semestakapila

Sparring

***

“Lama lu bau!!!“Jinhyuk melempar kaos yang tadi ia gunakan ke arah Yuvin yang baru saja tiba di arena futsal.

“Lagian engga ada yang mau nebengin gue anjir, medit banget gue punya abang”ucap Yuvin protes.

“Siapa bang? Ogah gue jadi abang lo”celetuk Seungyoun yang disambut tawa Seungwoo juga Jinhyuk.

“Udah buru, tuh udah ditungguin temen-temennya bang sunho”ucap Seungyoun lagi ketika melihat Bnag Sunho berjalan ke arah mereka bersama satu orang temannya.

“Bang!“sapa Seungyoun.

“Temen-temen gue nih, Jinhyuk, Yuvin sama Seungwoo”ucap Seungyoun memperkenalkan teman-temannya stau persatu.

“Oh ini yang lo ceritain? Yang lagi deketin Byungchan ya?“pertanyaan Sunho sukses membuat Seungyoun mendapat pukulan ringan di kepalanya.

“Hahaha selow kok santai! Gue cuma abangnya byungchan, tetangga doang malahan. Engga usah uring-uringan kalo Byungchan update foto gue”ucap Sunho lagi dan Seungwoo tersenyum.

“Oh iya ini Sejun, temen kantor gue yang kebetulan hari ini traktir full lapangan futsal beserta konsumsinya”ucap Sunho menjelaskan.

“Dia habis tunangan, jadi katanya mau bagi-bagi kebahagiaan”sambung Sunho.

“Waduhhh!!! Bukannya ditabung tuh bang uangnya buat nikah, malah di sia-siakan gini. Tapi engga apa-apa sih bang, berbagi kebahagiaan dapet pahala berlipat ganda”celetuk Yuvin.

“Hahaha santai, kebetulan juga dapet bonus kemaren dari kantor”ucap Sejun manis.

“Anjir!!! Bang Sejun yang waktu itu dipukulin Bang sunho? Iya bukan sih? Gue pernah denger tuh Bang Sunho berantem trus masuk rumah sakit gitu gara-gara berantem sama temen kerjanya”tanya Seungyoun dan Sunho mengangguk.

“Iya, gue diem-diemin sama dia sampe tiga bulan. Gara-gara Byungchan nangis-nangis ke gue bilang kalo Sejun engga suka sama dia. Padahal gue aja tau tuh Sejun pernah deketin Byungchan”ucap Sunho melirik Sejun sinis.

“Sumpah!! Gue engga maksud anjirrr, Byungchan emang polos banget jadi waktu itu gue deket sama dia eh dia suka sama gue, padahal gue udah ngincer orang di kantor”ucap Sejun menjelaskan.

“Emang sialan nih bocah engga tau diri trus sok ganteng!! Main ke rumah gue, kenalan sama Byungchan trus sering jalan berdua eh malahan jadian sama orang lain”ucap Sunho.

“Hahaha tapi sumpah sih gue kaget, tiba-tiba lo nonjok gue cuma gara-gara Byungchan. Sumpah lo engga suka sama dia? Segitunya perhatian lo?“ucap Sejun santai

“Udah bubar-bubar, kapan mainnya malah gossip”ucap Sunho yang langsung berlari ke tengah lapangan.

Seungwoo mengernyitkan keningnya memperhatikan gelagat Sunho hingga Seungyoun menepuk pelan pundaknya.

“Udah santai, aman kok aman”ucap Seungyoun.

@xposhie.

Event.

***

Yohan mengetuk-ngetuk kakinya ke tanah, menunggu ketiga temannya yang belum diketahui dimana keberadaaannya. Sesekali tangannya menggulirkan timeline twitter atau membalas chat dari grupnya.

“Lama!“ucap Yohan saat melihat Wooseok datang bersama Sejin.

“Yaelah kan eventny jam 1, ini masih jam 12.20 kali!!!“ucap Wooseok sewot.

“Ini lagi anak ayam dimana?“ucap Yohan lagi.

“Anak ayam apaan? Gue lebih tua ya dari lo”ucap Byungchan yang datang dari belakang Yohan. Yohan menjulurkan lidahnya meledek.

“Yaudah buruan siapa yang pesen goes-car?“tanya Wooseok dan Byungchan mengacungkan tangannya.

“Anjirrrr rame banget!!“ucap Byungchan saat memasuki cafe dimana event di adakan.

“The power of center X1!!“ucap Yohan sombong.

Yohan pun mengedarkan pandangannya, mencari tempat agar ketiga temannya tidak berisik selama event berlangsung. Beruntungnya Yohan, dia mendapat satu meja kosong karena sudah berpesan lebih dahulu ke panitia.

