semestakapila

I. The Cullens

“The cullens”Sejin menoleh.

Yohan menjelaskan bahwa kelima murid yang baru saja masuk ke dalam kantin adalah lima orang saudara yang biasa di sebut The Cullens. Mereka jarang bergaul dengan murid lainnya, bahkan hampir tidak pernah sama sekali.

“Yang berjalan paling depan ialah Kim Wooseok dan kekasihnya Lee Jinhyuk. Mereka aneh. Jinhyuk lebih banyak diam, dia seperti tersiksa entah karena apa dan Wooseok? Dia selalu terlihat mengintimidasi. Aku harap kau jangan terlalu sering menatapnya”ucapan Yohan berhasil membuat Sejin mengalihkan tatapannya.

“Dibelakang mereka ada Byungchan dan Seungwoo. Mereka berdua terlihat saling mencintai satu sama lain, terlihat sangat kuat dan tentunya terlihat dingin”ucap Yohan lagi.

Sejin mengalihkan pandangannya lagi ketika tanpa sengaja matanya bertatapan dengan mata milik Seungwoo. Sejin pun berpura-pura mengaduk-aduk salad di hadapannya.

“Hey! Dia datang”ucapan Yuvin yang duduk sebelah Yohan dan berhasil membuat Sejin melihat keluar kantin.

Seorang pemuda dengan tatapan dingin itu berjalan santai memasuki kantin. Berbeda dengan keempat saudaranya, dia berjalan sendirian. Kedua tangannya ia sembunyikan di balik kantung celananya.

“Dia Cho Seungyoun, yang termudah diantara The Cullens”ucap Yohan pelan.

Sejin memperhatikan Seungyoun, tetapi tatapannya ia alihkan ketika Seungyoun juga melihat ke arahnya. Beberapa kali Sejin berusaha mengalihkan pandangannya tetapi beberapa kali juga pandangannya bertemu dengan Seungyoun.

“Sepertinya dia menyukaimu, Lee Sejin”itu ucapan terakhir Yuvin sebelum bel masuk berbunyi.

II. He's cold

Sejin berjalan cepat menuju kelasnya. Dia harus mengurus beberapa dokumen perpindahannya sehingga ia telat masuk ke kelas yang seharusnya.

“Sorry prof...“ucapan Sejin terputus karena profesor yang sedang mengajar tersebut langsung mempersilahkan Sejin duduk.

Sejin duduk di sebelah Seungyoun, satu-satunya kursi yang kosong di kelas itu. Sebuah alat peraga telah tersedia di meja dan Seungyoun pun menggeser pelan alat peraga tersebut. Sejin dengan cepat menoleh ke arah Seungyoun ketika tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan. Tangan Seungyoun dingin, bahkan sangat dingin.

III. He's dissapear

“Kau tidak ingin menikmatinya? Matahari di forks, muncul tidak sampai sebulan sekali. Setidaknya kau harus merasakannya”Yuvin berbicara sambil berbaring di meja, merasakan kulitnya terpapar sinar matahari.

“Jika cuaca cerah, mereka tidak akan datang. Mereka akan melakukan perjalanan keluarga”ucap Yohan, seperti menjawab pertanyaan dalam kepala Sejin.

“Kemana?“tanya Sejin penasaran.

“Entahlah. Mungkin ke Utara atau kota-kota lainnya yang dingin dan hujan”ucap Yohan acuh tak acuh.

IV. He's Fast and Strong

Sejin berjalan malas ke arah mobilnya. Yuvin beberapa kali berusaha mengajaknya bercanda tetapi tidak dia hiraukan. Beberapa orang berteriak ketika the cullens datang. Sebuah sambutan yang seharusnya tidak perlu di lakukan.

Sejin melirik sekilas. Seungyoun ada disana, berdiri di samping mobilnya yang terparkir. Seungyoun memperhatikan dirinya, membuatnya merasa sedikit risih.

Tin!!!

Sejin menoleh cepat. Kim Kookheon, membawa mobil dengan kecepatan penuh ke arahnya. Sejin terdiam.

“Lee Sejin, kau tidak apa-apa?”

Sejin dapat dengan jelas mendengar pertanyaan teman-temannya. Sejin menghiraukannya karena fokusnya adalah Seungyoun yang sekarang sudah berada di hadapannya.

Sejin yakin, dia melihat Seungyoun di samping mobilnya. Sejin yakin karena beberapa detik yang lalu dia masih melihat Seungyoun disana. Sejin terkejut. Seungyoun berhasil menghentikan laju mobil hanya dengan tangannya.

“Maafkan aku”ucap Kookheon limbung.

“Jika tidak bisa menyetir, tidak usah menyetir!“ucap Yuvin emosi.

V. He's territory

Hari itu Sejin pergi bersama Yuvin dan Yohan ke pantai. Yuvin telah berusaha mengajak Seungyoun, tetapi di tolak oleh Seungyoun.

“Dia tidak mungkin kesini”

Sejin menoleh dan menemukan seorang lelaki yang tingginya beberapa centi lebih tinggi darinya.

“Sunho!“ucap Sejin antusias.

Sunho, anak dari teman ayah Sejin. Teman pertama Sejin. Teman yang juga mengajarkan Sejin bagaimana merawat mobil tuanya.

