semestakapila

Anniversary.


Byungchan berjalan masuk ke dalam villa ketika menerima pesan singkat jika Seungwoo berada di dapur. Byungchan mencoba menahan tawanya ketika melihat Seungwoo yang pucat sambil memegang segelas air mineral dingin. Byungchan pun menghampiri kekasihnya yang baru saja melakukan sebuah kebodohan.

“Baru ketauan ka sejun udah panik kayak gini, gimana kalo ketauan abang?“tanya Byungchan setengah meledek. Seungwoo mengerucutkan bibirnya membuat Byungchan gemas dengan sang kekasih yang umurnya lebih tua dari dirinya sendiri tersebut.

“Chan...“ucap Seungwoo pelan dan Byungchan tersenyum.

“Happy anniversasry ka seungwoo! Makasih udah sayang sama aku tiga tahun ini”ucap Byungchan tiba-tiba sembari memberikan sebuah kotak berukuran sedang yang ternyata sejak tadi sudah di sembunyikannya.

“Chan?“kali ini Seungwoo bertanya bingung, melihat sang kekasih memberikan sebuah kado kepadanya.

“Hehehe biar ka seungwoo engga panik lagi! Jadi aku kasih kadonya sekarang aja, ya?“ucap Byungchan gemas yang membuat Seungwoo refleks memeluk Byungchan.

“Makasih!! AKu sayang banget sama kamu...“ucap Seungwoo dan Byungchan mengangguk sebagai tanda bahwa diirnya juga tau jika Seungwoo menyayangi dirinya.

“Aku juga sayang sama Ka Seungwoo!! Semoga tahun depan kita ga perlu pacaran ngumpet-ngumpet lagi ya ka?“ucap Byungchan berharap yang membuat Seungwoo melepaskan pelukannya.

“Maaf ya? Aku cemen banget masih belum bilang sama Minho sampai sekarang”ucap Seungwoo yang menarik nafasnya panjang.

“Engga apa-apa! Ini kan kemauan aku juga? Karena aku tau abang su-per posesif!!! Nanti kalo kita udah nemuin waktu yang pas, kita sama-sama bilang ke abang. Oke?“ucap Byungchan dan Seungwoo mengangguk.

“Hm... engga usah bilang deh ka! Mendingan kita kasih kejutan aja ke abang hahaha”ucap Byungchan dengan sebuah ide gila di kepalanya.

“Hah? Kejutan apaan?“tanya Seungwoo bingung.

“Hm... Pegangan tangan di depan abang? Atau.... Aku cium kaka di depan abang!“ucap Byungchan dengan menurunkan volume suaranya di akhir kalimat dengan badan yang ia codongkan ke arah Seungwoo.

“Eh! Nakal ya kamu”ucap Seungwoo yang memberikan sebuah kelitikan di pinggang sang kekasih dan membuat Byungchan tertawa geli.

“Eh, Woo! Ngapain lo?“Byungchan dan Seungwoo menegakkan diri mereka dan sedikit memberi jarak ketika sebuah suara mengintrupsi mereka berdua.

“Ngapain kamu, Chan?“Byungchan memutarkan mata sebelum berbalik dan mendapati sang kakak berdiri dibelakangnya.

“Lagi belajar koprol sama ka seungwoo!!“ucap Byungchan malas sebelum berjalan keluar dari dapur menjauhi Minho dan Seungwoo.

“Ngapain ade gue belajar koprol?“tanya Minho dan Seungwoo hanya dapat mengangkat kedua bahunya.

Seungwoo pun ikut berjalan keluar dari dapur sambil membawa kotak pemberian Byungchan serta sebuah plastik besar kejutan untuk Byungchan.


“Anjir! Sialan lo ga ngasih tau gue”Seungwoo menoleh dan mendapati Seungyoun berada dibelakangnya.

“Lah? Gue engga perlu kasih tau juga Jin sama Hyuk tau kok cuma kunyuk satu aja tuh yang agak denial kayanya”ucap Seungwoo menunjuk Sejun yang sedang menggoda Byungchan.