“Nih, punya kalian. Engga boleh milih, iklhas aja. Semuanya ganteng kok”ucap Yohan saat membagikan photocard di meja cafe.

Wooseok, Sejin dan Byungchan berebut mengambil photocard yang sengaja di sebar Yohan di meja hingga membuat beberapa peserta event menoleh.

“Berisik anjirrrr!!!“ucap Sejin malu.

Yohan pun menyembuyikan wajahnya malu karena ulah ketiga temannya.

“Kaaaa, aku mau freebiesnya. Boleh?“Yohan menoleh lalu menepuk keningnya.

“Oiya aku lupa!! Bentar yaaa aku siapin dulu, tapi jangan berebut biar engga ganggu yang lain”ucap Yohan lagi.

Wooseok, Sejin dan Byungchan pun membantu Yohan untuk membagikan freebies yang sudah disiapkan Yohan sebelumnya.

“Mau trade engga?“ucap seseorang di depan Yohan dan Yohan mengangguk.

“Gue mau dong, boleh engga? Tapi engga trade, gue minta aja”ucap Byungchan tanpa rasa malu sedikitpun.

“Boleh kok! Ini tapi random yaaa engga bisa milih hehehe”ucap orang tersebut sambil membagikan postcard untuk Byungchan, Wooseok dan Sejin.

“Makasih!!!!“ucap mereka bertiga kompak.

Entah apa yang Yohan lakukan hari itu, nama Yohan disebut saat pengumuman doorprize saat event tersebut. Yohan pun berhasil membawa pulang satu buah slogan.

“Anjirrrr ganteng banget!!!“ucap Wooseok ketika melihat slogan yang di genggam Yohan.

“Hahaha kemaren gue ngincer slogan ini pas rilis, tapi pas engga punya uang. Emang jodoh engga kemana yaaa, tetep aja gue bisa milikin”ucap Yohan bahagia.

“Habis ini mau kemana nih?“tanya Byungchan dan mereka berempat saling lirik.

“Mall yuk, makan. Gue laper nih daritadi teriak-teriak”ucap Yohan dan disetujui Sejin serta Wooseok.

@xposhie.

•••

Malam itu, seperti biasa. Jinhyuk dan teman-temannya memilih menghabiskan jumat malam mereka di sebuah bar langganan mereka. Menyewa satu meja di sudut ruangan, beberapa minuman pun sudah menjadi hiasan diatas meja.

“pssttt”Han Seungwoo, salah seorang teman Jinhyuk menunjuk lelaki manis yang sedang meliukan badannya di lantai dansa, Jinhuk tersenyum miring.

Jinhyuk menghampiri lelaki manis tersebut. Tidak perlu waktu lama bagi Jinhyuk untuk berkenalan dengan lelaki manis tadi dan sekarang mereka sudah berada dalam kamar di bar tersebut.

Jinhyuk melumat bibir lelaki manis yang sekarang sudah terpojok di sudur kamar. Jari jemari kecil lawan main Jinhyuk malam itu mulai bergerilya membuka satu persatu kacing kemeja Jinhyuk.

Jinhyuk tersenyum miring dalam ciumannya. Dirinya mengangkat tubuh lelaki dihadapannya sehingga sekarang lelaki tersebut melingkarkan kakinya di pinggang Jinhyuk. Kemeja Jinhyuk telah tanggal dan tersungkur di lantai kamar.

“Arghhh”lawan main Jinhyuk mulai mendesah ketika dengan lancang, Jinhyuk mengigit bibir bawahnya.

Keadaan Jinhyuk telah kacau, dimana rambutnya telah diacak-acak lawan mainnya. Tanpa menunggu waktu lama, Jinhyuk membawa pria dalam gendongan ke atas kasur dan mengkungkungnya.

Dengan kesabaran yang semakin tipis, lawan main jinhyuk membuka paksa ikat pinggang yang masih mengunci kebanggaan Jinhyuk dibalik celananya. Jinhyuk mendorong pelan lelakinya dan menidurkannya, menahan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri kepala sang submisif.

“Please....“ucap lelaki tersebut memohon.

“Aku tidak mau malam ini cepat berakhir... Kau harus bersabar little kitten”ucap Jinhyuk menggoda.

Jinhyuk melepas genggaman tangannya pada kedua tangan lawannya, membuat sang lawan kembali berusaha membuka ikat pinggang dan celana Jinhyuk.

“Ah... Sialan...“desahan mulai keluar dari mulut Jinhyuk ketika sang submisif mengelus kejantannya dari luar celana yang masih ia kenakan.

“Jadi ini yang kau inginkan?“tanya Jinhyuk dan lelaki yang berada dibawah kungkungan Jinhyuk itu pun mengangguk.

