. Engga pernah nelfon nanyain kabar dia, padahal dia selalu nungguin itu”ucap Seungyoun menatap Sejin yang sedang menyapa tamu undangan.

“Haha sampe akhirnya Jinhyuk dateng dan selalu ada buat dia. Emang sih pepatah bener, orang yang spesial tetep akan kalah sama yang selalu ada”ucap Seungyoun lirih.

“Eh jangan melow! Orang lagi happy, malah melow”ucap Byungchan yang bergabung bersama Seungwoo dan Seungyoun.

“Yaudah deh, gue sebat dulu. Perhatiin tuh Byungchan, sebelum ada yang lebih perhatian ke dia”ucap Seungyoun sambil berjalan meninggalkan Seungwoo dan Byungchan.

”...karena yang spesial akan kalah dengan yang selalu ada...”

©xposhie

Bertemu.


Byungchan tertawa lepas karena lelucon yang dikeluarkan Daehwi. Malam ini Byungchan sengaja membawa Daehwi makan bersama Minkyu karena pada pertemuan sebelumnya, Minkyu tidak bisa ikut bersama mereka.

“Kalian duluan lah, aku ke toilet sebentar”

Byungchan pun berlari kecil ke arah kamar mandi yang berada di restaurany tersebut. Byungchan mengetukan kakinya beberapa kali, menunggu bilik toilet terbuka.

“Byungchan?”

Byungchan menoleh dan mendapati Seungwoo berada di belakangnya. Byungchan tersenyum manis seperti biasa dan dibalas oleh senyuman Seungwoo.

“Sendirian?“tanya Seungwoo dan Byungchan menggeleng.

“Aku bersama Daehwi dan Minkyu, sepertinya mereka menunggu diluar”ucap Byungchan


Seungwoo menghampiri Byungchan yang sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang sengaja di letakan di ruangan dalam Cafe Seungyoun.

“Loh ka seungwoo ngapain?“tanya Byungchan bingung tetapi Seungwoo menggeleng.

“Capek ya ka? Rame banget ya? Lagian Ka Wooseok bikin cafe event buat tiga member sekaligus sih jadi yang dateng membludak”ucap Byungchan pelan

“Engga apa-apa kok, aku malah seneng rame. Dibanding dirumah engga ngapa-ngapain, ujung-ujungnya mabar sama yuvin atau adu PES sama Seungyoun”ucap Seungwoo tersenyum.

“Tapi ada engga enaknya sih”ucapan Seungwoo berhasil menghentikan langkah Byungchan yang akan kembali ke dalam Cafe.

“Engga enak gimana ka? Sumpek ya? Disini aja ka, lumayan dingin dibanding di dalem”ucap Byungchan tidak enak.

“Bukan. Engga enak, engga bisa ngobrol sama kamu soalnya kamu sibuk. Tadi di mobil ada Yuvin sama Yohan juga ngobrolnya gitu aja”Ucapan Seungwoo itu membuat Byungchan terdiam.

“Yaudah nanti habis acara ini kita ngobrol deh ka, aku janji”ucap Byungchan tersenyum tetapi Seungwoo menggeleng.

“Engga usah, kamu pasti capek. Mending nanti aku langsung anter pulang aja biar istirahat”ucap Seungwoo tersenyum.

“Hm... yaudah nanti ka seungwoo video call aku aja kalo mau ngobrol. Gimana?“usul Byungchan dan Seungwoo mengangguk.

“Yaudah kita bakap deh, dibanding Wooseok nyariin kamu”ucap Seungwoo lagi.

“Oh iya Byungchan!“Seungwoo menahan lengan Byungchan pelan.

“Maksud kamu di tweet Jinhyuk yang engga tenang itu apa? Aku pake baju item bikin kamu ga tenang gitu?“tanya Seungwoo polos.

Byungchan menghelas nafasnya berat, lalu keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Seungwoo sendirian.

©️xposhie.

Bertemu


Byungchan tertawa lepas karena lelucon yang di lontarkan Daehwi dan Minkyu. Malam itu, Byungchan sengaja mentraktir Daehwi dan Minkyu karena janjinya ada waktu itu.

“Kalian duluan lah, aku ke toilet sebentar”

Byungchan pun berjalan cepat ke arah toilet. Byungchan harus menunggu beberapa saat hingga salah satu bilik toilet terbuka.

“Byungchan?”

Seseorang yang keluar dari dalam bilik toilet tersebut ternyata Seungwoo. Byungchan tersenyum kepada satu-satunya orang yang berada di hadapannya.

“Sendiri?“tanya Seungwoo dan Byungchan menggeleng.

