semestakapila

Disaster.

***

Seseorang terbangun dalam keadaan remang-remang di dalam sebuah kamar yang mayoritas di dominasi oleh warna monokrom tersebut.

“Oh shit badanku sakit semua. Berapa botol yang ku minum semalam”orang tersebut memijat keningnya pelan dan berusaha berjalan keluar kamar.

“Sudah bangun? Makanlah dulu makan malamu”lelaki yang baru saja keluar dari kamar tersebut menghentikan langkahnya.

“Junghwan! Kenapa aku bisa ada di apartmentmu? Bukankah kita sudah putus? Kau gila ya? Akan ku laporkan kau dengan kekasih baruku”

Junghwan yang kaget pun menoleh dan melihat lelaki yang barusaja keluar dari kamarnya tadi. Junghwan memicingkan matanya, memastikan yang sedang terjadi dihadapannya.

“Aku tidak tau apa yang kau lakukan kepadaku sehingga sekujur badanku sakit semua dan kepalaku juga terasa berat. Yang aku tau sekarang adalah aku membencimu!”

Junghwan benar-benar terpaku, bingung dengan apa yang terjadi di hadapannya.

“Sam...“ucap Junghwan pelan.

“Jangan mendekat!“ucap Sam dengan tatapan sinis.

⏪ FLASHBACK ⏪

“Yak berandalan! Berhenti”Junghwan keluar dari mobilnya ketika tanpa sengaja melihat beberapa anak sekolah menghajar seorang anak sekolah lainnya beramai-ramai.

“Kamu?“ucap Junghwan kaget.

“Makasih... Ka”ucap Sihyeon sebelum akhirnya tidak sadarkan diri dalam dekapan Junghwan.

Junghwan dengan terpaksa membawa Sihyeon ke apartmentnya. Mengobati luka-luka Sihyeon dan mengganti baju Sihyeon dengan miliknya sendiri.

Sembari menunggu Sihyeon siuman, Junghwan keluar kamar untuk membuat makan malam untuk mereka berdua.

🚫 Flashback END 🚫

Samuel tanpa mengatakan satu katapun keluar dari apartment Junghwan dan meninggalkan Junghwan sendirian dengan kebingungannya.

Junghwan tersadar ketika suara ponsel menyadarkan lamunanya. Ponsel yang berasal dari seragam sekolah Sihyeon yang telah ia lipat rapih di atas meja ruang tamu.

📲 Ka Hangyul is calling

©®xposhie

Rokok.

***

“Uhuk... Uhuk...”

Byungchan beberapa kali terbatuk karena mencium bau rokok yang dihasilkan Seungwoo dan Seungyoun.

“Eh maaf ya Byungchan, engga suka rokok ya?“Seungwoo merasa bersalah.

“Engga bisa nyium asepnya ka hehe bisa sesek nafas”ucap Byungchan malu.

“Eh maaf maaf banget, aku gatau! Kenapa engga bilang?“tanya Seungwoo.

“Hehe engga apa-apa ka, aku sih emang lemah banget. Minum es cepet batuk, nyium asap rokok jadi sesek, begadang setiap hari bisa tifus”ucap Byungchan terkekeh.

“Loh lagian kamu ngapain sih segala begadang?“Seungwoo penasaran.

“Kadang streaming drama sih kaaa hehe”Byungchan tertawa, manis batin Seungwoo.

“Jangan dibiasain kalo gitu Chan, engga baik juga kan buat kesehatan”

“hehehehe iya uhuk uhuk iya ka”ucap Byungchan terbatuk sekali lagi.

“Youn, matiin. Byungchan sesek soalnya”Seungwoo menyengool lengan Seungyoun yang sedang berbicara dengan Sejin.

“Loh Chan, sesek lagi?“tanya Sejin panik, membuat Wooseok dan Yohan menoleh ke Byungchan.

“Engga kok ka, cuma batuk doang hehe maaf ya ngerepotin”ucap Chan saat melihat Seungyoun mematikan rokoknya

“Pindah yuk, disini banyak yang ngerokok”ajak Seungwoo

“Loh ka, engga usah ih engga apa-apa kok. Lagipula kan bolanya udah mau mulai tuh”ucap Byungchan panik.

“Engga apa-apa kok Chan, pindah aja yuk kita kan lumayan ini meja bisa buat orang trus nambah pemasukan gue”ucap Seungyoun terkekeh

Akhirnya mereka berdelapan pindah ke ruangan yang letaknya sebelah pintu dapur. Tulisan di luarnya “King Cho only” tetapi ada note kecil dibawah tulisannya “dan para pengikutnya”.