“Baiklah jika ini yang kau inginkan”Jinhyuk pun merobek paksa kemeja yang digunakan prianya dan memberikan tanda di sepanjang leher hingga dadanya.

“Aku akan membuatmu meneriakan namaku sepanjang malam ini, Lee Sejin...“ucap Jinhyuk yang kemudian kembali mengukir tanda di sepanjang tulang selangka Sejin.

©® xposhie

One called a way.

...

Byungchan menghembuskan nafas malas ketika melihat display name yang tercantum pada ponselnya yang berdering. Beberapa kali dirinya juga menimbang untuk menjawab panggilan tersebut atau tidak.

“Yak Hallo?“ucap Byungchan sinis.

“Masih marah?“tanya Seungwoo di sebrang telfon.

“Please deh ka, kalo cuma mau nanya itu engga usah sampe telfon! Aku matiin ya?“ucap Byungchan lagi,

“Eh jangan dong! Anak ayam engga boleh marah-marah, masih pagi. Nanti rejeki anak ayam diambil sama anak itik”ucap Seungwoo mencoba mencairkan suasana.

“Ka....“ucap Byungchan pelan

“Jayus”lanjut Byungchan sebelum Seungwoo menjawabanya.

“Masih marah engga nih?“tanya Seungwoo lagi.

“Ka, beneran deh. Aku tuh engga marah sama kaka, trus kenapa sampe telfon aku?“tanya Byungchan frustasi.

“Yaaaa siapa tau ada yang mau kamu sampein? Kamu ceritain? Kayanya tadi semua orang lagi engga berpihak sama kamu. Jadi aku nelfon nih biar kamu bisa cerita”ucap Seungwoo panjang lebar dan Byungchan terdiam.

“Kok diem? Yaudah kalo emang engga mau ngomong, bapak ayam matiin ya telfonnya?“ucap Seungwoo yang berhasil menyadarkan lamunan Byungchan.

“Jangaaaannn!!!“ucap Byungchan panik.

“Ya terus gimana?“Seungwoo yang pagi itu sedang berada di kamarnya pun memposisikan dirinya senyaman mungkin karena ia tau, sesi telfon pagi ini akan panjang.

“Jadi.... kemaren aku tuh cari tiket buat KPOP FESTA, tapi SOLD OUT dan karena tau Bang Sunho kantornya jadi partner promotor itu akhirnya aku minta tolong bang sunho buat cariin tiket....“Byungchan menarik nafas panjang sebelum melanjutkan.

“Tau-taunya ka seungyoun udah minta duluan, jadinya Bang Sunho kasih tiketnya ke ka seungyoun”ucap Byungchan dengan nada yang dibuat bersedih, tapi sebenarnya dia tidak benar-benar sedih.

“Trus?“tanya Seungwoo.

“Yaudah aku sebel sama Bang sunho sama Ka seungyoun juga!!! Soalnya bang sunho kenapa engga kasih ke aku aja tuh tiket? Kan lumayan aku bisa nonton AB6IX sama GOT7!!!“ucap Byungchan meracau.

“Tiketnya berapa banyak emang?“tanya Seungwoo tenang.

“Cuma dapet dua sih....“jawab Byungchan.

“Hm... kalo cuma dua, kamu mau nonton sama siapa? Wooseok? Sejin apa Yohan?“tanya Seungwoo dan Byungchan terdiam.

“Gatau juga sih... yang penting kan udah dapet tiketnya”ucap Byungchan lagi.

“Engga boleh gitu dong, kamu harus punya rencana mau nonton sama siapa. Nanti kalo Sunho udah kasih kamu tiket dan kamu engga bisa nonton, gimana?“tanya Seungwoo datar.

“Ya kan bisa nonton sama bang sunho?“ucap Byungchan asal.

“Engga sama aku?“tanya Seungwoo secara tiba-tiba.

“Emang ka seungwoo mau nonton gituan? KPOP gitu nanti ilfeel”ucap Byungchan.

“Lah kenapa harus ilfeel? Kamu udah pernah nemenin aku nonton bola, kenapa aku gabisa nemenin kamu nonton konser?“tanya Seungwoo tertawa.

“Eh iya juga! Aku masih utang ajak ka uwu buat nonton konser!!!“ucap Byungchan antusias.

“Ah! Iya ada satu lagi yang buat aku kesel”Seungwoo sudah siap mendengarkan keluh kesal Byungchan lagi.

“Jadi tadi aku iseng-iseng cari tiket pesawat ke korea karena VICTON bakalan konser di korea eh aku malah di gas temen-temen aku trus di gas bang sunho juga!!“ucap Byungchan dengan nada sebal.

“Di gas gimana emang?”

“Dibilang gila trus dibilang engga punya perencanaan karena tiba-tiba”ucap Byungchan sedih.