“Itu adalah peraturan nenek moyang kami. Mereka tidak boleh melewati batas kekuasaan yang telah di tetapkan tersebut. Begitu juga dengan kami, kami tidak boleh melewati batas kekuasaan kami”Sunho menjelaskan dan Sejin mengangguk.

“Sejak kapan kau berolahraga? Kenapa badanmu sekarang lebih besar dari badanku?“ucapan Sejin berhasil membuat Sunho tertawa.

“Kedatangan mereka membuat beberapa pemuda di desaku berubah. Kau akan mengetahuinya nanti”Sunho pun pamit setelah mengantar Sejin pulang setelah bermain di pantai.

VI. He's Vision

Sejin berjalan cepat di bawah langit yang semakin gelap. Dia baru saja kembali dari toko buku. Membeli buku yang sekiranya dapat menjawab pertanyaannya mengenai Seungyoun dan keluarganya.

“Hai manis! Ingin ditemani?“Sejin semakin mempercepat langkahnya ketika beberapa pemuda tiba-tiba mengikutinya.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan Sejin dan Seungyoun keluar dari mobil tersebut. Sejin melirik ke beberapa pemuda yang tadi mengikutinya, kini mereka semua telah berbalik dan berlari ketakutan.

“Aku dapat membaca fikiran orang. Dia memikirkan uang, makanan, kucing, uang, sex, kucing”Seungyoun menjelaskan kepada Sejin fikiran orang yang berada di dalam restaurant tersebut satu persatu.

VII. He's a Vampire

Sejin berjalan cepat memasuki hutan yang lembap. Sejin mengetahui semuanya. Sejin tau tentang legenda yang ada di kotanya. Sejin tau kenapa badan Sunho berubah dalam kurun waktu singkat. Sejin tau kenapa keluarga Cullen suka meninggalkan kota ketika cuaca cerah, Sejin tau....

“Kau tau? Tidak aku fikir kau bisa dapat dengan cepat mengetahuinya”Ucap Aeungyoun yang tiba-tiba sudah berada di belakang Sejin.

“Kau takut? Apakah kau takut ketika mengetahui kebenarannya?“Sejin tidak menoleh sama sekali.

“Kau...“Suara Sejin terbata.

Seungyoun tersenyum melihat Sejin yang gemetar. Seungyoun mendekati Sejin dan dengan mudah mengangkat badan Sejin, berlari secepat yang dia bisa.

Sejin menutup matanya. Dia takut. Ah tidak, ia tidak takut terhadap Seungyoun. Sejin pun membuka matanya ketika Seungyoun sudah menurukannya di sebuah bukit.

Sejin tersenyum dan terperangah melihat bagaimana tubuh Seungyoun bersinar. Seungyoun benar-benar bersinar, layaknya berlian yang terpapar sinar matahari.

“Apapun yang kau fikirkan sekarang, iya itulah aku”ucap Seungyoun terhadap Sejin.

VIII. He's Family

“Bukankah... Kalian tidak tidur?“tanya Sejin pelan.

“Tapi kita juga butuh tempat berkumpul. Tempat untuk memikirkan strategi mengubah manusia menjadi bangsa kami”ucap Seungyoun berbisik tetapi berhasil membuat Sejin berhenti melangkah.

“Haha aku bercanda, ayok masuklah. Mereka sudah menunggumu, tamu manusia pertama di rumah kami”ucap Seungyoun.

“Tamu manusia pertama kita!“Sejin dapat mendengar suara Wooseok yang terdengar lebih ceria dari biasanya.

“Selamat datang Sejin. Kami sedang mempersiapkan makan malam untukmu, mungkin tidak seenak makananmu karena ini pertama kali bagi kami”ucap Dongwook tersenyum.

“Maaf tuan, tapi aku sudah makan malam”ucapan Sejin tersebut berhasil membuat Byungchan marah.

“Byungchan ikut aku”Seungwoo pun menarik Byungchan untuk menjauh dari dapur.

IX. He's Party

“Selamat ulang tahun, Lee sejin!!“Wooseok tersenyum ceria ketika Sejin muncul bersama Seungyoun.

Hari ini ulang tahun Sejin yang ke sembilan belas. Hari ini juga tepat satu tahun Sejin lebih tua sati tahun dari Seungyoun.

Pesta ulang tahun Sejin ini khusus dibuat oleh Wooseok sang pencinta pesta. Satu persati keluarga Seungyoun memberikan kado kepada Sejin.

“Ayok dibuka!“ucap Seungwoo semangat.

“Aw!“Sejin si ceroboh. Baru saja Sejin menggoreskan tangannua dengan kertas pembungkus kado. Tangannya berdarah. Darah manis Sejin memabukan.

Seungyoun menoleh dan cepat menghentikan langkah Jinhyuk yang sudah berlari ke arah Sejin.

“Tenanh Jinhyuk... Kamu bisa menahannya... Tenang...“Wooseok memeluk Jinhyuk, lalu membawa Jinhyuk menjauh dari pesta kecil tersebut.

“Aku tidak kuat. Aku permisi”ucap Byungchan yang dengan cepat menarik Seungwoo menjauh.

“Maafkan aku...“ucap Sejin kecewa.

X. The choices

“Aku yakin! Aku tidak mau lebih tua dua tahun darimu”

“Tapi itu bukan pilihan. Kau punya keluarga dan...“ucapan Seungyoun terputus.

“Dan aku punya kamu. Dengan kamu mengubahkan, bukan berarti aku meninggalkan keluargaku kan?“tanya Sejin dan Seungyoun terdiam.