Wooseok, Byungchan, Sejin dan Yohan terpana melihat ruangan khusus dalam caffe itu. Ruangannya remang-remang, tetapi benar-benar cozy.

“Ih enak ka kalo buat rapat! Kalo mager bisa goleran”ucap Byungchan antusias.

“Hush! Itu di depannya ada tulisan King Cho Only”ucap Yohan pelan

“Engga baca ya? Kan ada notes kecil itu dan para pengikutnya”ucap Yuvin yang langsung mendudukan dirinya di sebelah Yohan.

Yohan.

***

Byungchan tertawa heboh di dalam goes-car yang ia tumpangi bersama Yohan dan Wooseok. Bahkan Wooseok beberapa kali harus menutup mulut Byungchan karena tertawa terlalu kencang, takut menganggu.

“Siapa sih ka?“tanya Yohan panik.

“Temennya ka Seungwoo itu yang kemarenan sempet ngeledekin lu juga deh kayanya! Pas lu minta buru-buru ke tendor hahahaha”tawa Byungchan semakin kencang.

“Ih anehhh takut gue sumpah!!!“ucap Yohan lagi.

“Follback dulu aja kali, siapa tau kan jodoh!“ucap Wooseok terkekeh.

“Jodoh apaan ih! Kan gue maunya punya pacar yang satu frekuensi biar bisa di ajak nonton konser bareng”ucap Yohan tersenyum.

“Elahhh, ambil aja dulu yang ada sih!“goda Byungchan.

Yohan menatap Byungchan sinis dan melemparkan dengan botol air mineral yang ada di gengamannya.

“Udah ih berisik, tuh udah nyampe”ucap Wooseok menengahi.

Wooseok, Yohan dan Byungchan pun keluar dari goes-car setelah mengucapkan terimakasih kepada drivernya.

“Ka, rame banget engga sih?“tanya Byungchan takut.

“Malem minggu soalnya, jadi pasti rame sih”Wooseok berjalan mendahului Byungchan dan Yohan.

Wooseok mengedarkan pandangannya ke sekeliling Cafe, mencari meja yang kosong untuk mereka berempat.

“Byungchan?”

Byungchan menoleh ketika mendengar seseorang memanggil namanya.

“Eh ka seungwoo! hehe”

“Ngapain kesini?“tanya Seungwoo lagi.

“Kita mau bikin acara, lagi survey tempat dulu nih ka”ucap Byungchan lagi.

“Oh oke... Acara apaan emang?“tanya Seungwoo ingin tahu.

“Aduhhh susah jelasinnya sih ka hehehe”Byungchan yang bingung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ka, kayanya kursinya penuh deh. Sisa yang berdua doang itu juga cuma sisa satu kursi aja”ucap Yohan frustasi.

“Loh kalian daritadi disini nyari meja kosong?“tanya Seungwoo yang dijawab anggukan oleh Woosek, Byungchan dan Yohan bersamaan.

“Yaudah yuk gabung aja, aku baru berdua tuh di meja paling gede”

Seungwoo menunjuk tempat yang dia maksud.

“Engga usah ka, ngerepotin hehehe”ucap Wooseok pelan.

“Udah engga apa-apa, sekalian nanti aku panggilin yang punya Caffe deh. Kalian perlu ketemu yang punya caffe kan?“ucap Seungwoo dan ketiga orang di hadapan Seungwoo lagi-lagi mengangguk.

“Yaudah ayok ikut aja”ucap Seungwoo. Akhirnya Byungchan, Wooseok dan Yohan mengikuti Seungwoo ke tempatnya.

“Kenalin, ini temenku Yuin. Vin, woyy!!!“Seungwoo menendang-nendang kaki Yuvin agar memperhatikannya.

“Bentar bang, lagi push rank nih gueee”

“Elah anak bagong!!”

Seungwoo menarik ponsel Yuvin yang sedang di gunakan untuk bermain games. Yuvin yang kesal pun akhirnya menoleh ke arah Seungwoo, “Bang ah anj....”

“Loh? Hallo!“Yuvin menghentikan niatnya berkata kasar ketika melihat orang yang datang bersama Seungwoo.

“Hallo ka Yuvin ketemu lagi! Aku byungchan hehehe Ini temenku, Ka Wooseok sama Yohan”ucap Byungchan.

“Yaudah duduk dulu yaaa biar aku panggil yang punya Caffe. Vin, gue mau manggil Youn sebentar. Ajak ngobrol! Jangan push rank mulu”Ucap Seungwoo mengancam dan Yuvin mengangguk.