“Emang kamu sebelumnya udah punya rencana belum?“tanya Seungwoo lembut dan Byungchan di sebrang telfon menggeleng.

“Belum kan aku cuma iseng-iseng aja”ucap Byungchan malas.

“Yaudah coba di rencanain, mau ke korea kapan. Berapa lama disana trus mau ngapain aja disana, nginepnya dimana, transportasinya gimana biar ketauan semua biayanya”Byungchan menarik nafas panjang ketika mendengar ucapan Seungwoo tersebut.

“Kenapa?“tanya Seungwoo.

“Ternyata emang aku beneran gila, banyak banget yang harus aku pikirin tapi aku asal aja mau ke korea”ucap Byungchan sedih.

“Yaudah rencanain dulu kapannya biar kamu disana juga engga luntang lantung. Atau mau ke korea sama aku?“tanya Seungwoo.

“Hah? Gimana ka?“tanya Byungchan bingung.

“Ya sekalian nonton konser juga, gantian gitu”ucap Seungwoo tenang.

“Tapi... nonton konsernya engga di korea juga kaaaa, aku traktirnya berat”ucap Byungchan.

“Siapa yang minta di traktir sih? Kan aku cuma mau nemenin kamu?“ucap Seungwoo setengah tertawa.

“Ih GILA!!!!“ucap Byungchan yang lalu memutuskan sambungan telfonnya dengan Seungwoo.

@xposhie.

Burn.

***

“Aku tidak mau melakukan hal tersebut!!”

Yohan berusaha meninggalkan ruangan tutoringnya dengan Seungyoun. Malam itu, Seungyoun memberikan sebuah ide yang harus di lakukan Yohan dan Dohwa saat peragaan busana besok. Yohan jelas menolak ide tersebut. Karena ia menganggap ide yang dilontarkan Seungyoun adalah ide gila.

“Kau harus melakukannya jika ingin mendapatkan sponsor!!”

“Banyak sponsor yang sudah melirik distrik sepuluh, karena sesuatu yang di lakukan seorang anak yang bernama Yuvin kemarin”ucap Seungyoun menahan amarah.

“Tapi aku tidak akan melakukannya! Persetan dengan sponsor-sponsor itu”ucap Yohan sambil meninggalkan ruangan tersbeut.

***

Hari yang ditunggu tiba. Beberapa kontestan telah menggunakan pakaian sesuai dengan ciri khas distrik masing-masing. Yohan dan Dohwa masing-masing menggunakan setelan hitam, persis seperti ciri khas distrik mereka yaitu penghasil tambang batu bara terbesar. Yohan melirik sekilas, Seungyoun tengah berbisik dengan Dohwa dan demi Capitol, Yohan malas mendengarkan omong kosong Seungyoun.

“Naiklah”Yohan pun naik ke kereta kuda yang telah dipersiapkan, disusul dengan Dohwa di belakangnya.

“Tetaplah tersenyum, apapun yang terjadi”ucap designer yang sejak pagi mengurus segala perlengkapan Yohan dan Dohwa.

Satu persatu kereta kuda yang membawa kontestan dari setaip distrik mulai memasuki arena. Yohan dapat dengan jelas melihat publik Capitol memenuhi arena tersebut. Yohan melirik ke berbagai arah, mencari keberadaan Yuvin yang semakin sulit ia temui. Yuvin disana, bersama Kookheon wakil lain dari distrik sepuluh. Yuvin tampan seperti biasa, batin Yohan.

kereta kuda yang membawa Yohan dan Dohwa pun mulai berjalan. Yohan melirik Dohwa yang dengan santai sedang melambaikan tangannya ke arah publik Capitol. Yohan tersenyum miring sebelum akhirnya mengikuti apa yang dilakukan Dohwa. Yohan tersenyum cerah dan melambaikan tangannya ke arah publik Capitol yang hadir. Gambar diri Yohan dan Dohwa muncul pada layar besar di Arena, Yohan terkejut ketika api menghabiskan seluruh pakaian yang ia gunakan. Yohan tersenyum ketka mengingat bahwa ini adalah hal yang dibicarakan designernya sejak pagi tadi. Yohan akan memanas di Arena.

Yohan kembali melirik ke arah Dohwa dan tanpa Yohan sangka, Dohwa menarik tengkuk Yohan dan mendaratkan bibirnya ke arah bibir Yohan. Yohan beberapa kali mendorong Dohwa agar menjauh. Tetapi semakin Yohan mendorong Dohwa, semakin kasar lumatan yang ia terima di bibirnya. Yohan pasrah dnegan perlakuan Dohwa siang itu. Publik Capitol berteriak histeris melihat kedua orang yang terbakar di Arena. Pakaian yang digunakan Dohwa dan Yohan serta apa yang mereka lakukan benar-benar membuat publik Capitol memanas.