“Aku bersama Daehwi dan Minkyu, mereka menungguku diluar”ucap Byungchan ramah.

“Apakah mereka bisa menunggumu lebih lama?“pertanyaan Seungwoo berhasil membuat Byungchan bingung. Tetapi detik selanjutnya, Byungchan tau apa maksud Seungwoo.

Seungwoo menariknya masuk ke dalam bilik toilet bersama. Mengunci bilik tersebut dan memojokan Byungchan pada pintu toilet.

“Apa kabar?“tanya Seungwoo.

“Aku baik. Ka Seungwoo apa kabar? Apakah kaki ka seungwoo baik-baik saja? Ka seungwoo makan dengan teratur kan? Ka....”

“Aku merindukanmu”kalimat Byungchan terputus karena pernyataan Seungwoo tersebut.

Seungwoo mengikis jarak antara mereka. Hembusan nafas Seungwoo dapat dengan jelas di rasakan Byungchan dan detik selanjutnya sapuan lembut bibir Seungwoo dirasakan Byungchan di bibirnya.

Seungwoo menarik Byungchan untuk masuk kembali ke bilik toilet yang kosong dan memojokan Byungchan di pintu toilet yang sebelumnya sudah di tutup. Seungwoo melepas tautan bibir keduanya, nafas mereka memburu dan tatap rindu di lemparkan satu sama lain.

“Ka...”

“Aku merindukanmu Byungchan”Seungwoo tersenyum kecil, menyapukan ibu jarinya pada bibir kemerahan milik Byungchan.

“Aku juga”ucap Byungchan, sangat pelan.

Seungwoo kembali mengikis jarak diantara keduanya, kali ini Byungchan lebih responsif. Byungchan mengalungkan tangannya di tengkuk Seungwoo.

“Kita harus cepat sebelum orang-orang curiga”ucap Seungwoo terengah.

“Aki ingin mainanku”ucap Byungchan gemas.

Tidak perlu waktu lama, Byungchan sudah duduk di closet toilet, tangannya sibuk membuka ikat pingangg Seungwoo. Byungchan berusaha membebaskan mainannya yang telah lama tidak ia jumpai.

“Anak pintar.... Akh...“Seungwoo mengusap puncak kepala Byungchan ketika tanpa aba-aba Byungchan memasukan kejantanan Seungwoo ke dalam mulutnya sendiri. Byungchan tidak bisa memasukannya semua, jadi setengahnya ia pijat dengan kedua tangannya.

“Byungchan... Aku tidak kuat... Akh... Bisa langsung?“ucap Seungwoo terengah dan Byungchan mengangguk.

Byungchan pun berdiri membelakangi Seungwoo dan dengan tergesa membuka celananya, membuat Seungwoo tertawa.

“Pelan-pelan saja”Seungwoo mengusap lengan Byungchan dan membuat Byungchan rileks.

“Ini akan sakit, karena ya kamu tau kan kenapa...“ucap Seungwoo pelan sambil memutat kepala kejantanannya di lubang berkedut miling Byungchan.

Byungchan membuang nafasnya kasar dan meludai jari jemarinya, berencana memberikan pelumas untuk lubangnya.

“Tidak perlu, aku saja”ucap Seungwoo, menghentikan pergerakan Byungchan.

“Aish... Ka.... Sakit...”

“Maaf... Aku rindu suaramu”ucap Seungwoo yanh masih berusaha mendorong kejantanannya masuk seutuhnya ke lubang Byungchan.

“Ka byungchan? Kau masih di dalam”

Suara dari luar toilet mengintrupsi pergerakan Seungwoo. Byungchan dan Seungwoo beradu tatap.

“Kalian duluan lah, perutku... AH.... sakit sekali”

Byungchan menahan desahannya karena tanpa aba-aba Seungwoo mulai menggerakan pinggangnya.

“Apakah tidak apa-apa? Perlu obat?”

“AH... nghh.... Tidak perlu... Duluanlah... nghh... Nanti ku telfon.... AH”

Byungchan menutup mulutnya, mengantisipasi desahan yang mungkin akan keluar tanpa permisi karena pergerakan Seungwoo yang mulai mengganas.

“Ka.... disitu.... cepatlah...“ucap Byungchan mendesah.

Seungwoo menambah kecepatannya ketika dia merasakan cengkaraman pada kejantanannya mulai menguat. Dalam beberapa kali dorongan, Seungwoo berhasil mengeluarkan pelepasannya di dalam Byungchan dan Byungchan menyusul beberapa saat kemudian.