“Setelah kelulusan. Aku akan mengubahmu setelah kelulusan”ucap Seungyoun pasrah.

“Terimakasih Cho Seungyoun! Aku mencintaimu”ucap Sejin semangat.

©® xposhie.

Selamat Pagi.

***

Hangyul berjalan lemas di koridor apartmentnya. Di tangan kanannya terdapat dua buah box bubur ayam dengan tangan kirinya memegang handuk kecil untuk membasuh keringatnya. Hangyul melambatkan langkahnya ketika mendengar seseorang berteriak di depan apartment Samuel. Hangyul melirik dan memastikan siapa orang yang berada di depan apartment Samuel tersebut.

“Samuel kim! Buka pintunya bodoh!!!! Cepat atau aku dobrak?“Hangyul mengambil langkah kecil untuk mencapai pintu apartmentnya sambil memperhatikan kejadian di depan apartment Samuel.

“Pagi Tn. Byungchan!“Hangyul menghentikan langkahnya ketika seseorang yang sangat ia kenal keluar dari dalam apartment Samuel. Dia adalah Park Sunho.

Sunho keluar dengan menggunakan celana pendek tanpa atasan sehelaipun, membuat Byungchan orang yang dari tadi berteriak itu mundur beberapa langkah.

“Baumu tidak enak! Mana Samuel?“ucap Byungchan sinis.

“I'm here!!!“ucap Samuel dengan senyumnya.

Sunho dengan gerakan cepat merangkul kekasihnya tersebut yang hanya menggunakan jubah mandi yang semalam ia kenakan.

“Kalian bermain berapa kali semalam? Bau kalian benae-benar menjijikan”ucap Byungchan sinis.

“Kenapa? Kau mau tau aku bermain berapa kali semalam? Gaya apa saja yang aku gunakan? Kau mau tau jugaaaa?“tanya Samuel meledek.

“Jangan meledek managermu seperti itu”ucap Sunho mengusak kepala Samuel, membuat Samuel melirik kearah Sunho yang lebih tinggi dari dirinya. Karena gemas, Sunho mendaratkan kecupan di bibir Samuel yang langsung dibalas oleh Samuel. Samuel melingkarkan tangannya di leher Sunho dan kakinya di pinggang Sunho. Kegiatan panas tersebut di saksikan oleh Byungchan dan Hangyul,

Byungchan mendecak sebal, dia mendorong pelan dua sejoli dihadapannya lalu masuk ke dalam paartment Samuel. Tetapi, kegiatan yang dilakukan Sunho dan Samuel tidak berhenti sampai disitu, karena Sunho sudah mulai memasukan lidahnya ke dalam mulut Samuel, mencoba mengeksplore mulut Samuel. Beberapa kali Samuel menjambak rambut Sunho karena Sunho yang menggigit bibirnya gemas.

“Yak hangyul!! kau meninggalkan uang kembalianmu”

Hangyul yang panik itu berbalik untuk menghadiahi temannya dengan tatapan mematikannya kepada Seongjun yang baru saja berteriak. Hangyul membuang nafasnya pelan dan bersikap seperti tidak terjadi apapun. Hangyul pun berjalan santai ke arah apartmentnya diikuti Seongjun. Hangyul melihat jika kegiatan Samuel dan kekasihnya sudah berakhir. Samuel sudah turun dari gendongan Sunho dan sedang merapihkan jubah mandinya.

“Hai Hangyul!!“ucap Samuel ramah.

“Pagi, Sam!!“ucap Hangyul tidak kalah ramah,

“Kau mengenalnya?“tanya Sunho bingung dan Samuel mengangguk.

“Dia tetanggaku, jadi pasti aku mengenalnya”ucap Samuel.

“Pagi pak sunho, senang bertemu dengan anda disini”ucap Hangyul tersenyum ramah.

“Loh Hangyul... Kamu kenal sama Hangyul juga?“tanya Sam menoleh ke arah Sunho dan Sunho mengangguk.

“Hangyul dan Seongjun adalah staff di kantor Sihoon. Aku belum pernah menceritakan tentang Sihoon kepadamu, tapi dia adalah orang jahat dan licik”ucap Sunho berbisik yang dapat di dengar jelas oleh Hangyul dan Seongjun.

“Wah pasti merepotkan kerja dengan orang seperti itu? Kenapa kalian tidak pindah saja ke perusahaan Sunho?“tanya Samuel dan Hangyul menggeleng.

“Kami permisi terlebih dahulu, karena harus bersiap ke kantor setelah ini”Hangyul pun membuka pintu apartmentnya dan masuk ke dalam apartmentnya diikitui oleh Seongjun.

@xposhie.

Indonesia vs Korea Selatan

***

Setelah melewati beberapa kali pemeriksaan, akhirnya Byungchan dan Seungwoo masuk ke dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saat memasuki SUGBK, Seungwoo memegang erat tangan Byungchan, karena Seungwoo takut jika Byungchan tidak nyaman dengan situasi yang baru seperti ini. Beberapa kali genggaman mereka hampir terlepasyang akhirnya membuat Seungwoo berpindah posisi. Awalnya Seungwoo berada di depan Byungchan dan memegang erat tangan Byungchan, kali ini Seungwoo berada di belakang Byungchan dnegan kedua tangannya yang berada di pundah Byungchan.