Tetapi bukan hanya di Arena yang memanas, ada hati seseorang juga yang memanas menyaksikan kejadian yang sekarang menjadi perhatian Capitol tersebut. Yuvin mencoba menetralkan nafasnya dan mengatur emosinya hingga dia sadar ada sebuah tangan yang berusaha menenangkannya. Yuvin menoleh, disana Kookheon sedang tersenyum kearahnya. Tangan Kookheon menggenggam erat tangan Yuvin bahkan ibu jarinya mengusap lembut punggung tangan Yuvin.

@xposhie.

Pundung.

***

Sejin mendecak sebal. Dia melingkarkan tangannya di depan dadanya dan menatap Seungyoun yang masih sibuk membalas reply di twitternya.

“Kan udah gue bilang jangan di upload si twitter!!“ucap Sejin malas.

“Hah? Gimana?“tanya Seungyoun panik.

“Itu kan gue bilang jangan di share di twitter. Temen-temen gue tuh aktif twitter banget”ucap Seungyoun lagi.

“Yahh gitu doang masa ngambek sih Jin?“Seungyoun meletakan ponselnya di meja.

Sejin diam. Seungyoun semakin panik.

“Gue delete deh ya?“tanya Seungyoun.

“Percuma, temen gue udah liat semua kok”ucap Sejin lagi.

“Yaudah biar lo engga ngambek, suruh gue apapun deh. Engga asik masa nongkrong berduaan tapi diem-dieman”ucap Seungyoun berharap.

“Yakin?“tanya Sejin tersenyum dan Seungyoun mengangguk.

“Nyanyi tuh disana sama live band”ucap Sejin menunjuk live band yang sedang tampil di cafe yang mereka datangi.

“Hah? Tiba-tiba?“tanya Seungyoun dan Sejin mengangguk.

“Di cafe lo engga mungkin ada live band juga, kalo lo engga suka musik. Trus lo tuh gampang banget suka sama lagu WOODZ, sedangkan musik dia tuh susah nyangkut ke orang lain apalagi bukan kpopers”Sejin menjelaskan.

“Hm... Trus gue harus nyanyi apa?“tanya Seungyoun.

“Terserah lo. Senyaman lo aja”Sejin tertawa kecil.

“Lo nyuruh gue ke depan aja udah bikin gue engga nyaman...“ucap Seungyoun pelan.

“Yaudah, gue tetep ngambek nih”Sejin mengancam dan dengan cepat Seungyoun berjalan ke panggung diikuti teriakan dan tepuk tangan Seungyoun.

©® xposhie.

Unexpected Situation

***

“Apa jadwalku hari ini?“ucap Sam yang sekarang sudah berada diatas pangkuan Sunho.

“Tidak ada. Kau kehilangan semua kontrak iklanmu. Dan... Bisakah kalian menahan sedikit hasrat kalian?“ucap Byungchan ketika tanpa sengaja melihat Sunho dan Sam beradu lidah.

Samuel tersenyum lalu bangkit dari pangkuan Sunho dan duduk di sebelah Sunho.

“Ah! Tapi ada satu panggilan pemotretan, dari Junghwan. Sepertinya ada beberapa pakaian baru yang harus dia potret dan dia memilihmu sebagai modelnya”ucap Byungchan sekali lagi.

Samuel menatap Sunho dan Sunho menaikan bahunya malas. Samuel tersenyum gemas.

“Aku butuh pekerjaan dan dia hanya mantanku”ucap Samuel seduktif.

“Ya terserah kamu. Karena aku tau, saat ini yang bisa menyentuhmu hanya aku”ucap Sunho menggoda.

Byungchan menarik nafas panjang karena ulah kedua pasangan di hadapannya.

“Karena hari ini aku tidak aka pekerjaan. Aku ikut kau bekerja, gimana?“tanya Samuel dan Sunho mengangguk setuju.

***

“Jika kau bosen, beritahu aku. Aku jamin, meeting ini hanya sebentar saja”ucap Sunho sambil merapihkan beberapa helai rambut Samuel.

Sunho dan Samuel berjalan di lobby kantor Sihoon. Sebuah meeting telah dipersiapkan hari itu. Samuel melingkarkan tangannya di lengan Sunho, membuat beberapa pasang mata menatap mereka.

“Selamat lagi Tn. Sunho, silahkan duduk”ucap seseorang dari kantor Sihoon.

“Aku mengajak kekasihku, tidak apa-apa kan?“tanya Sunho dan staff tersebut mengangguk.

“Kau bisa menungguku di ujung sana. Jika bosan, kirim chat saja dan aku akan membalasnya”ucap Sunho dan Samuel mengangguk.