Movie Marathon

***

Hangyul pun mengajak Sihyeon untuk ke apartmentnya, mengambil beberapa camilan untuk mereka konsumsi saat movie marathon nanti. Langkah Hangyul sempat terhenti, ketika dia mendengar beberapa orang berbicara dari dalam apartmentnya. Hangyul mengigit bibirnya cemas.

“Kenapa ka?“tanya Sihyeon polos dan Hangyul menggeleng, “Engga apa-apa, yuk masuk”ajak Hangyul.

“Eh badak! Lama bener pulangnya”Hangyul membelalakan matanya ke arah Seongjun yang berteriak.

Seongjun menutup mulutunya ketika melihat seseorang yang muncul dari belakang tubuh Hangyul, “Pak sejin!!!!” Sihyeon berlari dan memeluk Sejin ketika melihat Sejin duduk di sofa apartment Hangyul.

“Kok pak sejin bisa ada disini? Pak Sejin kenal ka hangyul juga ya? Eh ada pak dokter tadi juga! Ada kakak lucu jugaaa, hallo kakak hehehe makasih kemaren udah mau usek-usek kepalaku sampe tidur”ucap Sihyeon antusias.

“Ka hangyul, kita movie marathon disini aja gimana? Kan lebih enak rame-rame?“tanya Sihyeon lagi.

Semua mata menatap Hangyul, termaksud Sihyeon yang sedang menatap Hangyul dengan mata lucunya.

“Hah? Ah iya boleh! Kita mavie marathon disini aja ya?“ucap Hangyul kikuk.

“Yes asik jadi rame-rame! Pak sejin ikutan juga kan?“tanya Sihyeon dan Sejin mengangguk antusias.

“Oke! Sihyeon pilih aja mau nonton film apa, biar aku sama pak sejin siapin camilan, seongjun beli minuman ke bawah bawah dokter seungwoo”ucap Wooseok menjelaskan.

“Ka hangyul, ayok sini! Pilihin film yang seru hehe karena rame-rame, kita nonton horror aja gimana ka?“Sihyeon memilih film dengan antusias.

“Oke boleh! Semua ikut kamu kok kamu mau nonton apa”Hangyul tersenyum sambil sesekali mengusak kepala Sihyeon.

“Akhirnya gue engga sendirian”ucap Sejin berbisik di dapur bersama Wooseok.

Wooseok tersenyum, “Lo engga pernah sendirian Jin, lo tuh kuat banget 3 tahun ngadepin Sihyeon sendirian. Untung aja kan dia anaknya manis gitu”ucap Wooseok sambil melihat ke arah Sihyeon dan Hangyul.

“Hangyul kayanya bisa di andelin banget tuh, Sihyeon lebih nempel ke dia sekarang di banding sama lo”Wooseok terkekeh menatap Sejin dan Sejin hanya tersenyum.

“Setidaknya, Sihyeon tidak akan pernah merasa sendiri lagi”batin Sejin dalam hati.

Cerita Sihyeon.

***

Malam itu, Hangyul benar-benar memasak menu makan malam untuk Sihyeon. Bubur yang tidak seperti bubur orang sakit, kata Hangyul agar Sihyeon tidak mual.

Sihyeon menunggu Hangyul memasak di dapur. Memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Hangyul. Sesekali Sihyeon mengarahkan kameranya ke Hangyul yang sedang sibuk memasak makan malam.

“Kalo kamu bosen, kamu boleh loh nonton tivi”Hangyul menawarkan tetapi Sihyeon menggeleng.

“Aku engga bosen kok, ngeliat ka Hangyul masak tuh seru tau!“ucap Sihyeon tersenyum.

Lima belas menit kemudian, bubur yang di masak Hangyul telah jadi. Hangyul meletakan bubur di depan Sihyeon dan Hangyul mendapatkan tepukan tangan dari Sihyeon.

“Awas pelan-pelan, masih panas”ucap Hangyul sambil mengusak kepala Sihyeon.

“Ka hangyul, kaka tau engga?“setelah 10 menit tanpa pembicaraan, akhirnya Sihyeon memulai pembicaraan.

“Aku engga tau siapa orang tua aku loh! Jadi tiga tahun lalu aku kecelakaan, trus tiba-tiba udah di rumah sakit. Aku engga inget apapun, yang aku inget hari itu cuma Pak Sejin. Aku minta tolong rumah sakit buat nelfon Pak Sejin...”

Sihyeon menjeda omongannya untuk melanjutkan makannya.