“Kita kemana ka?“tanya Byungchan bingung.

“Sana aja yang masih sepi”Seungwoo menunjuk deretan kursi kedua dari depan.

“Eh sebentar”Seungwoo melirik ke atas Tribune yang keadaannya terlihat lebih ramai dibanding di tempat mereka.

“Jangan disini deh, ke belakang aja yuk, nanti ada yang lempar botol dari atas trus kena kamu”ucap Seungwoo posesif.

“Ka seungwoo engga keliatan dong kalo di belakang nanti?“tanya Byungchan mengikuti Seungwoo.

“Udah engga apa-apa, kan sesekali boleh berdiri. Tapi berdirinya jangan di kursi ya hehehe”ucap Seungwoo.

Akhirnya Byungchan dan Seungwoo duduk tepat di bawah tribune. Mereka terlindungi bagian tribune yang berada diatas mereka. Setidaknya mereka akan aman jika ada pihak tidak bertanggung jawab yang melempar sesuatu dari atas ke bawah.

“Kalo panas jaketnya buka aja”ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk.

“Mas, sorry kakinya”Seungwoo melirik ke lelaki di belakang Byungchan yang menaikan kakinya ke atas sandaran kursi Byungchan. Setelah melirik seklias ke arah Seungwoo, akhirnya orang tersebut menurunkan kakinya.

Pertandingan di mulai kurang lebih 45 menit lagi. Byungchan yang masih amaze dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno itu pun mengabadikannya dengan memotret.

“Uhuk! Uhuk!“Seungwoo memutarkan matanya malas. Daritadi Seungwoo sudah memperingati orang-orang agar tidak merokok, tetapi beberapa diantara mereka masih saja merokok.

“Mas, sorry nih dilarang ngerokok”ucap Seungwoo sambil menahan emosi.

“Mana larangannya? Gue engga liat?“ucap lelaki tersebut masih dengan rokok di tangannya. Seungwoo menarik nafas panjang. Matanya beberapa kali melirik ke orang tersebut. Kaki yang semua telah di pindahkan, kembali di naikan ke sandaran bangku Byungchan.

“Kenapa sih orang-orang yang suka ngerusak fasilitas kayak lo ini masih hidup?“akhirnya emosi Seungwoo memuncak.

“Gue perhatiin ya daritadi, lo naikin kaki ke kursi. Buang sampah ciki, minum, rokok, sembarangan. Lo suka bola kan? Lo yang koar-koar minta GBK di pugar kan? Di rawat dong, Goblok!“ucap Seungwoo menunjuk-nunjuk orang di belakang Byungchan.

“Kok lo ribet sih? Pemerintah punya kok anggaran buat perbaikan. Kenapa mesti gue yang repot jaga fasilitas?“ucap orang tersebut.

“Anjing! Emang ya mendingan pemerintah engga usah sekalian mugar GBK jadi kayak gini, harusnya pemerintah nyekolahin orang-orang yang goblok kayak lo”ucap Seungwoo semakin terseulut emosi.

“Ka.... udah”ucap Byungchan pelan, mencoba menggenggam tangan Seungwoo yang mengepal.

Jujur, byungchan takut dengan keadaan seperti ini. Dia sering membaca berita jika pertengkaran supporter bola yang utama di awali dengan cekcok adu mulut.

“Lo tuh ribet ya sumpah! Cowok lo tuh yang penyakitan, nyuruh gue buat engga ngerokok. Kalo engga mau kena kaki, tuh nonton di VIP. Engga ada rokok trus adem!!“ucap lelaki tadi lagi.

“Anjing!!!“Seungwoo mencoba menarik kerah orang yang berdiri di belakang Byungchan tersebut, tetapi dengan cekatan ditahan oleh Byungchan.

“Ka... please stop... berhenti ya?“ucap Byungchan memeluk Seungwoo yang menahan emosinya.

“Kalo engga ada dia, udah abis lo bangsat!“ucap Seungwoo yang memeluk Byungchan balik dan mengusap punggungnya menenangkan.

“Mas, mendingan lo pergi deh. Emang beneran, lo tuh ganggu daritadi”ucap orang di kursi deretan belakang.

“Iya, mending lo cari tempat lain deh. Kalo engga mending nonton di burjo tuh bisa angkat kaki sekalian ngerokok”kali ini orang di sebelah Seungwoo yang angkat bicara. Akhirnya orang yang membuat keributan tersebut pergi meninggalkan kursinya.

“Takut ya Chan?“ucap Seungwoo melirik ke arah Byungchan yang sedang menunduk dan Byungchan mengangguk lemah.

“Maaf yaaa, soalnya orang-orang kayak gitu emang harus dikerasin”ucap Seungwoo lagi.

Seungwoo menarik tangan Byungchan dan menggenggamnya, lalu mengusapkan ibu jarinya pada punggung tangan Byungchan. Byungchan yang menyadari perlakuan Seungwoo tersebut menoleh ke arah Seungwoo. Tetapi Seungwoo sudah asik dengan ponsel ditangan lainnya. Entah kenapa, Byungchan merasa suasana di SUGBK semakin panas padahal pertandingan belum dimulai. Tanpa sadar, Byungchan mengipaskan tangannya di depan wajahnya.

“Panas ya?“tanya Seungwoo dan Byungchan menggeleng cepat.

“Engga kok ka hehehe”ucap Byungchan tersenyum.