Meeting tersebut di mulai setelah Seongjun dan Hangyul memasuki ruang meeting. Lagi, Sihoon tidak dapat memimpin meeting ini dengan alasan sedang dalam perjalanan bisnis. Sunho melirik ke arah Samuel dan tersenyum singkat.

Seongjun dan Hangyul secara bergantian menjelaskan apa yang bisa mereka jelaskan. Seongjun sudah sangat terbiasa dengan keadaan ini, tetapi tidak dengan Hangyul yang masih mencoba beradaptasi dengan lingkungan seperti ini.

“Jadi seperti yang anda semua ketahui, kantor cabang kita di Ameri-”

“Aw kepalaku...”

Seongjun menghentikan penjelasannya ketika Samuel di ujung ruangan mengaduh kesakitan. Sunho dengan sigap menghampiri Samuel. Hangyul yang melihat hal itu juga ingin menghampiri Samuel tetapi di tahan Seongjun.

“Biarkan saja. Nanti dia curiga”ucap Seongjun berbisik.

“Aku permisi. Sepertinya kekasihku sedang dalam keadaan tidak sehat, aku harus membawanya ke rumah sakit”ucap Sunho sambil menggendong Samuel.

Seongjun pun mengijinkan Sunho untuk meninggalkan ruangan tersebut agar dirinya bisa kembali memulai penjelasannya.

©® xposhie.

Kpopers story.

***

“Ka seungwoo kenapa sih senyum-senyun sendiri? Chatting sama pacaranya ya?“tanya Byungchan sedikit kesal.

“Hah gimana chan?“ucap Seungwoo yang masih tersenyum itu.

“Kalo ka seungwoo mau chatting sama pacarnya, harusnya tadi engga usah ajak aku kesini. Aku engga suka di diemin”ucap Byungchan malas.

“Pacar? Pacarnya siapa?“tanya Seungwoo bingung.

“Itu dari tadi ka seungwoo sibuk sama handphone mulu!“ucap Byungchan mulai emosi.

“Ah!! Ini aku chatting sama grup calo tiket. Lagi ngeledekin Yuvin yang ternyata lagi nonton bareng sama temen kamu itu si Yohan”ucap Seungwoo menjelaskan.

“Oh...“ucap Byungchan pelan.

“Emang kenapa? Kamu cemburu kalo aku chatting sama yang lain?“ledek Seungwoo yang berhasil membuat pipi Byungchan memerah.

“Eh itu... Yuvin udah bales chat ka seungwoo? Aku soalnya ngeldekin Yohan juga di grup, tapi engga dibales”ucap Byungchan mengalihkan topik.

“Lucu ya Chan?“ucap Seungwoo yang membuat Byungchan bingung.

“Kamu sama temen-temen kamu. Aku sama temen-temen aku. Kita ketemu engga sengaja eh sekarang jalan sendiri-sendiri”ucap Seungwoo tertawa.

“Malahan aku udah pede ngajak kamu nonton bola trus jalan gini tanpa mikirin pacar kamu marah apa engga”suara Seungwoo lambat laun mengecil.

“Aku engga punya pacar kok ka!! Banyak yang engga mau karena aku korea-koreaan mulu kayanya haha”tawa Byungchan terdengar sumbang.

“Apa salahnya suka kpop?“tanya Seungwoo dan Byungchan menggeleng.

“Gini loh. Aku sama temen-temenku suka aneh sama orang-orang yang engga suka sama kpopers. Maksud kita tuh, kita tuh sama-sama punya kesukaan cuma kesukaannya aja yang beda. Aku suka bola, kamu suka kpop, trus ada orang suka anime atau suka musik barat. Itu semua sama aja kan? Salahnya kpopers itu tuh dimaba coba?“ucap Seungwoo panjang lebar.

“Aku aja gatau ka. Kayanya kpopers selalu salah di mata orang-orang. Padahal kita tuh engga ngelakuin kejahatan loh. Kita kan nyenengin diri sendiri juga”ucap Byungchan sambil mengerucutkan bibirnya.

“Tapi aku sama temen-temen aku engga gitu kok Chan. Kita sih selama engga merugikan pihak lain, yaudah biarin aja. Orang kan bahagianya beda-beda, masa aku ngelarang orang bahagia?“tanya Seungwoo dan Byungchan tersenyum.

“Ka seungwoo.... Seratus!! Coba setiap orang kayak ka seungwoo yaaa, dunia damai kayanya”ucap Byungchan tertawa.

“Jangan liatin aku kayak gitu!!“ucap Byungchan malu, karena Seungwoo menatapnya yang sedang tertawa.

“Kamu kayak anak ayam! Beneran deh chan haha”ucap Seungwoo gemas.

“Aku bukan anak ayam!!!“ucap Byungchan pundung.