“Trus pak sejin yang ngomong sama dokter, aku gatau apapun sampai saat ini soalnya pak sejin engga pernah bilang sama aku. Aku engga pernah sama sekali nanya ke Pak Sejin, karena aku tau Pak Sejin pasti punya alasan kenapa ngerahasiain itu dari aku”ucap Sihyeon lagi.

“Ah kenyang!!!!“ucap Sihyeon dan Hangyul tersenyum.

“Kamu engga sedih?“tanya Hangyul dan Sihyeon menggeleng.

“Kalo aku sedih, kasian Pak Sejin nanti juga sedih kaaa. Dia sayang banget sama aku, bahkan Pak Sejin sama Pak Seungyoun tunangannya Pak Sejin tuh pernah nawarin aku tinggal di rumah mereka tapi aku nolak hehehehehe”

“Kenapa nolak? Kan engga enak tinggal sendirian?“tanya Hangyul bingung.

“Aku pernah seminggu tidur di rumah Pak Sejin dan aku beberapa kali engga bisa tidur tau ka! Berisik banget tuh pak seungyoun sama pak sejin kalo malem!!! Aku sebel”Sihyeon mengerucutkan bibirnya ketika menceritakan hal tersebut. Di sisi lain, Hangyul menahan tawanya karena cerita Sihyeon barusan.

“Ka hangyul mau nginep sini engga?“ucap Sihyeon menghampiri Hangyul yang sedang mencuci piring.

“Kita movie marathon yuk ka! Aku jarang nih nonton film ada temennya”ucap Sihyeon lagi.

“Mau nonton apa?“tanya Hangyul sambil mengeringkan tangannya.

“Kita nonton Fast Furious! Dari yang pertama sampeee....“Sihyeon terlihat berfikir.

“Sampe aku ngantuk! hehehehe”ucap Sihyeon melanjutkan.

“Oke! Tapi aku pulang sebentar ya? Mau ambil minuman dulu, aku juga punya beberapa susu pisang. Kamu mau?“tanya Hangyul dan Sihyeon mengangguk antusias.

“Aku ikuttt!!!“ucap Sihyeon mengejar Hangyul yang hendak keluar apartmentnya.

“Engga usah lariiii, aku engga kemana-mana”ucap Hangyul sambil mengusak kepala Sihyeon gemas.

Ka Seungwoo.

***

Byungchan berjalan terburu-buru, mencari keberadaan Seungwoo di daerah Stadion Utama Gelora Bung Karno. Wooseok, Sejin, Byungchan dan Yohan harus beberapa kali menghindari orang-orang yang berlalu lalang.

“Chan!”

Wooseok berteriak ketika tanpa sengaja genggaman tangannya dan Byungchan terlepas. Byungchan terbawa arus berlawanan dengan tujuan mereka semula.

“Ah Ka Wooseok!”

Byungchan harus rela terombang ambil dilautan manusia yang umumnya menggunakan baju berwarna merah itu. Tidak jarang beberapa diantara mereka membunyikan terompet, padahal pertandingan masih berlangsung 3 jam lagi.

“Aw”

Byungchan mengaduh ketika seseorang menarik lengannya secara paksa. Byungchan ditarik keluar dari kerumunan manusia ke pinggir dan menjauh dari orang-orang yang sedang berjalan di sekitar SUGBK tersebut.

“Sorry, ada yang sakit?”

Byungchan menoleh ke arah sumber suara sambil sesekali mengusap lengannya yang baru saja ditarik paksa oleh orang yang tidak di kenal. Mata Byungchan tiba-tiba berbinar ketika mengetahui orang yang menariknya.

“Ka Seungwo ya? Ka!!! Aku Byungchan, woaaahhh akhirnya ketemu ka seungwoo huhuhu”tanpa disadari Byungchan, sekarang Byungchan sudah memeluk Seungwoo karena kesenangan.

“I-iya... Oke... Byungchan? Boleh tolong... hm... Lepas dulu?“Seungwoo dengan wajah yang sudah semerah tomat itu akhirnya terlepas dari pelukan Byungchan.

Senyum sama sekali tidak luntur dari pipi Byungchan, sehingga memperlihatkan sempurnanya lubang di pipi kanan maupun kirinya. Teman-teman Seungwoo seperti Seungyoun, Jinhyuk dan Yuvin menahan senyum melihat pemandangan barusan di hadapan mereka.

“Uchan!!!”

Kelima lelaki tersebut menoleh bersamaan ke sumber suara yang memanggil nama Byungchan. Ada tiga lelaki yang berlari kecil sambil berpegangan satu sama lain.

“Ka Wooseok!!! Aku udah ketemu sama Ka Seungwoo!!“Byungchan berteriak sampai beberapa orang disekitar mereka menoleh.