Seungwoo pun kembali fokus dengan ponsel ditangan kanannya dengan tangan kirinya menggenggam tangan Byungchan. Ibu jari Seungwoo masih setia mengusap punggung tangan Byungchan. Byungchan pun tidak bisa menyembunyikan senyumnya karena perlakuan Seungwoo tersebut.

@xposhie.

Explanation.

***

Hangyul beberapa kali menekan bel apartmen Junghwan, dibelakangnya telah berdiri Seongjun, Wooseok, Seungwoo, Sejin bahkan Seungyoun, tunagan Sejin. Mereka harus menunggu beberapa saat sampai akhirnya Junghwan membuka pintu apartmentnya.

“Siapa?“tanya Junghwan bingung.

“Aku hangyul, orang yang menelfon ke ponsel Sihyeon. Bisa izinkan aku masuk dulu?“ucap Hnagyul sopan.

Junghwan pun mempersilahkan mereka masuk, bahkan menyediakan beberapa kaleng soda untuk tamu yang tidak akan di sangka-sangka.

“Aku dr. seungwoo, sebelumnya maaf karena malam-malam seperti ini kita datang ke apartmentmu. Boleh tolong di ceritakan bagaimana kamu bertemu dengan Sihyeon?“tanya Seungwoo penasaran.

Junghwan pun menceritakan semuanya,. Awal mula pertemuan pertamanya dengan Sihyeon di depan supermarket yang awalnya ia mengira itu adalah Samuel sampai akhirnya Hnagyul datang dan membawa Sihyeon pergi.

Selanjutnya, tadi sore adalah pertemuan kedua mereka, Junghwan melihat Sihyeon sedang dipukuli beberapa anak yang badannya lebih besar dari dirinya dan Sihyeon benar-benar tidak bisa melawan, ucap Junghwan menjelaskan.

“Dia bukan tidak bisa melawan, dia hanya tidak ingin. Jika dia melawan, maka pukulan yang akan dia dapatkan keesokan harinya akan semakin parah”ucap Sejin.

“Beberapa kali aku sudah memperingatinya, untuk melewati jalanan yang lebih besar dan dengan penerangan cukup. Tapi Sihyeon selalu menolak, karena jauh dan dia selalu beralasakn jika sepi, maka dia bisa membayangkan kedua orang tuanya”ucap Sejin frustasi.

“Jadi bisa ceritakan juga kepadaku apa yang terjadi? Aku menemukannya seperti seseorang yang tidak mengenalku dan kalian memanggilnya Sihyeon. Tapi setelah bangun tidur, dia bangun sebagai Samuel, mantan kekasihku. AKu benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi disini”ucap Junghwan menatapa Seungwoo tajam.

Seungwoo pun menceritakan semuanya. Awalnya Wooseok menolak dan melarang Seungwoo menceritakan kisah adik sepupunya itu, tetapi Seungwoo akhirnya menceritakan semua ke Junghwan karena memang sudah tidak ada yang dapat di sembunyikan lagi.

“Aku tau kamu bingung dengan semuanya, tapi ini yang sebenarnya terjadi. Jika kamu melihat Samuel tetapi bukan seperti Samuel, ya memang itu bukan dia”ucap Seungwoo mengakhiri ceritanya.

“Apakah Byungchan tau?“tanya Junghwan dan Wooseok menggeleng.

“Selain kita yang berada di ruangan ini, tidak ada lagi yang mengetahui hal tersebut. Termaksud Sunho, kekasih Samuel sekarang”ucap Wooseok menjelaskan.

“Bukankah seharusnya kalian menceritakan hal ini kepada Byungchan? Byungchan adalah manager Samuel, dia bisa saja 24 jam penuh bersama Samuel”ucap Junghwan penuh selidik.

“Tidak semudah itu. Kita tidak bisa sembarangan memberitahukan kepada orang jika mereka tidak mengalaminya sendiri”ucap Seungwoo.

“Dok, anda yakin jika Byungchan belum pernah mengetahui sisi lain diri Samuel?“tanya Hangyul.

Pertanyaan Hangyul barusan, berhasil membuat seluruh orang dalam ruangan tersebut dia,. Hnagyul benar, walau bagaimanapun, Byungchan pasti tahu apa yang terjadi pada diri Samuel.

@xposhie.

Penjelasan.

***

Sejin memeriksa notifikasi ketika ponselnya berbunyi. Sejin mengernyitkan alisnya dan menoleh. Di belakang Sejin berdiri dua orang lelaki yang tinggi sedang memperhatikan dia.

Satu orang Sejin kenal karena sudah bertemu beberapa kali. Satu lainnya, Sejin hanya tau dari cerita temannya saja karena belum pernah berkenalan kecuali berpapasan saat Sejin bermain ke rumah temannya.

“Seungyoun?“sejin yang awalnya sedang memilih buku sambil berjongkok itu pun bangun menyapa Seungyoun.

“Bang sunho ya? Tetangganya Byungchan?“ucap Sejin ketika berhadapan dengan Seungyoun dan Sunho.

“Engga main sama Byungchan?“tanya Sunho dan Sejin menggeleng.

“Lagi cari buku, habis di rekomendasiin Woodz trus aku cari disini hehe”ucap Sejin yang memegang beberapa buah buku.