©® xposhie.

I. Kebiasaan

“Pak, pesen mie rebusnya tiga ya. Yang dua mie rebus soto, yang satu mie rebus ayam bawang. Yang mie rebus soto, satu tolong tambahin ekstra bawang goreng. Yang mie rebus soto satu lagi kuahnya di banyakin, mienya jangan di buat terlalu mateng. Yang mie rebus ayam bawang, pake telur setengah mateng. Trus pesen roti bakar dua ya pak. Roti bakar coklat sama roti bakar keju. Yang roti bakar keju tolong di kasih ekstra susu”ucap Sejin panjang lebar.

“Pak maaf! Minta tolong satu mangkuk kosong ya pak sama sekalian kecapnya”ucap Sejin melanjutkan.

“Mantep! Kalo ada Sejin sih kita tinggal mangap aja, udah tersedia semua makanan”ucap Seungwoo semangat.

“Sumpah woo! Mana ada sih orang yang segede lo tapi masih makan pake kecap”ucap Seungyoun tidak habis fikir.

“Jin, pagi kuahnya donggg”Hangyul yang memegang satu mangkuk kosong itu menyodorkan mangkuk kosongnya ke depan sejin.

“Habis ini kemana nih?“tanya Jinhyuk sambil meminum kuah mie soto di mangkuknya.

“Rumah gue deh, yuk!“ucap Seungwoo.

“Ada wooseok engga bang?“tanya Seungyoun antusias dan Seungwoo hanya menggeleng mendengar Seungyoun.

II. Kim Wooseok

“Ma... Ini ada temen-temenku”ucap Seungwoo saat memasuki rumahnya.

“Eh ada Sejin, Seungyoun, Jinhyuk sama Hangyul. Udah lama nih engga main kesini. Oiya, di belakang ada singkong keju. Nanti tante suruh bibi anter ke taman belakang ya!“ucap mama Seungwoo dan semua tersenyum.

“Ngapain sih lu ngeliatin kamar Wooseok mulu”ucap Seungwoo malas.

“Gue lagi berusaha menyanyikan sebuah lagu untuk adinda Wooseok”ucap Seungyoun melankolis.

“Anjir!! Tuh lampu kamar Wooseok juga udah mati, udah tidur lah pasti”ucap Jinhyuk tertawa.

“Lah iya juga! Pantes tadi adinda Wooseok engga menyambut kedatangan kakanda Seungyoun”ucap Seungyoun emosi.

“Kaga ada! Adik sepupu gue tuh lagi balik ke Bandung, pulang kampung soalnya udah kelar ujian”ucap Seungwoo tertawa.

“Sialan! Trus dari tadi, gue ngenjreng buat siapa dong?“tanya Seungyoun emosi.

“Lanjut aja Youn. Enak kok lagunya”ucap Sejin tenang.

III. Rencana

“Eh lo bosen engga sih sama pertemanan kita yang gini-gini aja?“celetuk Jinhyuk.

“Iya, maksud gue tuh kita kemana-mana berlima. Udah hampir 8 tahun, ngelakuin hal yang sama ya bareng-bareng mulu gitu”ucap Jinhyuk lagi.

“Iya bener. Gue kayanya engga punya temen selain kalian berlima deh”ucap Seungyoun setuju.

“Gimana kalo kita misah dulu? Engga kontakan sama sekali? Selama setahun? Engga deh kelamaan, enam bulan?“tanya Jinhyuk antusias.

“Engga! Engga ada ya pisah-pisah engga kontakan. Gue engga setuju”ucap Sejin angkat bicara.

“Tapi ide Jinhyuk bener juga sih, sekalian gue mau nyelesaiin S1 gue. Kalian semua enak udah lulus, gue masih gini-gini aja”ucap Hangyul murung.

“Tuh! Udah ada hal-hal yang bisa kita kerjain kan. Enam bulan itu engga bakal lama kok, percaya sama gue”ucap Jinhyuk yang semakin antusias.

“Betul tuh boleh lah setahun di coba”ucap Seungyoun.

“Engga. Engga ada setahun. Enam bulan aja ya, engga lebih”Sejin mengintrupsi.

“Iya enam bulan ajaaa. Enam bulan, engga lebih”ucap Seungyoun pelan.

“Oke! Gue setting di handphone gue, kapan kita bakal ketemuan enam bulan lagi”ucap Jinhyuk mengeluarkan ponselnya.

“Berarti setelah enam bulan nanti, kita harusnya ngerayain dong? Yang spesial!“kali ini Seungwoo angkat bicara.

“Itu gampang! Enam bulan dari sekarang, gue bakalan ngubungin kalian satu persatu. Tapi untuk enam bulan ke depan, di tahan dulu ya kontak-kontakannya. Biar pas ketemuan, kangennya pol!“ucap Jinhyuk antusias.