“Gimana? Bener pouch kamu?“tanya Sejin ketika sudah berada di hadapan Byungchan.

“Oiya!“Byungchan menoleh ke arah Seungwoo. Berharap Seungwoo memberikan pouch putih miliknya. Tatapan mata Byungchan menyiratkan harapan.

“Bentar! Sebelum aku kasih pouch ini ke kamu. Aku mau mastiin dulu, di dalam pouch ini ada apa aja? Selain yang tadi putih kayak pentungan itu”

“Vickey bong kaaa namanya!“protes Byungchan.

“Iya itu namanya, aku kan gatau namanya.... Coba sebutin apa aja?“Seungwoo menantang Byungchan.

“Ada 4 tiket fanmeeting Victon. Dua tiket section purple, dua tiket section pink. Trus ada dompet transparan, di dalemnya ada photocard Sejun. Ah! Ka Seungwoo engga bakal kenal juga sama dia! hehehe Apalagi ya? Hm... Ada uang 55.000 soalnya yang 5 ribu udah aku beliin es teh tadi siang. Udah itu aja, bener semua kan?“Byungchan sangat percaya diri dengan jawabannya.

“Yakin? Engga ada yang lain?“tanya Seungwoo.

“Nomer handphone kamu ada disitu engga, Byungchan?“Byungchan menoleh, teman Seungwoo yang baru saja berucap.

“Hyuk, jangan diledekin dulu. Ini gue lagi serius”ucap Seungwoo tenang.

“Hah? Apaan lagi? Kayanya itu aja kok kaaa, beneran deh!!!“Byungchan mulai panik.

Seungwoo memperlihatkan Pouch dalam genggamannya dan sedikit ia goyang ke kanan dan ke kiri sehingga menimbulkan bunyi gemerincing.

“Ah! Ada uang recehan. Ada uang 200an, 100an sama 500an ka! Jumlahnya 1000 soalnya kembalian dari alfabeta tadi”ucap Byungchan tersenyum yang berhasil membuat Seungwoo terpaku.

“Bang, bener gatuh isinya?“ucap Yuvin menyenggol pelan badan Seungwoo.

“Oh iya bener semua. Bagus juga yaaa ingetan kamu Chan hehehe”ucap Seungwoo kikuk.

“Ini pouch kamu, tadi jatoh jadi agak kotor. Bukan aku yang ngotorin loh ya!“ucap Seungwo memberi kesaksian.

“Huaaaa Vickey Bong kembaliiii. Makasih ka seungwooo sama temen-temennya”ucap Byungchan.

“Udah kan ka? Ayok yuk balik ke tendor. Udah mau open gate nih”ucap Yohan sambil sesekali melihat jam tangannya.

“Buru-buru amat sih dek”ucap Yuvin menggoda dan Yohan bersembunyi dibalik tubuh Wooseok.

“Makasih ya udah nemuin pouch Byungchan dan bersedia balikin. Semoga kebaikannya dibalas oleh Tuhan”ucap Wooseok datar.

“Kamu engga mau bales kebaikan kita gitu?“ucap Jinhyuk tersenyum ke arah Wooseok.

“Maaf ya mas-mas, om, kakak, kita harus balik ke tendor lagi soalnya jamnya udah mepet”kali ini Sejin yang angkat suara.

“Kok om sih? Sayang aja dong manggilnya” Seungyoun yang sedang sibuk dengan games di handphonenya menyauti omongan Sejin yang membuat Sejin menggelengkan kepalanya.

“Ka seungwoo makasih ya ka sekali lagi! Aku sama temen-temenku pergi dulu. Semoga Indonesia hari ini menang!!!“ucap Byungchan.

“Iya sama-sama Byungchan! Have fun sama acaranya ya. Pouchnya jangan ilang lagi”Seungwoo tertawa.

“Kali ini engga akan ilang kok ka! Beneran hehehehe”Byungchan pun melambaikan tangannya ke Seungwoo dan berjalan kembali ke tennis indoor.

Panik

***

“Ih engga ada han!!!“Byungchan panik membuka totebag yang daritadi dia bawa kemana-mana.

“Pelan-pelan nyarinya, dikeluarin semuanya dulu”ucap Wooseok menenangkan.

“Udah Ka.... tuh udah kosong totebag akuuu”

Byungchan melempar totebag kosongnya ke atas meja lalu menelungkupkan wajahnya di atas meja tersebut. Pouch putih kesayangannya hilang karena kecerobohannya.

“Apa aja emang isinya?“kali ini Sejin bersuara sambil membereskan barang-barang Byungchan.