Sunho tersenyum dan menggeleng ketika mendapat kode dari Seungyoun. Seungyoun sudah menceritakan semuanya tadi kepada Sunho, sehingga dengan sangat tahu diri Sunho menjauh dari Seungyoun dan Sejin.

“Gue ke toilet dulu ya!“ucap Sunho.

“Kalo udah selesai kabarin gue bang! Gue sama Sejin dulu”ucap Seungyoun dan Sunho memberi gesture 'oke' kearah Seungyoun.

“Mau kemana lagi?“tanya Seungyoun dan Sejin menggeleng.

“Mau makan es krim? Lumayan sekalian gue nungguin bang Sunho”ajak Seungyoun dan Sejin mengangguk setuju.

©® xposhie.

Daun Kelor.

***

“Bang, lo tetangganya Byungchan?”

Sunho meletakan ponselnha diatas meja setelah memutuskan panggilannya dengan Byungchan. Sunho mengangguk sambil tersenyum untuk menjawab pertanyaan Seungyoun barusan.

“Lo kenal Byungchan di senayan?“tanya Sunho dan Seungyoun mengangguk.

“Iya! Jadi pas dia mau nonton koreaan itu, barangnya ada yang ketinggalan dan kebetulan di temuin sama temen gue. Trus kita akhirnya ketemu buat balikin barangnya Byungchan itu”

“Dia tuh emang anaknya teledor trus manja, bisa dikit-dikit nangis. Pasti pas barangnya ilang tuh dia nangis”tebak Sunho.

“Pas masih mentionan sama temen gue sih iya. Tapi pas udah ketemu temen gue buat ngembaliin tuh barang, si Byungchan auto meluk temen gue karena kesenangan”

“Haha emang tuh anak engga bisa di prediksi! Bisa baik banget sama orang bahkan yang baru dia kenal”ucap Sunho lagi.

“Trus kok bisa akrab?“tanya Sunho.

“Kalo di bilang akrab sih engga, cuma minggu lalu tuh Byungchan sama temen-temennya ke Cafe gue. Katanya nyari tempat buat acara koreaan”

“Haha pasti buat acara ulang tahun tuh, sering banget dia ngajak gue buat cari tempat kalo temen-temennya engga bisa nemenin”

“Lo deket banget ya bang sama Byungchan?“tanya Seungyoun penasaran.

“Kenapa? Lo suka sama dia? Kalo suka sama dia, sini gue tatar dulu lo sebelum deketin adek gue!“ucap Sunho tegas.

“Oh cuma adek kan?“Seungyoun menaik turunkan alisnya.

“Anjirrrr jadi beneran lo suka sama Byungchan? Itu anak emang gampang bikin orang suka sama dia, trus orangnya baik banget gitu jadi banyak yang suka salah presepsi sama kebaikan dia”ucap Sunho.

“Dulu pernah ada cowok nonjok gue, katanya dia cowoknya Byungchan trus engga seneng liat Byungchan manja sama gue. Padahal tuh cowok bukan cowoknya Byungchan trus habis itu Byungchan males ketemu sama cowok itu lagi, ilfeel katanya”ucap Sunho menjelaskan.

“Wah gila gue dapet info banyak nih dari abangnya Byungchan hahaha”Seungyoun tertawa.

“Ati-ati lo! Jangan bikin Byungchan nangis, kalo bikin dia nangis besok-besok engga gue batal ajak lo ke Manchester”

“Yaelah banggg kaga bakal! Gue kan gentleman, engga mungkin buat orang nangis”ucap Seungyoun percaya diri.

“Gue pegang ya omongan lo, kalo sampe bohong beneran sih kayanya gue bisa matahin kaki sama tangan lo”ucap Sunho tertawa.

©®xposhie.

One Hot Night

***

Setelah mengirimkan alamatnya, Samuel masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Samuel memutuskan untuk berendam sembari menenangkan fikirannya. Sam merasa, kepalanya sangat sakit dan seluruh tubuhnya juga sakit, entah kenapa, dia tidak mengingatnya.

“Junghwan bodoh!”racau Samuel.

Samuel hampir saja tertidur jika dirinya tidak mendengar bunyi bel apartmentnya di tekan beberapa kali. Senyum Samuel terkembang, mengetahui siapa yang berada di balik pintu apartmentnya. Samuel pun keluar dari bath-tub dan menggunakan jubah mandi yang di gantung tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Iya sebentar”

Samuel berjalan cepat menuju pintu apartmentnya. Beberapa titik air jatuh dari rambut dan badan Samuel karena dia belum benar-benar mengeringkan badannya. Samuel tersenyum melihat Seonho berdiri di depan pintu apartmentnya, Samuel pun melompat ke arah Seonho dan menghujani Seonho dengan kecupan ringan.

“Hey, little fox! Kita masuk dulu ya?”ucap Seonho dan Samuel mengangguk gemas.

Seonho menggendong Samuel dengan bibir mereka yang melumat satu sama lain. Sesekali desahan keluar dari mulut Samuel karena Seonho beberapa kali menggigit bibir bawahnya. Samuel juga sesekali tertawa, karena mereka yang sama-sama hampir kehabisan nafas tapi enggan melepaskan tautan bibir mereka satu sama lain.

“Kamarku nghh… sebelah… nghhh… sana”Samuel mengangkat kepalanya untuk memberikan akses kepada Seonho yang lidah dan bibirnya sedang begerilya di sepanjang lehernya hingga ke tulang selangkanya. Samuel sudah tidak memikirkan jika tanda kemerahan akan muncul esok pagi.