Seungwoo, Jinhyuk, Seungyoun, Hangyul dan Sejin pun menyetujui ide tersebut. Enam bulan dari sekarang, mereka berlima tidak akan berhubungan bahkan bertemu sama sekali. Hingga nanti Jinhyuk akan kembali menghubungi mereka dengan sebuah ide yang bahkan belum mereka ketahui.

©® xposhie.

. . .

“Ka seungwoo, cepat!!!”

Byungchan menarik tangan Seungwoo sebelum kamera benar-benar mengabadikan gambar mereka berdua.

“Gantian ya?“ucap Seungwoo.

Byungchan dengan semangat pun mengangguk dan berlari kecil ke arah kamera untuk kembali memulai penghitung mundur pada kamera.

Katakanlah Byungchan iseng, karena Byungchan justru merubah setting pada kamera menjadi video dan bukan foto. Byungchan berusaha menahan tawannya agar tidak ketahuan oleh Seungwoo.

“Cepat!! Nanti kau terlambat”ucap Seungwoo panik karena melihat Byungchan berjalan sangat lambat.

“Yaaakkk!! Choi Byungchan!!!“Seungwoo pun bergegas menggendong Byungchan, membawanya seperti membawa sebuah karung.

“Ah ka seungwoo turunkan aku!!!“ucap Byungchan panik.

Seungwoo pun mendudukan Byungchan di sebuah kursi tepat di depan kamera. Byungchan masih menahan tawanya.

“Kenapa lama sekali?“ucap Seungwoo bingung.

Seungwoo pun berdiri dan coba memeriksa kameranya. Seungwoo menahan emosinya ketika mengetahui bahwa Byungchan baru saja mengerjainya.

“Choi Byungchan....“geram Seungwoo rendah.

“Hahaha ka seungwoo maafkan aku!! Aku... Aku hanya...“Byungchan panik, karena Seungwoo sudah bersiap menangkapnya.

“Anak nakal!!“ucap Seungwoo setelah berhasil menangkap Byungchan.

Byungchan dan Seungwoo terjatuh di rerumputan. Seungwoo pun menghadiahi Byungchan dengan beberapa cubitan kecil di sekitar perutnya, hal itu tidak membuat Byungchan sakit melainkan rasa geli yang ia dapatkan.

“Ka seungwoo, maafkan aku.... Stop... Aku janji akan melakukan apapun... Jika kau berhenti...“ucap Byungchan sambil tertaw geli.

“Apapun?“tanya Seungwoo antusias dan Byungchan mengangguk.

Seungwoo pun menghentikan kegiatannya. Seungwoo menarik Byungchan ke dalam pelukannya dan membenamkan wajahnya di puncak kepala Byungchan, menghirup wangi melon shampo yang digunakan Byungchan.

“Jangan tinggalkan aku...“ucap Seungwoo pelan.

Byungchan melirik ke arah Seungwoo dan Seungwoo tersenyum.

“Aku janji, aku tidak akan meninggalkan ka seungwoo”ucap Byungchan sambil tersenyum hingga memperlihatkan dua lubang di pipi kanan dan kirinya. . . . . . . . . . . .

“Anak nakal...”

Seungwoo tersenyum perih, menyimpan fotonya dan Byungchan beberapa bulan lalu. Di hadapannya berputar sebuah video dimana Seungwoo sedang menggendong Byungchan saat Byungchan mengerjainya.

“Anak nakal yang mengingkari janji...“ucap Seungwoo lagi.

Seungwoo tersenyum miris ketika video di televisi memperlihatkan adegan di mana Byungchan yang bernjanji tidak akan meninggalkan dirinya. Tapi, Byungchan ingkar. Karena sekarang, Byungchan telah meninggalkannya.

Tepat dua minggu yang lalu, dimana Seungwoo mengira Byungchan lagi-lagi mengerjainya. Seungwoo mengira telfon dari rumah sakit yang ia terima ialah ulah Byungchan yang mengerjai dirinya, tetapi ternyata bukan.

Hari itu, semua nyata. Seungwoo mendapat telfon dari rumah sakit jika Byungchan adalah korban tabrak lari ketika berusaha menolong seorang anak kecil yang akan menyebrang jalan.

Hari itu, Seungwoo menangis. Satu buket bunga untuk Byungchan sudah ia siapkan, tetapi bunga itu tidak pernah sampai ke Byungchan.

Dan hari ini, Seungwoo kembali menangis. Seungwoo rindu Byungchan, jika boleh meminta, Seungwoo ingin jika Byungchan masih ada disini bersama dia dan menemaninya, walaupun itu tidak akan pernah terjadi lagi.

©® xposhie.