“Ada dompet aku yang ada PC Sejun, trus ada Uang 55.000 soalnya 5000nya udah buat beli es teh...”

Byungchan berhenti lalu menggigit bibirnya, takut dan panik.

“Ada vickey bong juga di dalemnya trus sama tiket kita kaaaa”ucap Byungchan pelan.

“Ka chan!“Yohan berteriak kaget ketika mendengar ucapan Byungchan barusan.

“Chan.... coba lo inget-inget lagi deh, terakhir kali lo sama Yohan kemana trus itu pouch kenapa bisa keluar dari totebag”tanya Sejin berusaha tenang.

“Ini totebag kan sengaja mau aku titipin pas masuk venue, isinya freebies kita. Makanya aku bawa pouch kecil itu buat masuk venuenya”ucap Byungchan menahan tangis.

“Udah jangan panik, coba check twitter pake hashtag #VictoninJakarta sama #VoicetoAliceinJakarta, biasanya kalo ada yang nemuin barang bakal di posting di akun mereka pake hashtag kayak gitu”

Byungchan, Sejin dan Yohan dengan serempak membuka aplikasi twitter mereka dan mulai mencari sekiranya ada atau tidak orang yang menemukan pouch Byungchan itu.

“Chan, lo ada foto bentukan pouch lo kayak gimana?“tanya Sejin dan Byungchan mengangguk.

“Diantara kita berempat, ada yang udah di follbak StoryofAlice? Coba post disitu, siapa tau lebih gampang nemunya”saran Sejin.

“Kirim ke grup fotonya, sini gue yang post di StoryofAlice”ucap Yohan.

Byungchan menarik nafasnya berat. Wooseok, Sejin dan Yohan menatap Byungchan sedih. Pasalnya, Byungchan sangat ingin datang ke fanmeeting Victon sejak setahun yang lalu.

“Pasti ketemu kok Chan! Uchan kan orang baik, jadi pasti pouchnya ditemuin orang baik”ucap Wooseok menenangkan.

Makan Siomay.

***

Seungwoo mengedarkan pandangannya untuk mencari teman-temannya. Karena ada tiga acara besar sekaligus dalam satu kawasan, sabtu itu Kawasan Gelora Bung Karno benar-benar padat oleh lautan manusia.

Seungwoo baru saja melakukan transaksi pembelian tiket dengan teman komunitasnya untuk pertandingan malam nanti. Tetapi ketika ia mencari teman-temannya, teman-temannya telah hilang entah kemana.

“Boss!!!”

Seungwo memicingkan matanya ketika mendengar suara yang ia kenal memanggilnya dengan sebutan yang memang sering dilontarkan teman-temannya. Yuvin disana sedang berjongkok dengan memutar-mutarkan syal bertuliskan INDONESIA yang baru saja di belinya tadi.

Seungwoo berterimakasih kepada Yuvin, karena kelakuan Yuvin tersebut, Seungwoo dapat dengan mudah menemukan teman-temannya yang sedang berjongkok diantara pedagang jajanan yang ramai pembeli.

“Bwang iomay”

“Ilok aja bwanggg enyakkk”

“Bang youn sama Bang Hyuk, gue bilangin nih ya kalo makan telen dulu baru ngomong. Tuh banyak yang ngeliatin jadi pada ilfeel sama lo”

Seungyoun dan Jinhyuk dengan serempak mengusap daerah bibir mereka ketika mendengar ucapan Yuvin barusan. Mereka juga membenarkan posisi duduk dan cara makan mereka. Seungwoo yang melihat kelakuan mereka hanya dapat menggeleng pasrah.

“Hangyul mana?“tanya Seungwoo

“Udah ketemu pacarnya tadi, katanya mau makan di fx dulu”ucap Youn yang kali ini menjawab dengan makanan yang telah tertelan terlebih dahulu.

“Gue pengen deh punya pacar kayak Hangyul”

“Bin! Lo naksir Hnagyul?“Jinhyuk tersedak karena Seungyoun yang tiba-tiba berteriak ketika mendengar ucapan Yuvin.

“Bukan elahhhh, maksud gue tuh punya pacar kayak pacarnya Hangyul. Jadi bisa diajak ke stadion gini, trus kalo ada nobar juga ikut gitu. Bahkan kata Hangyul tuh dia sama Sihun suka main PES bareng”ucap Yuvin panjang lebar.

“Geser dikit”Seungwoo menggeser sedikit tubuh Seungyoun ketika dirinya sudah mendapat satu porsi siomay tanpa kecap ditangannya.