“Terus ini lo mau ngapain?“tanya Seungyoun saat melihat Seungwoo menyusun beberapa kembang api di tempat mereka berada.

“Hari ini gue anniv, makanya gue ajak lo semua kesini”ucap Seungwoo santai.

“Pantesan! Baik banget lo tiba-tiba ngajak semuanya liburan ga ada angin sama hujan”ucap Seungyoun dan Seungwoo tertawa.

“Eh udah dipanggil tuh! Yuk”ucap Seungyoun lagi dan Seungwoo mengangguk.

Sejak kejadian salah posting foto tersebut, Seungwoo berusaha sebisa mungkin menjauhi Sejun dan membiarkan Sejun mendekati Byungchan walaupun sebenarnya dia malas dan kesal dengan Sejun.

“Woo, nyalain lah!“ucap Jinhyuk dan Seungwoo tersenyum.

Semua mata menatap Seungwoo berjalan menjauhi kerumunan dan sedikit membungkuk di titik berhenti dirinya. Setelahnya, ada percikan api di sekitar Seungwoo yang membuat Byungchan tersenyum kecil dan beberapa menit berikutnya sebuah petasan kembang api menghiasi tempat mereka berdiri sekarang.

Seungwoo tersenyum saat semua orang menyaksikan dan melihat kembang api yang telah ia siapkan hingga tidak ada satupun yang sadar jika Seungwoo berjalan mendekati Byungchan dan merangkul pinggang Byungchan.

“Terimakasih udah sayang sama aku yang cemen ini”ucap Seungwoo pelan yang membuat Byungchan menoleh dan menghadiahi seungwoo sebuah kecupan singkat di pipi Seungwoo.

(xposhie)

Anak lelaki.


Yohan tersenyum melihat layar ponselnya hingga membuat Yuvin yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap suaminya tersebut bingung. Bahkan Yohan tidak menyadari kedatangan Yuvin yang sudah duduk disebelahnya.

“Foto siapa, Dek?“Yohan menoleh terkejut saat menyadari suaminya sudah duduk disebelahnya.

“Eh mas? Ini temennya Dodo! Tadi aku nemenin Ka Sejin ke tempat Dohyon terus ngeliat anak ini, lucu deh mas!!“ucap Yohan tersenyum gembira.

“Tadi kan aku bawa mainan, baju sama makanan gituuu terus dia deketin aku soalnya aku pegang kue coklat kesukaan aku itu”ucap Yohan lagi.

“Dia minta kue coklat kamu?“tanya Yuvin penasaran.

“Engga! Dia cuma ngeliatin ajaaa, ga berani minta terus Dodo yang bilang katanya Suhwan suka sama kue coklat jadi aku tawarin deh”ucap Yohan menjelaskan.

“Namanya Suhwan?“tanya Yuvin dan Yohan mengangguk sembari memperlihatkan beberapa foto Suhwan kepada Yuvin.

“Aku udah tiga kali ini ketemu Suhwan kalo nemenin Ka Sejin kesana tapi aku baru tau kalo dia tuh suka kue coklat yang aku suka juga!!“ucap Yohan bersemangat.

“Dek?“tanya Yuvin serius yang membuat Yohan menoleh dan menatap suaminya tersenyum.

“Boleh simpen handphonenya sebentar?“tanya Yuvin lagi dan Yohan pun mengikuti arahan suaminya tersebut. Yuvin dan Yohan yang awalnya duduk bersandar pun menegakkan badan mereka dan duduk berhadapan.

“Kamu inget ga obrolan kita dua tahun lalu? Pas kamu pertama kali mau pindah kesini?“pertanyaan Yuvin membuat Yohan berfikir sejenak.

“Lagian, gudangnya kan bisa kita alih fungsikan jadi kamar lagi....”

“Kamar siapa lagi? Kan kita cuma tinggal berdua di apartment itu, Dek...”