Seungwoo dan Byungchan menetralkan nafas mereka. Seungwoo juga membersihkan lubang Byungchan dengan tisu yang berada di dalam toilet. Mereka berdua merapihkan kembali penampilan mereka sebelum kembali larut dalam ciuman kerinduan.

“Terimakasih”ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk.

Seungwoo kembali melumat kasar bibir Byungchan. Tetapi Byungchan segera mengakhiri ciuman tersebut.

“Kita tidak bisa melakukan ronde selanjutnya disini”ucap Byungchan tersenyum.

Byungchan pun mengintip keluar kamar mandi, setelah dirasa aman, barulah Byungchan keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Seungwoo yang sedang tersenyum bahagia di dalam kamar mandi.

©️XPOSHIE

Reuni


“Wooseok sebentar lagi acara ini selesai, kau ingin ke backstage sekarang?”

Wooseok menoleh dan mendapati managernya sedang berdiri sambil berbisik kepadanya. Wooseok mengangguk pelan sebelum akhirnya mengikuti langkah managernya.

Wooseok tidak tahu bahwa setelahnya sosok yang berada di atas panggung mencarinya. Wooseok tidak tahu, karena dirinya sekarang sedang berjalan ke backstage untuk memberikan kejutan kepada pemeran utama acara tersebut.

“Hai, Wooseok! Apa kabar?”

“Wooseok kau semakin kurus, rajinlah makan!”

“Ka Wooseok, aku rindu padamu”

Wooseok tersenyun atas semua sapaan yang dia terima. Sapaan dari orang-orang yang memang telah mengenal dirinya.

“Kau mau menunggu disini sendiri atau kutemani?”

Wooseok mengintip ke dalam sebuah ruangan sebelum akhirnya menjawab, “Aku sendiri saja tidak apa-apa”

“Baiklah. Aku akan tunggu di mobil, jika urusan kalian sudah selesai, langsung kembalilah”Wooseok mengernyitkan dahinya bingung.

“Aku tau apa yang terjadi antara dirimu dan Jinhyuk. Jangan macam-macam, aku percaya padamu”Manager Wooseok meninggalkan Wooseok dalam kebingungan.

Dua puluh dua menit adalah waktu yang di butuhkan Wooseok untuk menunggu hingga seseorang membuka pintu ruangan yang dia tempati. Wooseok mencoba bersikap biasa dan tidak sama sekali menoleh.

“Wooseok?“Sebuah suara yang memanggilnya, belum berhasil mengintrupsinya.

“Yak! Kim Wooseok.... Aku kira... Aku kira kau... Kau pulang? Aku kira kau tidak melihat penampilaku sampai akhir?”

Wooseok tidak dapat menahannya lagi, dirinya menoleh dan tersenyum. Bukan senyum ceria karena bahagia, tetapi senyum tipis ciri khas seorang Kim Wooseok.

Senyuman tipis Wooseok berhasil membuat Jinhyuk gila. Jinhyuk berjalan cepat ke arah Wooseok dan menarik dagu Wooseok agar sedikit mendangak. Jinhyuk menyapukan bibirnya ke bibir tipis Wooseok.

Wooseok reflek menarik kerah baju yang digunakan Jinhyuk. Woosek berdiri tanpa melepas lumatan yang dilakukan bibirnya serta bibir Jinhyuk. Jinhyuk yang gegabah, menarik pinggang Wooseok agar lebih merapat dengan tubuhnya.

Mereka berdua kacau. Terlalu banyak rindu yang dipendam. Cengkraman pada kerah bahu Jinhyuk kini telah berpindah ke bagian belakang kepala Jinhyuk, Wooseok menarik narik pelan rambut Jinhyuk yang mulai memanjang.

Jinhyuk mulai tidak sabaran, dia membuka coat yang digunakan Wooseok dan membuangnya secara asal. Jinhyuk merubah posisinya, memposisikan dirinya di tempat duduk yang tadi ditempati Wooseok. Wooseok sudah tidak memerlukan komando, dia mendudukan dirinya dipangkuan Jinhyuk.

Wooseok melepas sebentar ciuman panas mereka hanya untuk menarik dan melepas sweater yang digunakan Jinhyuk. Wooseok mulai tidak sabaran, dirinya memutar tubuh bagian bawahnya yang bergesakan dengan tubuh bagian bawah Jinhyuk. Jinhyuk mengerang merasakan kenikmatan.

“I miss you....“Woosek menjilat daun telinga Jinhyuk dengan tangan yang bermain melingkar di dada Jinhyuk.

“Arghhh....“erangan tertahan keluar dari bibir Jinhyuk yang sedikit terbuka.