“Kau sangat merindukanku, huh?”Samuel akhirnya dapat bernafas sedikit lega ketika Seonho sudah menjatuhkan badannya ke atas Kasur. Membuat jubah mandinya sedikit terbuka dan mengekspos pahanya yang tidak terbalut apapun.

“Kau yang menggodaku Samuel Kim”ucap Seonho sambal mengecup seluruh wajah Samuel.

“Hahaha aku tidak menggodamu! Aku sedang mandi dan kau tiba-tiba datang, siapa yang salah disini?”Samuel menahan pergerakan kepala Seonho dengan menangkup wajahnya. Mereka berdua bertatapan dan tersenyum.

“Persetan dengan siapa yang salah, tapi aku benar-benar merindukanmu”ucap Seonho sebelum kembali melumat bibir Samuel yang mulai membengkak.

Tangan Samuel tidak tinggal diam, dia berusaha membuka satu persatu kancing kemeja yang digunakan oleh Seonho. Setelah berhasil membuka semua kancingnya, Samuel membuka paksa kemeja yang digunakan Seonho dan ia buang sembarangan. Demi mengimbangi kerja tangan Samuel, tangan Seonho mulai bergerilya di permukaan paha Samuel. Samuel tersenyum miring ketika tangan Seonho mulai mengarah ke pusat tubuhnya. Samuel pun dengan cepat membuka ikat pinggang serta celana yang masih dikenakan Seonho.

“Ah menyusahkan!!!”Samuel melepas ciuman mereka dan mengerucutkan bibirnya karena tidak berhasil membuka celana Seonho.

“Kau tidak sabar, huh?’Seonho pun bangun dan mencoba membuka celananya sendiri untuk melepaskan adik kecilnya di bawah sana.

Samuel yang terlampau excited pun bangun dan duduk di kasurnya, menunggu Seonho benar-benar menanggalkan satu-satunya kain yang masih menutup tubuhnya. Samuel tersenyum dan Seonho mengangguk mengijinkan. Samuel pun mendekatkan bibirnya ke pusat tubuh Seonho yang sudah tidak tertutup apapun itu.

“Hhhh… kau pandai sekali…. Hhh”ucap Seonho sambal sesekali menjambak rambut Samuel. Sesekali Samuel tersedak karena dirinya tidak sabaran dan memasukan seluruhnya ke dalam mulutnya hingga menusuk kerongkongannya.

“Berhenti…… disini”Seonho menghentikan kegiatan Samuel sebelum menjatuhkan Samuel dan mengkungkung Samuel di bawahnya.

Seonho membuka ikatan jubah mandi Samuel tetapi tidak membuka jubah mandi tersebut seutuhnya. Seonho kembali melumat bibir merah Samuel dan Samuel melingkarkan tangannya ke leher Seonho sambil sesekali menjambak kecil rambut Seonho karena dibawah sana, Seonho sedang mengerjainnya habis-habisan.

“masukan… cepat…”Samuel mengerang ketika akhirnya Seonho mengikuti keinginannya. Samuel melingkarkan kakinya untuk membantu pergerakan Seonho dibawah sana.

“Aku mencintaimu…”ucap Samuel.

“Aku juga….”ucap Seonho sebelum menambah kecepatannya untuk mencapai kenikmatan mereka bersama malam itu.

Permintaan Seungwoo.

***

“Vin....”

“Hm....”

“Yuvin....”

“Hm....”

“Gue turunin lo di pinggir jalan ya Vin?“akhirnya Seungwoo emosi karena Yuvin di sebelahnya sibuk bermain ponsel sejak tadi.

“Lagian lo bang daritadi manggil doang, mau ngomong sih ngomong aja”ucap Yuvin ketus.

“Kemaren lo itu jalan sama Yohan temennya Byungchan itu kan?“tanya Seungwoo.

“Iya bang, kenapa? Anjir lo ya! Jangan mentang-mentang Byungchan punya abang-abangan jadi lo berniat nikung gue!!!“ucap Yuvin emosi.

“Engga gitu kodok! Tolong chat Yohan donggg, tanyain abang-abangan si Byungchan itu siapa”

“kenapa harus gue?”

“Yaudah gue aja, sini gue minta nomer Yohan”Seungwoo menyerahkan ponselnya ke arah Yuvin.

“Engga usah! Gue aja yang chat Yohan, engga ada yaaa gue bagi-bagi nomer Yohan ke lo”ucap Yuvin cepat.

“Oke thank you! Nanti gue beli deh jersey lo”

“Beli dua ya bang!“ucap Yuvin terkekeh.

***

“Ah!!!!! Gara-gara lo nih bang”

“Kok gue?”

Seungwoo sudah berada di kamar Yuvin untuk mengambil jersey yang akan dibelinya karena Yuvin sudah membantunya bertanya kepada Yohan.

Seungwoo beruntung, ternyata abang yang ada dalam twitter Byungchan hanyalah tetangga Byungchan dan tidak lebih dari itu.

“Sumpah, gue habis nanyain si byungchan itu trus Yohan jawabnya langsung dingin!!!”

“Udah ngantuk kali”ucap Seungwoo enteng.

“Enteng banget ya bang rahang lo!!“ucap Yuvin panik.

“Udah ah, gue balik! Nih gue ambil dua ya, udah gue transfer juga. Thank you bantuannya!!!”