“Ya... Siapa tau kan nambah personil... Nantinya...”

Wajah Yohan seketika memerah, ketika dirinya mengingat perbincangan dua tahun lalu bersama suaminya. Yohan menarik nafas panjang, karena dirinya tau kemana perbincangan tersebut akan bermuara.

“Iya... Inget mas...“ucap Yohan pelan dan Yuvin tersenyum.

“Suhwan... Dia anak baik? Kamu mau ketemu dia lagi?“tanya Yuvin pelan tamba berniat sedikitpun memojokkan Yohan.

“Hm... Tapi Mas Yuvin kan belum pernah sama Suhwan?“tanya Yohan bingung dan Yuvin tersenyum.

“Akhir minggu ini kamu mau ketemu Suhwan lagi? Sekalian kita kenalan sama dia? Gimana?“tanya Yuvin dan Yohan tersenyum simpul.

“Bawain kue coklat kesukaan Suhwan juga ya mas?“tanya Yohan dan Yuvin mengangguk.

“Iya boleh! Kita beliin mainan juga aja, biar bisa dia mainin sama temen-temennya”ucap Yuvin yang juga bersemangat membuat Yohan menjatuhkan badannya kedalam pelukan suaminya.

“Makasih ya mas! Makasih bangetttt”ucap Yohan senang dan Yuvin mengangguk sambil mengecup puncak kepala suaminya.

(xposhie)

Keluarga Han.


Seungwoo menarik nafasnya panjang sambil sesekali memijat pelipisnya. Di depannya ada Byungchan yang sedang memberikan perhatian kepada kedua anak lelaki mereka yang baru genap berusia 5 tahun tersebut.

“Oke, Papi akan beliin kalian mainan! Tapi selama papi dan pipi pergi, kalian tinggal dirumah Eyang selama seminggu. Gimana?“ucap Seungwoo yang membuat Byungchan menoleh kearah suaminya tersebut.

“Mas...“ucap Byungchan pelan dan Seungwoo mengangkat kedua bahunya tanda bahwa ia menyerah.

“Kamu tuh! Jangan dibiasain ngasih mereka mainan atau nyogok mereka kayak gitu ah mas”ucap Byungchan saat dirinya dan Seungwoo sudah berada di dalam kamar pribadi mereka ketika waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.

“Terus aku harus gimana? Kita tiga hari lagi mau liburan ke Eropa dan mereka berdua tiba-tiba minta ikut?“ucap Seungwoo pelan.

“Aku udah kasih pengertian ke mereka selama dua bulan ini loh mas... Mereka harus mulai ngerti bahwa mereka gabisa dapetin apapun yang mereka mau”ucap Byungchan menjelaskan.

“Jadi besok ga jadi beliin mereka mainan, gitu?“tanya Seungwoo dan Byungchan menoleh menatap suaminya.

“Yaudah kamu beliin aja, sebagai hiburan mereka sebelum kita berdua berangkat liburan”ucap Byungchan dan Seungwoo tersenyum mengangguk.

“Tapi maksimal 2 aja buat masing-masing ya? Engga boleh lebih!“ucap Byungchan dan Seungwoo mengangguk.


Byungchan yang awalnya berada di dapur, harus mematikan kompornya terlebih dahulu untuk menghampiri sumber keributan malam itu.

Seungwoo berdiri menunduk di depan kedua anak mereka yang sedang menangis. Ditangan kanan Seungwoo terdapat mainan mobil-mobilan berbentuk excavator dan ditangan lainnya terdapat mainan mobil-mobilan berbentuk buldozer.

“Kenapa lagi sih mas?“tanya Byungchan yang melihat Seungwoo lelah menghadapi kedua anak mereka.

“Dongpyo awalnya beli excavator ini terus Subin mau pinjem, tapi gaboleh sama Dongpyo... Aku udah bilang buat gantian, terus mereka malah rebutan”ucap Seungwoo menjelaskan.