Tangan Jinhyuk tidak tinggal diam. Jinhyuk membuka kemeja hitam yang masih digunakan Wooseok dan mulai mengusap punggung Wooseok ketika tubuh Wooseok sudah tidak terbalut apapun.

Bibir Jinhyuk bergerilya di dada putih milik Wooseok. Jinhyuk tidak cukup gila untuk meninggalkan bekas kemerahan di leher Wooseok, dirinya cukup puas dengan hasil karyanya di sekitar dada Wooseok. Jinhyuk menggendong Wooseok, membawanya ke dalam ruang ganti yang terdapat dalam ruangan tersebut.

“Kita harus menyelesaikan ini dengan cepat”Wooseok mengangguk.

Wooseok memposisikan dirinya membelakangi Jinhyuk setelah menurunkan celananya sebatas lutut. Wooseok menghadap ke cermin yang terdapat dalam ruanh ganti tersebut sehingga dia dapat melihat jika Jinhyuk sekarang juga sedang menurunkan celananya.

Jinhyuk meludahi jarinya untuk melakukan penetrasi pada lubang yang telah lama tidak ia kunjungi.

“Ah....“lenguhan kecil keluar dari bibir Wooseok.

Jinhyuk menambah digit jarinya dan juga menambah kecepatannya. Wooseok gila dan kacau.

“Jinhyuk cepatlah”Wooseok merintih.

Tanpa perlu berfikir dua kali, Jinhyuk memposisikan kejantanannya pada lubang kenikmatan Wooseok. Wooseok merintih kesakitan saat ujung kebangaan Jinhyuk kembali menyapa lubangnya. Tetapi setelahnya, yang ia terima hanyalah kenikmatan.

“Lebih cepat Jinhyuk.... Aku hampir sampai”ucap Wooseok terengah.

Jinhyuk menambah kecepatannya. Menumbuk kenikmatan Wooseok tepat pada sasarannya. Jinhyuk dan Wooseok hampir sampai pada pelepasan masing-masing.

“Wooseok!”

“Kim Wooseok!!”

“Kim Wooseok, kita sudah sampai”Wooseok membuka matanya.

Wooseok menoleh dan mendapati dirinya berada di dalam mobil. Mobil yang berhenti di depan gedung apartmentnya.

“Sepertinya kau kelelahan, beberapa kali kau merintih kesakitan dalam tidurmu”

“Mandilah dengan air hangat dan istirahatlah. Besok aku jemput pagi-pagi”Wooseok mengangguk patuh terhadap managernya.

Wooseok pun keluar dari mobil dan berjalan tertatih ke apartmentnya. Wooseok beberapa kali menghela nafas berat. Memikirkan kembali pada mimpi yanga ia alami barusan. Mimpi bercinta dengan Lee Jinhyuk.

“Bodoh! Kenapa tidak membangunkanku ketika sudah sampai pelepasan sih”Wooseok meracau frustasi sambil menekan password apartmentnya dan menghilang saat pintu apartmentnya tertutup.

©️XPOSHIE.

First Mission


Sejin melangkah anggun memasuki aula di mana pesta di adakan. Di atas, Wooseok sudah berbincang dengan JInhyuk yang baru saja di kenalnya dan di sisi lain, Byungchan baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan sesi make outnya dengan seorang lelaki bernama Han Seungwoo.

“Bodoh, kenapa aku selalu diberi tugas seperti ini”

Wooseok dan Sejin tertawa di tempat berbeda ketika mendengar celotehan anggota termuda mereka.

“Arah jam 3 sore, aku sudah mendapatkan kunci dari pria bodoh tadi”

Wooseok dan Sejin saling tatap dari kejauhan. Sejin mengikuti langkah Byungchan dan Wooseok pergi meninggalkan Jinhyuk setelah memberikan kecupan singkat di bibirnya.

“Kamar 301”

Wooseok memutar matanya malas ketika mendengar teriakan Jinhyuk barusan. Dengan langkah terburu, Wooseok mengikuti Sejin dan Byungchan yang telah lebih dahulu pergi meninggalkan aula tersebut. Wooseok melihat kedua temannya yang sedang berjibaku membuka sebuah pintu di hadapan mereka. Wooseok menggeleng pasrah.

“Minggir”ucap Wooseok tenang.