“Apaan nih?“Seungwoo mengambil pouch berukuran sedang yang berada di dekat tempatnya duduk.

“Wah punya yang tadi beli es teh kali tuh!“ucap Yuvin panik.

“Mana orangnya?”

“Udah engga ada bang, udah pergi 15 menitan gitu. Kalo gue engga salah denger sih dia sama temennya mau ke fx juga”ucap Yuvin.

“Anjir yuvin denger aja!“ucap Jinhyuk.

“Soalnya tadi temennya lucu, mubazir kalo engga dilihat dan dipandang”Yuvin tersenyum aneh.

“Coba aja lo post di fess areasenayan woo, siapa tau orangnya ada disitu”Seungwoo mengangguk ketika mendengar ucapan Jinhyuk barusan.

“Nanti dah gue makan dulu”ucap Seungwoo, menyimpan pouch tersebut di pangkuannya agar tidak berpindah tangan ke orang yang tidak bertanggung jawab.

Junghwan.

***

Hangyul memeriksa telfon genggamnya, memastikan apakah Sihyeon membutuhkan sesuatu. Setelah pulang dari rumah sakit tadi, Hangyul memutuskan membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam. Walaupun kemarin dia telah mendapat sponsor dari Dr. Seungwoo tetapi entah mengapa, malam ini Hangyul ingin memasak bubur untuk Sihyeon.

Hangyul cukup kaget ketika melihat chat beruntun yang di kirimkan oleh Sihyeon. Tadi Hangyul sudah mengajak Sihyeon untuk masuk ke dalam supermarket, tetapi Sihyeon menolak karena ingin bermain dengan kucing yang dia temui di depan supermarket tempat Hangyul berbelanja.

Hangyul pun meninggalkan kerangjang belanjanya dan keluar dari supermarket untuk memeriksa keadaan Sihyeon. Ketika sampai di depan supermarket, Hangyul memicingkan matanya dan mendapati bahwa Sihyeon sedang di dekati oleh seorang lelaki yang sepertinya seumuran dengan Hangyul.

“Kamu Samuel kan? Kenapa bergaya seperti anak sekolah? Apakah kamu sedang bermain peran dengan pacar barumu?”

“Pergi! Aku Sihyeon bukan Samuel dan... aku tidak punya pacar”ucap Sihyeon ketakutan.

“Kita berpacaran tidak sebentar, Sam. Aku kenal dengan dirimu. Kamu bermain peran seolah-olah kamu adalah sugar baby. Begitu?”

Sihyeon terus melangkah mundur ketika orang di hadapannya melangkahkan kakinya mendekati Sihyeon.

“Permisi”Hangyul memotong jarak lelaki tersebut dengan Sihyeon.

“Ka hangyul!!!“Sihyeon bersembunyi di belakang Hangyul. Tangannya yang gemetar memegang sweater Hangyul kencang.

“Ada perlu apa dengan adik saya ya?“ucap Hangyul tenang.

“Adik? Samuel ternyata punya kaka? Ah! Sepertinya umurmu sebaya dengan Samuel. Tidak mungkin kamu itu kakak Samuel”ucap lelaki itu lagi.

“Samuel? Siapa?“tanya Hangyul bingung dan lelaki di hadapan Hangyul menunjuk Sihyeon.

“Dari tadi dia memanggilku dengan nama Samuel. Aku Sihyeon, bukan Samuel....“ucap Sihyeon bergetar.

“Anda dengar kan yang dikatakan adik saya? Sebaiknya anda pergi, sebelum saya panggil petugas keamanan”ucap Hangyul tegas.

Lelaki tersebut yang diketahui bernama Junghwan itu pun berbalik dan menjauh.

“Jelas-jelas dia menggunakan gelang yang sama dengan yang digunakan Samuel, masih menyangkal?“ucap Junghwan pelan sambil berjalan meninggalkan Sihyeon dan Hangyul.

Hangyul menarik Sihyeon masuk ke dalam pelukannya dan menenangkan Sihyeon yang sekujur tubuhnya masih gemetar hebat.

“Udah tenang ya... Kaka jahatnya udah pergi”ucap Hangyul lembut.

“Ka Hangyul jangan pergi. Jangan tinggal-tinggalin aku lagi”ucap Sihyeon mencicit.

“Engga, Ka hangyul engga akan ninggalin Sihyeon. Janji!!!“ucap Hangyul tersenyum.

“Janji?“Sihyeon mendekatkan jari kelingkingnya ke arah Hangyul dan Hangyul mengangguk sambil mengaitkan dengan jari kelingkingnya.