“Subin tadi beli buldeozer bukan beli excavator juga?“tanya Byungchan dan Seungwoo mengangguk.

“Dongpyo... Subin... Dengerin pipi, sini...“ucap Byungchan lembut, tetapi tangis kedua anaknya belum mereda.

“Oke! Kalo ga ada yang mau dengerin Pipi, semua mainan kalian bakalan Pipi buang”ucap Byungchan lagi yang berjalan kearah satu box besar yang berisi mainan milik Dongpyo maupun Subin.

“Pipiiii.... No!!! Please... Jangan buang mainan Pyo...“ucap Dongpyo menangis mengejar Byungchan.

“Pipiiiii.... Sorry....“ucap Dongpyo lagi yang kali ini mengatupkan kedua tangannya meminta maaf.

“Subin, mau mainannya Pipi buang?“ucap Byungchan melihat anak lelaki kembaran Dongpyo yang masih mematung di Tempatnya. Subin menggeleng.

“Sorry...“ucap Subin pelan.

“Dongpyo... Subin... Sini Pipi mau ngomong”ucap Byungchan yang duduk di kasur kembar milik anaknya.

“Papi udah kasih kesempatan buat kalian milih mainan yang kalian mau kan? Tadi beli berapa mainan?“tanya Byungchan dan keduanya serempak memperlihatkan kedua jari mereka.

“Kalian suka sama mainan pilihan kalian?“tanya Byungchan lagi dan keduanya serempak mengangguk.

“Terus kenapa harus rebutan, hm?“Byungchan berusaha berbicara selembut mungkin sambil mengusap air mata kedua anaknya tersebut.

“Binie mau mainan punya Pyo... Tapi ga dikasih...“ucap Subin terisak.

“Pyo masih mau mainan excavator Piiii”ucap Dongpyo yang juga masih terisak.

“Oke! Subin tau kan kalo excavator ini punya Dongpyo?“taya Byungchan dan Subin mengangguk.

“Kalo Dongpyo belum mau kasih pinjam mainannya, Subin harus tunggu dulu ya? Subin mainan dulu sama buldozer mainan Subin”ucap Byungchan mengusap puncak kepala anaknya tersebut.

“Dongpyo mau kan minjemin mainan Dongpyo buat Subin?“tanya Byungchan dan Dongpyo mengangguk.

“Papi dan Pipi ga pernah membedakan kalian... Kalian berdua anak Papi dan Pipi, jadi semua yang kami kasih ke kalian itu sama dan engga pernah kami dibedain...“ucap Byungchan melanjutkan.

“Subin kalo mau pinjem mainan DOngpyo, harus sabar ya sayang? Tunggu sampai dikasih dan jangan rebutan... Dongpyo juga, harus berbagi mainannya sama sodaranya ya?“ucap Byungchan dan kedua anaknya mengangguk.

“Yaudah, Pipi mau liat coba kalian baikan dan pelukan. Setelah ini, gaboleh rebutan lagi ya?“ucap Byungchan dan diikuti pelukan kedua anak manis mereka.

“Yuk makan malem dulu! Pipi udah buatin makanan kesukaan Dongpyo sama Subin!!“ucap Byungchan ceria.

“Piiii, makanan kesukaan papi ada juga kan?“ucap Subin pelan yang membuat Byungchan tersenyum dan menoleh kearah suaminya yang masih berdiri di ambang pintu.

“Ada dong! Kalo buat Papi spesial!!! Tapi kalian jangan bilang papi ya?“ucap Byungchan. Subin dan Dongpyo pun tersenyum sambil mengangguk.

“Kalian ngomongin apaan sih? KOk bisik-bisik?“tanya Seungwoo bingung.

“Kata Pipi ada makanan spesial buat Papi, khsusus dari Pipi!!“ucap Dongpyo polos.

“Ihhhh Pyo!! Kan rahasian, masa kamu kasih tau Papi duluan sih?“ucap Subin merengut yang membuat Byungchan tertawa.

“Oke! Yang sampai meja makan dulu