Wooseok mengeluarkan sebuah tape yang selalu ia bawa, meletakannya di dekat pemindai sidik jari untuk mendapatkan sebuah sidik jari untuk membuka pintu di hadapannya. Click, pintu dengan mudah terbuka,

Wooseok tersenyum mengejek kearah dua temannya. Byungchan mengerucut malu. Sedangkan Sejin menahan tawanya. Tetapi tawa Sejin terhenti ketika pintu terbuka dan memperlihatkan lima orang pria bertubuh tinggi sedang menatap mereka bertiga. Wooseok, Sejin dan Byungchan saling tatap.

“Hai manis, ada yang bisa kami bantu?“seorang pria yang berdiri dekat dnegan Byungchan berjalan maju, membuat Byungchan menatapnya jengah.

“Bedebah!“Byungchan melayangkan tinjunya, tetapi berhasil di tepis oleh lelaki di hadapannya. Lelaki tersebut memutar tangan Byungchan dan menguncinya di belakang tubuh Byungchan. Byungchan meringis.

“Kami sebenarnya tidak ingin bermain kasar dengan kalian, manis”satu pria mendekati Sejin, membuat Sejin menghela nafas panjang.

Wooseok menggulung lengang kemeja, memperlihatkan sebuah pisahu lipat yang berada di pergelangan tangannya. Kelima pria tersbeut mematung, mereka serempak melangkah mundur. Hal itu dimanfaatkan Byungchan untuk lepas dari cengkraman pria yang tadi mengunci pergelangan tangannya.

Suasana semakin tidak terkendali, Byungchan melawan dua orang sekaligus, begitu juga dengan Sejin sedangkan Wooseok menghampiri seorang pria yang sedang berusaha membawa kabur tawanannya.

“Berhenti disitu, sebelum aku mengeluarkan isi perutmu”ucap Wooseok dingin.

Pria tersebut meludah sembarangan. Satu lawan satu. Wooseok yang berbadan lebih kecil dari pria dihadapannya sama sekali tidak kelihatan ketakutan. Wooseok mengeluarkan tinju pertamanya yang berhasil di tepis oleh lelaki tersbeut.

“Wooseok awas”Sejin berteriak tepat ketika sebuah balok kayu hampir saja mengenai kepala Wooseok,

Wooseok menghela nafas panjang. Tangan kecilnya menarik balok tersebut dan memutar tangan orang yang menggeggam balok tersebut. Bunyi tulang patah dapat terdengar di ruangan pengap tersebut.

“Permisi tuan”Byungchan dengan tiba-tiba mengangkat tubuh Sejin dan mengayunnya kearah dua pria sekaligus. Sejin mengarahkan tendangannya tepat ke rahang pria tersebut. Mereka muntah darah. Byungchan tersenyum bangga.

“Sialan!”

Wooseok menoleh ketika mengethaui tawanannya telah berhasil dibawa kabur oleh dua orang pria yang sebelumnya ada di ruangan tersebut. Wooseok lari ke belakang sedangkan Sejin dan Byungchan lari ke arah berlawanan.

“Wooseok, kau mau kemana?“itu Jinhyuk sedang merokok di belakang gedung.

“Kau bawa mobil?“tanya Wooseok dan Jinhyuk mengangguk sambil menunjuk sebuah mobil sport di hadapannya.

“Antar aku, kejar mobil hitam tadi”ucap Wooseok.

“Kamar 301”ucap Wooseok lagi dan Jinhyuk tersenyum.

Wooseok mengambil alih kemudi, dirinya tidak boleh kehilangan mobil yang sedang melaju kencang.

“Berdoalah kepada Tuhan, agar malam ini bisa kita nikmati berdua”ucap Wooseok sambil memacu mobil sport milik JInhyuk tersebut.

Tidak susah bagi Wooseok untuk mengejar mobil tersebut. Di persimpangan, Wooseok berpapasan dengan mobil yang di kendarai oleh Sejin. Mereka mengepung kedua pria tersbeut dari sisi kanan dan kiri, membuat pria tersebut sulit mengendalikan mobilnya.

“Berpeganglah dan aku harap kau menutup matamu”ucap Wooseok terhadap Jinhyuk.

Tepat saat Jinhyuk menutup matanya, sebuah suara hantaman cukup keras terjadi di depan. Wooseok turun dari mobilnya. begitu juga dengan Sejin dan Byungchan. Mobil di hadapan mereka telah terbalik. Wooseok membuka paksa mobil tersebut, mengeluarkan seseorang yang menjadi tawanan tadi.

Di saat yang bersamaan, sirine mobil polisi berbunyi. Wooseok menyerahkan tawanan tersebut ke Sejin dan Byungchan. Sedangkan Wooseok pergi bersama Jinhyuk, membiarkan kedua pria jahat yang masih di dalam mobil di bawa oleh polisi.

@xposhie.