“Yuk, masuk dulu. Belanjaan Ka Hangyul belum dibayar tadi”

Sihyeon mengangguk. Hangul pun menggenggam tangan Sinhyeon erat untuk masuk ke dalam supermarket tadi.

Pahlawan.

•••

Sihoon dan Hangyul berjalan memasuki lobby kantor dengan santai. Tetapi langkah mereka terhenti karena melihat keributan tepat di depan meja receptionist.

“Pak, saya bilang kan Pak Sihoon ada meeting. Bapak kalo mau ketemu Pak Sihoon bisa buat janji dulu”

“Boss kamu itu niat engga sih kerjanya? Setiap saya kesini selalu engga”

“Boss saya ada kok pak. Tapi siang ini sudah ada meeting yang terjadwal, bapak engga bisa asal ketemu Pak Sihoon”

Seongjun dan seseorang lelaki yang membelakangi Sihoon itu terlihat sedang beradu argumen. Sihoon pun menghampiri mereka dan meninggalkan Hangyul di belakang.

“Pak Seonho?”

Orang yang membelakangi Sihoon itu pun berbalik. Park Seonho atau Son Park, rival Sihoon di dunia bisnis. Seseorang yang beberapa hari lalu berhasil merebut tender besar dari Sihoon.

“Nah ini boss kamu ada kan? Kenapa kamu tadi bilang dia meeting?“Seongjun menggeleng frustasi mendengar ucapan Seonho barusan.

“Apa kabar? Lama tidak berjumpa. Sepertinya anda baik-baik saja walaupun saya berhasil merebut tender Xgroup”

Sihoon mengeluarkan smirk andalannya ketika mendengar bualan Seonho. Sihoon menghela nafas panjang sebelum berkata, “Anda hanya berhasil memenangkan 1 tender dari 25 tender. Jangan terlalu tinggi hati”

Seonho menggertakan giginya. Kalimat panjang yang dikeluarkan Sihoon, berhasil membuat Seonho terdiam. Seonho yang emosi pun berbalik dan berencana keluar dari kantor Sihoon sambil menelfon seseorang.

“Seonho is Calling Sam♡”

Langkah Seonho terhenti bersamaan dengan bunyi ponsel yang di genggam Sihoon. Katakanlah Sihoon bodoh, tapi Sihoon siang itu membawa serta ponsel Samuel bersamanya.

Sihoon yang awalnya berencana berjalan ke arah lift pun menghentikan langkahnya ketika ponsel dalam genggamannya berbunyi. Seongjun terlihat panik dan Hangyul masih terdiam di tempat.

Park Seonho mematikan panggilannya. Dia berbalik dan kembali mendekati Sihoon yang mematung. Seonho kembali memanggil nomer yang sama, nomer ponsel Samuel. Lagi, ponsel dalam genggaman Sihoon berbunyi.

Seonho pun berjalan cepat mendekati Sihoon dan merebut ponsel dalam genggaman Sihoon tersebut.

“Seonho♡” adalah display name yang tertera di ponsel yang sedang berdering tersebut. Seonho menatap Sihoon penuh selidik. Merasakan keanehan yang sedang terjadi di depannya.

“Samuel? Sihoon?“Seonho berjalan ke depan Sihoon dan mereka berdua saling adu tatap.

“Hah! Kemarin aku kira aku salah orang ketika bertemu Samuel di Pub. Ternyata kalian orang yang sama?”

“Samuel Kim sang model dan Kim Sihoon sang CEO. Satu orang yang berusaha menjadi dua orang yang berbeda”

Kicauan terus di ucapkan Seonho, membuat orang-orang berkumpul di lobby. Sihoon masih mematung, begitu juga dengan Seongjun yang menunduk lesu.

“Pak, maaf! Kayanya ponsel bapak tertukar”

Seonho menoleh ketika ponsel dalam genggamannya diambil. Ponsel milik Samuel diambil alih oleh Hangyul.

“Ini pasti punya orang yang tadi engga sengaja tabrakan sama bapak di restoran dan ponselnya jatuh trus tertukar”

Hangyul dengan tenang menggunakan ponsel Samuel untuk menelfon dan berpura-pura bahwa orang di sebrang sana menjawab ponselnya.

“Pak, kata orangnya bisa ketemuan di restoran tadi. Saya aja ya pak yang ngembaliin, soalnya kan bapak ada meeting habis ini”Hangyul tersenyum cerah sebelum berbalik meninggalkan lobby.

Seongjun dan Sihoon masih terdiam melihat akting Hangyul barusan. Disisi lain, Park Seonho merasa marah karena merasa bodoh atas kelakuannya barusan.