“Bang seungwoo!!!!!”

Yuvin menghentakan kakinya ke udara karena kesal kepada Seungwoo yang tidka bertanggung jawab tersebut.

@xposhie.

Abang.

***

“Byungchan?”

“Masuk bang! Engga dikunci, aku lagi bikin mie goreng di dapur”

Byungchan berteriak ketika seseorang memanggilnya dari luar rumahnya. Malam itu, mama papa Byungchan ada acara hingga tengah malam dan menyebabkan Byungchan sendirian di rumah.

Jika sendirian dirumah, Byungchan terbiasa meminta tetangganya untuk menemaninya. Karena Byungchan tidak suka sendirian di rumah dan tidak berani sendirian dirumah.

“Bang sunho mau mie engga?“tanya Byungchan.

“Engga usah, aku udah makan. Aku nyalain tivi ya?“tanya Sunho dan Byungchan mengangguk.

Byungchan memasak mie sambil memegang ponselnya.

“Wa!!!“teriak Byungchan yang membuat Sunho kaget.

“Kenapa Chan? Kamu engga apa-apa?“tanya Sunho panik dan berlari kecil ke dapur rumah Byungchan.

“Hehehe engga apa-apa bang, ada yang LIVE nihhh jadi aku senang”ucap Byungchan sambil memperlihatkan VLIVE VICTON di ponselnya.

“Ihhh kebiasaan, yaudah aku keruang tamu lagi ya”

“Ka... Kecilin dikit tivinya ya! Headset aku dikamar hehe”Sunho mengangguk dan mengusak pelan rambut Byungchan.

Disinilah mereka berdua, diruang tamu rumah Byungchan. Byungchan duduk di karpet dengan mie goreng dan ponsel di hadapannya yang diletakan di atas meja. Sedangkan Sunho melipat kakinya dan duduk di atas sofa sambil menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Brunie Darussalam.

©® xposhie.

Thank you.

***

Yohan berjalan terburu memasuki kantor bea cukai untuk mengambil paket majalah yang langsung berasal dari Korea. Biasanya dka mengurusi hal seperti ini bersama Sejin atau Wooseok, tapi hari ini sendiri karena keduanya sedang sibuk.

“Yohan?”

Yohan menoleh ketika mendengar suara seseorang memanggilnya pelan. Yohan menyipitkan matanya untuk memperjelas pandangannya.

“Eh iya bener!“orang yang memanggil Yohan tersebut berlari kecil mendekati Yohan setelah mengunci mobil yang ia gunakan.

“Ka yuvin?“ucap Yohan aneh dan Yuvin tersenyum.

“Ngapain disini? Sendirian?“tanya Yuvin dan Yohan mengangguk.

“Mau ambil paket aku yang ketahan ka. Soalnya harus aku yang urus sendiri gitu, biasanya sih bareng Ka Sejin atau Ka Wooseok tapi hari ini mereka ga ada yang bisa”Yohan dan Yuvin berjalan bersisian memasuki kantor tersebut.

“Woyy!!“Yuvin menoleh dan melihat seseorang yang tingginya melebihi dirinya.

“Bang!!“Yuvin melambaikan tangan.

“Ikut gue bentar yuk!“ajak Yuvin, menarik pelan tangan Yohan.

“Kesini segala bawa gandengan, biasanya sendirian?“ledek Mingyu.

“Ini temen gue juga mau ambil paket, bantuin dong bang”ucap Yuvin tersenyum jahil.

“Paketnya apaan?“tanya Mingyu penasaran.

“Majalah ka. Ada sekitar 200 majalah gitu”ucap Yohan pelan.

“Oh yaudah yuk ikut gue”Yuvin dan Yohan pun mengikuti langkah Mingyu.

Setengah jam kemudian, barang Yohan dan Yuvin telah berhasil keluar dari kantor bea dan cukai.

“Makan dulu yuk?“ajak Mingyu tapi di tolak Yuvin.

“Anjirrrr! Sumpah ya lo adek engga diuntung, udah dibantuin juga”ucap Mingyu emosi tetapi Yuvin tersenyum jahil.

“Lain kali deh, sumpah entar gue bayarin!“Yuvin mengedipkan matanya yang membuat Mingyu menggeleng.

“Han, ati-ati ya sama Yuvin!“ucap Mingyu yang membuat Yohan bingung.

“Udah jangan di dengerin!“ucap Yuvin berbisik kepada Yohan.

“Yaudah sana balik! Gue mau makan siang nih. Ati-ati kalian!!!“ucap Mingyu sebelum pergi meninggalkan Yuvin dan Yohan.

“Ka mingyu makasih yaaa!!“ucap Yohan dan Mingyu tersenyum.

“Lo engga makasih sama gue?“Mingyu menoleh ke arah Yuvin.

“Makasih yaaaa bang Mingyu!“ucap Yuvin dengan gemas yang dibuat-buat.

“Yuk, balik sama gue aja. Itu paket lo pasti berat, gue bawa mobil kok”ucap Yuvin.

“Nanti ngerepotin kaaa”ucap Yohan pelan.

“Santaiiii, tapi makan siang dulu ya?“tanya Yuvin dan Yohan mengangguk.

“Tapi aku yang bayar ya ka? Kan daritadi ka yuvin udah bantuin aku”ucap Yohan dan Yuvin mengangguk mengiyakan.